• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

fusilat by fusilat
October 13, 2025
in Crime, Feature
0
Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam absurditas hukum dan moral negeri ini, ada saja akal yang berputar lebih cepat dari keadilan. Surya Darmadi, seorang terpidana korupsi dengan vonis 16 tahun penjara dan kerugian negara triliunan rupiah, tiba-tiba tampil bak dermawan dengan niat “menghibahkan” aset senilai Rp10 triliun kepada negara melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sebuah langkah yang sekilas tampak mulia, tetapi justru menyingkap lapisan baru dari kebohongan lama: menghibahkan sesuatu yang bukan miliknya.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan dengan jelas bahwa hutan—termasuk yang sudah dialihfungsikan menjadi kebun sawit oleh perusahaan Surya Darmadi—adalah kekayaan negara. Tidak ada istilah hibah dalam konteks tersebut. Bagaimana mungkin seseorang “menghibahkan” sesuatu yang sejak awal bukan miliknya, melainkan hasil penyerobotan terhadap kekayaan negara? Inilah tipu daya yang dibungkus dalam narasi kebaikan: pencitraan seorang koruptor yang hendak menebus dosa dengan aset hasil kejahatannya.

Hibah, dalam pengertian hukum perdata, adalah pemberian sukarela dari seseorang kepada pihak lain atas harta miliknya sendiri. Namun, ketika objek hibah itu adalah lahan hutan yang telah dirampas dan diubah menjadi kebun sawit tanpa izin pelepasan kawasan hutan, maka secara hukum dan moral, hibah itu batal demi hukum. Itu bukan hibah, melainkan pengakuan terselubung atas perampasan aset negara yang selama ini dinikmati.

Surya Darmadi tidak sedang berderma, ia sedang berkamuflase. Ia mencoba mengubah citra dari koruptor menjadi “penolong negara.” Dengan membungkusnya dalam kata-kata manis seperti “membantu pemerintah,” ia berharap publik lupa bahwa kerugian negara yang ditimbulkannya jauh lebih besar daripada apa yang disebutnya sebagai hibah. Ia ingin terlihat berkontribusi padahal sejatinya sedang bernegosiasi dengan moral publik.

Misalnya, bila seseorang mencuri mobil tetangganya, lalu suatu hari datang dengan niat “menghibahkan” mobil itu kepada negara, apakah ia layak disebut dermawan? Tidak. Ia hanya mengembalikan barang curian dengan cara yang salah dan penuh kepura-puraan. Begitu pula Surya Darmadi: menghibahkan hutan yang sejak awal milik negara sama artinya dengan menipu publik atas nama kebaikan.

Lebih jauh, pernyataannya untuk menyerahkan aset kepada Danantara pun bermasalah. Seperti disampaikan Misbakhun, hibah kepada negara tidak bisa diarahkan ke institusi tertentu. Danantara adalah bagian dari negara, bukan entitas pribadi. Maka, “hibah selektif” seperti itu menandakan adanya motif di balik layar—entah untuk mendapatkan pengampunan moral, simpati publik, atau celah hukum tertentu.

Ironi terbesar dari semua ini adalah bagaimana seorang koruptor mencoba mengatur makna kebajikan di atas kerusakan yang ia ciptakan sendiri. Padahal, dalam konteks hukum publik, yang seharusnya dilakukan bukan menghibahkan, tetapi mengembalikan aset tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pidana dan moral. Negara tidak butuh hibah dari hasil kejahatan, negara butuh keadilan ditegakkan tanpa kompromi.

Dengan demikian, niat “hibah” Surya Darmadi tidak lebih dari sandiwara panjang dalam panggung korupsi Indonesia—tempat para pelaku kejahatan ekonomi berusaha mengubah label diri dari “perampas” menjadi “penyelamat.” Ia mungkin berharap mendapat tempat di hati publik, tapi lupa bahwa publik kini lebih cerdas membaca kepura-puraan.

Menghibahkan milik negara kepada negara bukanlah bentuk kedermawanan, melainkan pengakuan atas kejahatan yang disamarkan. Dan selama tipu daya semacam ini masih mendapat panggung, maka keadilan akan terus menjadi penonton yang tak pernah dipanggil naik ke atas panggungnya sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER

Next Post

Nasib Hukum Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: PN Jaksel Bacakan Putusan Praperadilan Kasus Laptop Chromebook

fusilat

fusilat

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Nasib Hukum Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: PN Jaksel Bacakan Putusan Praperadilan Kasus Laptop Chromebook

Nasib Hukum Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: PN Jaksel Bacakan Putusan Praperadilan Kasus Laptop Chromebook

Ketika Nadiem Makarim Tersandung Sistem yang Tak Bisa Diselamatkan

Ketika Nadiem Makarim Tersandung Sistem yang Tak Bisa Diselamatkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist