• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Mengungkap Tabir Konspirasi: Megawati ~ Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
October 3, 2024
in Crime, Feature, Politik
0
Serangan Iran ke Israel: Manifestasi Keadilan dan Solidaritas Internasional
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dinamika politik Indonesia, sebuah istilah yang terus menjadi sorotan adalah “petugas partai”, yang secara implisit menyiratkan loyalitas total kepada partai politik tertentu, mengesampingkan kepentingan rakyat. Ungkapan ini pertama kali mendapat perhatian luas ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai petugas partai oleh Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, partai pengusungnya. Istilah ini mengundang pertanyaan mendalam tentang posisi presiden di dalam tatanan politik, dan sejauh mana kebijakan negara diarahkan bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan untuk mengamankan kekuasaan partai.

Dalam konteks ini, Faizal Assegaf, seorang pengamat politik yang sering memberikan pandangan kritis terhadap rezim Jokowi, memaparkan pandangannya mengenai konspirasi antara Megawati, Jokowi, dan PDIP yang mengakibatkan degradasi tatanan bernegara. Dalam opininya, ia menegaskan bahwa Jokowi bukan hanya seorang pemimpin yang gagal membawa perubahan signifikan, tetapi juga merupakan produk unggulan dari kepemimpinan Megawati dan PDIP.

Petugas Partai: Produk Kejahatan Politik?

Faisal Assegaf tidak ragu menyebut Jokowi sebagai produk unggulan dari PDIP, di mana Megawati berperan sebagai sosok yang membentuk serta membimbing Jokowi menjadi “petugas partai” yang loyal. Petugas partai ini, menurut Assegaf, bukanlah sosok yang bekerja untuk kesejahteraan rakyat, melainkan seseorang yang ditugasi untuk menjalankan agenda politik yang lebih besar, yakni melanggengkan kekuasaan dan melindungi kepentingan elite partai.

Dalam pandangan Assegaf, kejahatan tatanan bernegara di bawah Jokowi adalah cerminan dari produk politik yang dikendalikan oleh Megawati. Setiap kebijakan yang dibuat bukanlah untuk kemajuan bangsa, melainkan untuk memperkuat posisi partai dan tokoh-tokoh yang berada di lingkaran kekuasaan. Lebih dari itu, Jokowi, dalam posisi sebagai petugas partai, dianggap menutup mata terhadap korupsi yang merajalela, serta membiarkan terjadinya penyelewengan kekuasaan dalam setiap tingkatan pemerintahan.

Tugas Petugas Partai: Membegal Demokrasi

Faizal Assegaf juga menyoroti bahwa tugas utama petugas partai seperti Jokowi adalah membegal demokrasi dengan cara menghalangi calon-calon kepala daerah yang potensial dan berintegritas untuk maju dalam pilkada. Hal ini dilakukan dengan mengutamakan calon-calon yang berasal dari lingkaran dekat PDIP atau yang memiliki afiliasi kuat dengan partai tersebut. Dalam hal ini, partai tidak lagi berfungsi sebagai instrumen demokrasi yang memungkinkan kompetisi politik yang sehat, melainkan menjadi alat untuk mengontrol seluruh proses politik demi mempertahankan kekuasaan.

Bagi Assegaf, pembegalan calon kepala daerah yang baik bukan hanya merusak sistem demokrasi, tetapi juga menghancurkan harapan rakyat akan hadirnya pemimpin yang jujur dan kompeten di tingkat lokal. Proses ini memperlihatkan bagaimana mekanisme politik dipelintir untuk kepentingan partai, sehingga harapan rakyat untuk mendapatkan pemimpin yang mampu membawa perubahan kerap kali terkhianati.

Konspirasi Gibran dan Konsolidasi Kekuasaan

Faizal Assegaf juga menyoroti bahwa salah satu fokus utama Jokowi sebagai petugas partai adalah memastikan kelangsungan dinasti politiknya melalui Gibran Rakabuming Raka, putra sulungnya yang kini terjun ke dunia politik. Menurut Assegaf, upaya Jokowi dalam mencari pekerjaan bagi Gibran adalah bagian dari skema yang lebih besar untuk memperkuat posisi keluarganya dalam kancah politik nasional. Dalam hal ini, Megawati dan PDIP dianggap turut mendukung dan mendorong Gibran, menjadikannya bagian dari strategi jangka panjang untuk melanggengkan kekuasaan partai di berbagai tingkatan.

Assegaf juga menggarisbawahi bahwa tugas Jokowi bukan hanya untuk Gibran, tetapi juga untuk memastikan peta politik nasional tetap dalam kendali PDIP. Salah satu tugas penting Jokowi, menurut pandangan Assegaf, adalah menjaga agar Puan Maharani, putri Megawati, tetap berada dalam posisi kunci, seperti Ketua DPR. Ini menunjukkan bahwa strategi konsolidasi kekuasaan tidak hanya terbatas pada Jokowi dan keluarganya, tetapi juga terkait erat dengan kepentingan keluarga besar Megawati dan PDIP.

Kepatuhan dan Kejahatan dalam Bernegara

Menurut Faisal Assegaf, konspirasi yang terjadi di antara Jokowi, Megawati, dan PDIP telah menjadikan tatanan bernegara dipenuhi dengan kejahatan politik. Jokowi, sebagai petugas partai, dianggap patuh dan tunduk pada agenda-agenda yang diinstruksikan oleh Megawati. Kepatuhan ini, dalam pandangan Assegaf, adalah kepatuhan terhadap kejahatan yang menghancurkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan sosial, dan kesejahteraan rakyat.

Megawati dianggap sebagai aktor utama di balik semua keputusan besar yang diambil oleh Jokowi selama menjabat sebagai presiden. Dalam penglihatan Assegaf, peran Jokowi hanyalah sebagai eksekutor dari kehendak politik Megawati, yang pada akhirnya bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan PDIP dalam panggung politik Indonesia.

Kesimpulan

Tulisan Faisal Assegaf ini secara jelas mencoba mengungkap tabir konspirasi antara Megawati, Jokowi, dan PDIP, yang menurutnya bertanggung jawab atas berbagai kebijakan yang merugikan rakyat dan mengorbankan integritas sistem politik di Indonesia. Jokowi, sebagai petugas partai, bukanlah sosok yang memperjuangkan kepentingan rakyat, melainkan instrumen politik untuk menjalankan agenda kekuasaan Megawati dan PDIP.

Dengan narasi ini, Assegaf mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap kepemimpinan Jokowi dan mengamati bagaimana demokrasi dipelintir untuk kepentingan elite partai. Dalam kesimpulannya, ia menegaskan bahwa rakyat Indonesia harus sadar akan konspirasi ini dan bersatu untuk menolak segala bentuk manipulasi politik yang bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi Terancam: DR. Habib Rizieq Shihab Gugat Perbuatan Melawan Hukum!

Next Post

Anies Baswedan punya Kenangan tak Terlupakan Dari Marissa Haque

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Anies Baswedan punya Kenangan tak Terlupakan Dari Marissa Haque

Anies Baswedan punya Kenangan tak Terlupakan Dari Marissa Haque

Tanggapan Presiden Jokowi Tentang Rencana PDIP Untuk Beroposisi Lawan Pemerintah

Presiden Perintahkan Menlu Segera Evakuasi WNI di Lebanon

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist