• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Mengapa Tanah Kami Diperjualbelikan (PIK2), Sebuah Refleksi dari Indonesia hingga Australia

Ali Syarief by Ali Syarief
November 19, 2024
in Crime, Feature
0
Mengapa Tanah Kami Diperjualbelikan (PIK2), Sebuah Refleksi dari Indonesia hingga Australia
Share on FacebookShare on Twitter

Kehadiran pertanyaan sederhana namun mendalam dari masyarakat Aborigin kepada para pendatang di Australia – “Mengapa tanah kami diperjualbelikan?” – menggambarkan konflik panjang antara pemilik tanah tradisional dan sistem ekonomi modern. Pertanyaan ini tidak hanya menggambarkan rasa kehilangan akan tanah leluhur tetapi juga perlawanan terhadap sistem yang mengkomodifikasi apa yang dianggap sakral oleh mereka. Refleksi ini membawa kita untuk menelaah kembali situasi serupa di belahan dunia lain, termasuk Indonesia.

Australia: Warisan Tanah Leluhur yang Terkikis

Masyarakat Aborigin, sebagai penduduk asli benua Australia, hidup dengan filosofi bahwa tanah adalah bagian dari identitas mereka. Bagi mereka, tanah bukan hanya sumber daya, tetapi juga warisan leluhur yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, budaya, dan spiritualitas. Namun, ketika pendatang Eropa tiba di akhir abad ke-18, konsep kepemilikan tanah berubah drastis. Tanah dianggap sebagai komoditas yang dapat dijual, dibeli, dan dimanfaatkan demi kepentingan ekonomi.

Penduduk Aborigin yang selama ribuan tahun hidup selaras dengan alam menjadi saksi tergesernya hak-hak mereka atas tanah. Proses kolonialisasi ini melibatkan penggusuran paksa, pemberlakuan hukum yang tidak mengakui hak adat, hingga pembatasan akses terhadap tanah-tanah tradisional. Pertanyaan masyarakat Aborigin tersebut bukan hanya soal kehilangan materi, tetapi juga runtuhnya nilai-nilai kehidupan yang telah mereka junjung tinggi.

Indonesia: Konflik Tanah yang Tak Berkesudahan

Situasi serupa juga terjadi di Indonesia, di mana tanah adat sering kali menjadi korban proyek pembangunan atau kebijakan strategis nasional. Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti yang terjadi di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK-2) merupakan contoh nyata bagaimana tanah rakyat, yang seharusnya menjadi penopang kehidupan mereka, berubah menjadi komoditas bisnis.

Di Kabupaten Tangerang, tanah yang dijual dengan harga sangat rendah – hanya Rp 50.000 per meter – menggambarkan bagaimana nilai tanah sering kali direduksi hanya sebagai angka di atas kertas. Ironisnya, masyarakat yang kehilangan tanahnya sering kali tidak memperoleh manfaat langsung dari proyek-proyek ini. Mereka terpaksa hengkang dari tempat tinggalnya tanpa kepastian penghidupan yang layak.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana negara mengelola sumber daya tanah, terutama ketika tanah tersebut memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang tidak ternilai?

Mengomparasi Nasib Aborigin dan Rakyat Indonesia

Pertanyaan masyarakat Aborigin dan masyarakat Indonesia yang terdampak penggusuran sebenarnya berakar pada persoalan yang sama: siapa yang memiliki otoritas atas tanah? Di Australia, pendatang mengambil alih tanah atas nama “peradaban”. Di Indonesia, tanah rakyat diambil alih atas nama “pembangunan”.

Namun, di balik justifikasi tersebut, kedua kasus ini mencerminkan ketimpangan kekuasaan. Baik masyarakat Aborigin maupun rakyat kecil di Indonesia sering kali tidak memiliki kekuatan untuk melawan sistem yang lebih besar, sistem yang mendikte bahwa tanah harus menjadi alat produksi dan komoditas.

Menuju Solusi: Keseimbangan Antara Kepentingan Ekonomi dan Nilai Budaya

Dari pengalaman di Australia, pengakuan terhadap hak-hak masyarakat Aborigin mulai diperbaiki melalui kebijakan seperti Native Title Act tahun 1993, yang mengakui hak adat masyarakat Aborigin atas tanah mereka. Meski tidak sempurna, langkah ini menunjukkan upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dalam kerangka hukum modern.

Indonesia dapat belajar dari langkah tersebut dengan mengakui bahwa tanah bukan sekadar komoditas. Penghormatan terhadap tanah adat dan masyarakat kecil harus menjadi bagian integral dari pembangunan nasional. Proyek besar seperti PSN seharusnya dilakukan dengan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat yang terdampak dilibatkan secara langsung dalam pengambilan keputusan.

Sebuah Renungan: Hakikat Kepemilikan Tanah

Tanah bukan hanya milik manusia. Ia adalah titipan untuk generasi mendatang. Baik di Australia maupun di Indonesia, kita diingatkan bahwa tanah memiliki nilai yang melampaui angka rupiah atau dolar. Ia adalah saksi sejarah, tempat hidup budaya, dan akar identitas.

“Mengapa tanah kami diperjualbelikan?” adalah sebuah pertanyaan yang selayaknya menggema di seluruh dunia, mengingatkan kita akan tanggung jawab bersama untuk melindungi dan menghormati apa yang tidak ternilai harganya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hari ini Said Didu Dipanggil Polisi Terkait PSN PIK-2, Kuasa Hukum: Ini Upaya Membungkam Kritik

Next Post

Sri Mulyani: Judi Online Menggerus Pendapatan dan Daya Beli Masyarakat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Skandal Kemenkeu Banyak Terungkap, Jadi Alasan Jokowi Copot Sri Mulyani

Sri Mulyani: Judi Online Menggerus Pendapatan dan Daya Beli Masyarakat

Sri Mulyani Tegaskan Kenaikan PPN Jadi 12% pada Januari 2025 – Tertinggi di ASEAN

Sri Mulyani Tegaskan Kenaikan PPN Jadi 12% pada Januari 2025 - Tertinggi di ASEAN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist