• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menjawab Pernyataan Menyesatkan Jakob Tobing: “UUD 1945 Tidak Ada HAM”

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
October 13, 2025
in Feature, Sejarah
0
Menjawab Pernyataan Menyesatkan Jakob Tobing: “UUD 1945 Tidak Ada HAM”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila


Jakarta —Pernyataan mengejutkan datang dari Jakob Tobing dalam Seminar Konstitusi bertema “Dialektika Konstitusi: Refleksi UUD NRI Tahun 1945 Menjelang 25 Tahun Reformasi Konstitusi” di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (21/8/2025). Ia menyebut bahwa UUD 1945 tidak memuat Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebagai Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila, saya menilai pernyataan tersebut menyesatkan secara historis, filosofis, dan konstitusional. Memang benar, istilah “HAM” tidak secara eksplisit tertulis dalam naskah asli UUD 1945, namun substansi dan semangat HAM sudah hidup di dalamnya.


HAM Sudah Hidup dalam UUD 1945 Sebelum Dunia Barat Memikirkannya

UUD 1945 disahkan pada 18 Agustus 1945 — tiga tahun sebelum PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) pada 10 Desember 1948. Artinya, bangsa Indonesia telah menanamkan nilai-nilai kemanusiaan bahkan sebelum dunia Barat merumuskannya secara formal.

Bukti paling kuat ada dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan:

“Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.”

Kalimat ini adalah deklarasi moral tentang kemerdekaan manusia dari segala bentuk penindasan. Jika ini bukan hak asasi manusia, lalu apa namanya?


Pancasila Lebih Luhur dari HAM

Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sumber nilai yang lebih tinggi dari HAM versi Barat. HAM dalam pengertian Barat lahir dari semangat humanisme sekuler yang berpusat pada manusia dan materialisme. Sedangkan Pancasila mengharmonikan Tuhan, manusia, dan alam, menjadikan HAM Indonesia bersifat ilahiah dan transendental.

Dengan kata lain, HAM Pancasila bukan sekadar hak manusia terhadap manusia, melainkan hak yang berakar pada pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Inilah yang membedakan bangsa Indonesia dari negara-negara yang menuhankan rasionalitas manusia semata.


Amandemen yang Hilang Arah

Jika seorang tokoh seperti Jakob Tobing—yang terlibat dalam proses amandemen UUD 1945—berpendapat bahwa konstitusi kita tidak memiliki HAM, maka patut diduga amandemen UUD 2002 dilakukan tanpa landasan Pancasila sebagai Staatsfundamentalnorm.

Dari sinilah akar kerusakan itu bermula. Amandemen yang seharusnya memperkuat sistem kenegaraan justru membuka jalan bagi liberalisasi politik, ekonomi, dan hukum yang berjarak dari jiwa bangsa. Pandangan keliru terhadap Pancasila dan HAM telah menyesatkan arah reformasi konstitusi.


P4: Manifestasi Nyata HAM dalam Pancasila

Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) adalah bentuk paling konkret dari pengamalan HAM versi Indonesia. Di dalamnya, setiap sila dijabarkan menjadi nilai-nilai praktis yang melindungi martabat manusia.

Mari kita lihat sebagian di antaranya:

  • Sila Pertama: Menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama — bukankah ini wujud kebebasan beragama?
  • Sila Kedua: Mengakui kesetaraan derajat dan hak setiap manusia — bukankah ini inti HAM?
  • Sila Ketiga: Menghargai keanekaragaman bangsa — bukankah ini penghormatan terhadap identitas manusia?
  • Sila Keempat: Mengedepankan musyawarah mufakat — bukankah ini bentuk demokrasi yang manusiawi?
  • Sila Kelima: Menegakkan keadilan sosial dan menolak eksploitasi — bukankah ini esensi HAM ekonomi dan sosial?

Dengan demikian, P4 sejatinya adalah wujud HAM yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila, bukan dari ideologi sekuler Barat.


Kebisuan MPR dan Kebutuhan Klarifikasi

Ironisnya, MPR justru diam terhadap pernyataan Jakob Tobing. Padahal, sebagai lembaga yang seharusnya menjaga kemurnian konstitusi dan ideologi negara, MPR wajib mengklarifikasi pandangan yang menyesatkan publik tersebut.

Jika dibiarkan, hal ini akan terus mengaburkan pemahaman masyarakat bahwa Pancasila adalah sumber dari seluruh norma hukum, termasuk norma HAM. MPR seharusnya menegaskan kembali keberlakuan Tap MPR No. I/MPR/2003 tentang P4 yang memuat nilai-nilai kemanusiaan universal berbasis Ketuhanan.


Kesimpulan: Mengembalikan Pancasila Sebagai Roh Konstitusi

Pernyataan Jakob Tobing bahwa UUD 1945 tidak mengandung HAM adalah kesalahan konseptual serius. Ia mencerminkan ketidaktahuan terhadap hakikat Pancasila sebagai dasar filosofis negara.

Bangsa ini harus berani menuntut MPR untuk:

  1. Mengembalikan Pancasila sebagai acuan utama dalam setiap perubahan konstitusi.
  2. Menghidupkan kembali P4 sebagai pedoman praktis kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Menghapus konsep “Empat Pilar” yang justru memecah kesatuan makna Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Jika Pancasila terus dikesampingkan, maka konstitusi bangsa ini akan kehilangan jiwanya. Dan ketika itu terjadi, kita bukan hanya kehilangan arah hukum — kita kehilangan Indonesia yang sejati, yang diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Swasembada Pangan: Dari Janji Politik ke Integrasi Kebijakan Nyata

Next Post

IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER

IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER

Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

Menghibahkan Milik Negara kepada Negara — Tipu Daya Surya Darmadi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...