• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
October 13, 2025
in Crime, Feature
0
IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


Pendahuluan

Pertarungan politik yang selama ini seolah menunjukkan Jokowi sebagai “batu karang” yang tak tergoyahkan ternyata tidak sepenuhnya benar. Isu mengenai dugaan ijazah palsu semakin meyakinkan rakyat Indonesia bahwa persoalan ini bukan isapan jempol belaka. Situasi kini sudah mendekati “game over”.

Hal serupa juga berlaku bagi Gibran Rakabuming. Sebaik-baiknya bangkai ditutupi, pada akhirnya tercium juga. Waktu terus berjalan, membongkar kebatilan dan kebusukan yang selama ini direkayasa oleh para buzzer serta pendukung politik tertentu. Akhirnya, pepatah Jawa kembali terbukti: “Becik ketitik, olo ketoro” — kebaikan akan tampak, keburukan akan terungkap. Game over.


Mengubah Arah Kapal Induk

Konstelasi politik nasional yang selama ini melelahkan akhirnya berubah arah. Prabowo kini tampak tidak lagi melindungi “Genk Solo”; satu per satu mulai dicopot dari lingkaran kekuasaan.

Arah kapal induk kekuasaan kini bergeser menuju skema geo-strategis berbasis kepentingan rakyat. Langkah ini menimbulkan kepanikan di kalangan koruptor. Mereka mulai merasa terjebak di “killing ground” — area tanpa ruang untuk melarikan diri.

Pembersihan budaya korupsi bukan hanya menyentuh individu, tetapi juga sistem. Sistem keuangan dan BUMN tengah direformasi. Ekonomi nasional diarahkan kembali dari sistem berbasis keserakahan menuju sistem ekonomi kerakyatan yang berpihak pada kemakmuran rakyat.


Ekonomi Tidak Lagi Pasar Bebas

Selama ini, ekonomi Indonesia diletakkan dalam sistem pasar bebas yang jelas melanggar konstitusi. Sejak era SBY hingga diteruskan Jokowi melalui kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), arah ekonomi justru semakin menjauh dari amanat UUD 1945.

Dalam sumpah jabatan, presiden berjanji untuk “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.” Namun, kebijakan investasi asing yang membuka pintu lebar-lebar bagi tenaga kerja dan modal luar negeri, terutama dari Tiongkok, justru merugikan kepentingan bangsa.

Kini, strategi Prabowo tampak berusaha melakukan pembersihan terhadap koruptor dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Sebagai mantan Komandan Sandi Yudha, ia tentu memiliki insting dan perhitungan strategis yang tidak mudah dibaca lawan politiknya.


Kerusakan Indonesia Sangat Parah

Prabowo sendiri mengakui bahwa kerusakan negara ini sudah sangat parah. Korupsi telah merambah ke seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Inilah akibat dari sistem ketatanegaraan hasil amandemen UUD 1945 tahun 2002 — sebuah “kudeta konstitusi” yang membungkus liberalisasi dalam nama reformasi.


Polisi Harus Direvolusi

Perubahan besar terhadap arah kapal induk Indonesia masih belum selesai. Salah satu pekerjaan rumah terbesar adalah merevolusi “NKRI” — Negara Kepolisian Republik Indonesia.

Kapolri sempat mencoba melakukan reformasi internal dengan membentuk Tim Reformasi Polri sendiri, namun langkah tersebut gagal dan akhirnya dipatahkan oleh Prabowo. Bila reformasi ini berhasil dilaksanakan secara menyeluruh, maka kekuatan politik dinasti Jokowi akan semakin terjepit. Selama ini, institusi kepolisian dianggap sebagai pelindung utama kekuatan politik dinasti tersebut.

Satu per satu kebejatan pejabat mulai terbongkar. Korupsi di Indonesia kini bukan lagi dalam hitungan miliaran, tetapi sudah mencapai ribuan triliun rupiah. Hampir semua BUMN terindikasi korupsi, bahkan dana CSR Bank Indonesia dikabarkan turut mengalir ke anggota DPR dan karyawan BUMN.

Sementara itu, PSI yang secara terbuka berupaya melengserkan pemerintahan Prabowo, tampaknya akan tersingkir. Tidak boleh ada pihak dengan loyalitas ganda yang dapat menghambat jalannya pemerintahan.


Becik Ketitik, Olo Ketoro

Dengan dikeluarkannya ijazah Jokowi oleh KPU, kebenaran mengenai keasliannya kini semakin sulit dibantah. UGM pun kian tersudut dengan berbagai alasan. Jika tidak mampu menghadirkan ijazah yang asli, persoalan ini akan semakin rumit dan penuh rekayasa. Pada akhirnya, pepatah Jawa terbukti: “Becik ketitik, olo ketoro” — kebaikan terlihat, keburukan terbuka.

Kasus ini memberikan pelajaran besar bagi bangsa Indonesia. Sejak amandemen UUD 1945 dan penerapan demokrasi liberal, budaya politik bangsa berubah. Era post-truth pun lahir, dan idiom-idiom Jawa yang sarat makna moral diabaikan.

Pepatah Jawa berkata, “Ojo kagetan, ojo gumunan, ojo getunan.” Artinya, jangan mudah kaget, kagum, dan kecewa menghadapi dinamika kehidupan. Sayangnya, bangsa ini sempat terkecoh oleh pencitraan populis yang menyesatkan, seperti drama “blusukan” yang hanya menggugah rasa kagum tanpa memberikan solusi nyata.

Kesalahan ini bukan hanya milik Jokowi semata, tetapi merupakan hasil kolektif dari sistem politik pasca-amandemen. Para pengusung dan pendukungnya — baik partai maupun tokoh publik — turut bertanggung jawab atas kondisi bangsa hari ini.


Kesimpulan

Untuk mengembalikan arah kapal besar bernama Indonesia, dibutuhkan energi baru dan orang-orang berintegritas tinggi — bukan para pengkhianat yang selama ini menggerogoti tubuh bangsa.

Proses pembersihan sedang berlangsung. Arah kapal mulai menemukan koordinatnya. Untuk menyelamatkan bangsa dan negara, tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada peta penunjuk arah sejati: UUD 1945 dan Pancasila.

Marilah kita bersatu padu untuk kembali kepada jati diri bangsa Indonesia: merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang disahkan pada 18 Agustus 1945.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menjawab Pernyataan Menyesatkan Jakob Tobing: “UUD 1945 Tidak Ada HAM”

Next Post

Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

Nasib Hukum Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: PN Jaksel Bacakan Putusan Praperadilan Kasus Laptop Chromebook

Nasib Hukum Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: PN Jaksel Bacakan Putusan Praperadilan Kasus Laptop Chromebook

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...