• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Swasembada Pangan: Dari Janji Politik ke Integrasi Kebijakan Nyata

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 13, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Swasembada Pangan: Dari Janji Politik ke Integrasi Kebijakan Nyata
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Integrasi adalah tindakan menyatukan komponen yang lebih kecil ke dalam satu sistem yang berfungsi sebagai satu kesatuan utuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi berarti pembaruan hingga tercapainya kesatuan yang bulat. Dalam konteks kebijakan pangan, integrasi menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan pangan yang sinergis, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan, pembangunan pangan harus diarahkan untuk mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional. Namun, cita-cita tersebut hanya bisa diwujudkan jika Indonesia terlebih dahulu mampu mencapai swasembada pangan. Tanpa swasembada, semua jargon ketahanan dan kedaulatan pangan hanya akan menjadi retorika kosong.

Sejak dilantik sebagai Presiden RI periode 2024–2029, Prabowo Subianto tampak menaruh perhatian serius pada isu swasembada pangan. Wajar, sebab dalam masa kampanye, pasangan Prabowo–Gibran menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas nasional. Kini, ketika mandat rakyat telah digenggam, Presiden Prabowo memahami bahwa pembangunan pangan adalah “harga mati” yang harus segera diwujudkan.

Pertanyaannya, mengapa Presiden Prabowo lebih menekankan swasembada pangan ketimbang ketahanan, kemandirian, atau kedaulatan pangan? Jawabannya sederhana namun strategis: swasembada adalah prasyarat bagi terwujudnya tiga konsep lainnya. Tanpa peningkatan produksi yang signifikan, tidak akan ada ketahanan; tanpa ketahanan, mustahil mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan.

Kata kunci dari swasembada pangan adalah produksi — peningkatan produksi yang nyata, bukan sekadar wacana. Karena itu, pemerintah perlu mengutamakan program penggenjotan produksi dan produktivitas melalui perluasan lahan tanam, intensifikasi pertanian, serta percepatan musim tanam.

Kementerian Pertanian pun telah mengusulkan tambahan anggaran besar untuk:

  • Optimasi lahan seluas 851 ribu hektare,

  • Pencetakan sawah baru 225 ribu hektare,

  • Pompanisasi lahan tadah hujan 500 ribu hektare,

  • Pemanfaatan lahan potensial bersama Kementerian PUPR 300 ribu hektare,

  • Program tumpang sisip padi gogo di area perkebunan dan sawit seluas 300 ribu hektare.

Namun, swasembada pangan bukan tugas satu kementerian saja. Ia adalah kebijakan lintas sektor yang menuntut integrasi kebijakan dari berbagai Kementerian, Badan, dan Lembaga terkait — ditopang pula oleh partisipasi dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Koordinasi lintas sektor inilah yang menentukan keberhasilan. Tanpa integrasi kebijakan yang kuat, program besar ini berisiko berjalan parsial, tumpang tindih, bahkan gagal mencapai sasaran. Karena itu, sedari awal harus ada desain koordinasi, sinergi, dan kolaborasi yang utuh, holistik, serta komprehensif.

Secara teknis, Kementerian Pertanian tentu menjadi ujung tombak pelaksana di lapangan. Tak heran jika hanya beberapa hari setelah pelantikan, Menteri Pertanian langsung mengadakan pertemuan dengan Menteri BUMN, Menko Bidang Pangan, dan Menteri PUPR untuk menyusun langkah percepatan swasembada pangan. Langkah semacam ini patut dicontoh oleh kementerian lain yang juga memegang program lintas sektor.

Swasembada pangan harus dikeroyok bersama — tidak mungkin hanya dikerjakan satu instansi. Karena itu, integrasi kebijakan menjadi kunci utama yang menentukan apakah cita-cita besar ini akan menjadi kenyataan atau sekadar jargon politik.

Idealnya, sejak tahap perencanaan, Kemenko Bidang Pangan, Bappenas, dan Badan Pangan Nasional duduk bersama menyusun peta jalan pencapaian swasembada pangan secara teknokratik dan partisipatif. Setelah rancangan matang, barulah dilanjutkan dengan pelaksanaan di lapangan yang terukur dan terintegrasi.

Jika hal ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka harapan Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan dalam beberapa tahun ke depan bukan lagi sebatas bahasa politik, melainkan akan menjadi bahasa realitas.

Semoga menjadi bahan pencermatan kita bersama.
(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Para Termul Itu Seolah-Olah Masih Merasa Bahwa Presiden RI Adalah Jokowi?

Next Post

Menjawab Pernyataan Menyesatkan Jakob Tobing: “UUD 1945 Tidak Ada HAM”

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Menjawab Pernyataan Menyesatkan Jakob Tobing: “UUD 1945 Tidak Ada HAM”

Menjawab Pernyataan Menyesatkan Jakob Tobing: “UUD 1945 Tidak Ada HAM”

IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER

IJAZAH PALSU: AKHIR DARI DINASTI JOKOWI — GAME OVER

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...