• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

MENJAWAB PANEN DI MUSIM HUJAN

by
January 12, 2025
in Economy, Feature
0
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Menjelang tibanya panen raya padi, perbincangan soal gabah, kini mulai menghangat. Terlebih bila ditengarai panen raya musim ini seiring dengan datangnya musim hujan. Panen di musim hujan, tentu akan bermasalah terhadap kualitas gabah petani. Dengan kapasitas yang terbatas, petani akan kesusahan untuk memperoleh gabah sesuai persyaratan yang ditentukan.

Di kalangan petani, saat ini muncul diskusi tentang bagaimana psnen di musim hujan akan mampu mengeringkan gabah hasil panennya, jika tidak ada sinar matahari. Di lain pihak teknologi pengeringan yang terbari belum dimiliki para petani. Kalau pun ada teknologi pengeringan, jumlahnya sangat terbatas, sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan petani.

Sebagian besar petani, saat panen tiba mereka akan menjual hasil panennya dalam bentuk gabah kering panen (GKP). Rata-rata mereka akan menjual seluruh hasil panennya, tanpa ada yang disimpan dalam lumbung. Sekarang lumbung padi sudah memudar karismanya, dan semakin tidak popuker dalam kehidupan masyarakat petani.

Bila panen berlangsung di musim hujan, petani cenderung akan mengeluhkan gabahnya yang sulit dikeringkan, terutama dalam memenuhi kadar air yang ditetapkan. Dengan kadar air yang tinggi karena sinar matahari tidak ada dan teknologi pengeringan yang terbatas jumlahnya, tentu saja membuat kualitas gabah yang dihasilkan sulit mendapat harga wajar, sehingga petani untung.

Kadar air adalah jumlah air yang terkandung dalam suatu benda, seperti bahan pangan, tanah, bebatuan, dan sebagainya. Kadar air dinyatakan dalam persen (%) pada kisaran skala 0-100.
Kadar air merupakan salah satu parameter penting untuk menentukan kualitas bahan pangan. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan bakteri, kapang, dan khamir berkembang biak, sehingga struktur bahan pangan akan berubah.

Pentingnya menentukan kadar air dalam bahan pangan, antara lain:
untuk memastikan penanganan yang tepat dalam pengolahan dan pendistribusian; untuk menentukan kualitas masa simpan bahan pangan
dan untuk menentukan kesegaran dan daya tahan bahan pangan Kadar air dapat ditentukan dengan cara mengurangi berat suatu bahan yang dipanaskan pada suhu pengujian

Kadar air gabah kering panen (GKP) umumnya berkisar antara 21–26%. Kadar air gabah yang tinggi dapat dipengaruhi oleh kelembapan udara saat musim hujan dan kemarau. Kadar air gabah merupakan salah satu faktor yang menentukan proses penggilingan dan penyimpanan gabah. Kadar air juga memengaruhi harga jual gabah di tingkat petani.

Syarat mutu gabah kering panen berdasarkan kelas mutu, yaitu:
– Kelas mutu Premium: kadar air maksimal 22%
– Kelas mutu Medium I: kadar air maksimal 25%
– Kelas mutu Medium II: kadar air maksimal 30%
Gabah kering panen (GKP) dikeringkan menjadi gabah kering giling (GKG) dengan kadar air maksimal 14%.

Gabah dengan kadar air 14% merupakan standar mutu gabah yang baik untuk: mengurangi risiko kerusakan dan pertumbuhan jamur;
menghindari kehilangan nutrisi dan flavor; menghemat biaya dan waktu dan
mengurangi kehilangan gabah. Manfaat yang dapat diambil dengan kadar air 14% diantaranya meningkatkan kualitas beras; mengurangi risiko kerusakan;
meningkatkan efisiensi pengolahan;
menghemat biaya produksi dan
meningkatkan nilai jual.

Kadar air gabah kering giling (GKG) yang maksimal adalah 14%. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan beras yang dihasilkan memiliki banyak butir patah dan menir.  Kadar air gabah merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas gabah dan beras. Kadar air yang tinggi dapat membuat gabah rentan terhadap serangan jamur, bakteri, dan mikroorganisme.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhi kadar air gabah:
varietas gabah, tipe gabah, butiran gabah, butir mengapur, teknik budidaya dan pengeringan. Untuk mendapatkan kadar air yang sesuai, gabah kering panen (GKP) dapat dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga kadar airnya mencapai 14-15%.

Agar mendapatkan kualitas yang diharapkan, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut : pengeringan sebaiknya digunakan mesin pengering atau sinar matahari. Penyimpanan digunakan gudang kering dan ventilasi baik. Pemantauan diperiksa kadar air secara teratur. Dan pengolahan dilakukan sortasi dan pembersihan.

Panen raya padi di musim hujan, mestinya dapat kita hindari. Kalau pun kita ngotot ingin melakukannya, yang namanya teknologi pengering gabah sudah dimiliki para petani. Pemerintah, mestinya jangan hanya memfokuskan pada upaya peningkatan produksi semata. Sudah saatnya Pemerintah memberikan bansos Alsintan untuk kegiatan paska panen.

Hal seperti ini, tentu perlu gerak cepat. Tidak boleh lagi menggunakan prinsip “alon-alin asal kelakon”. Pemerintah penting membangun kesadaran baru dalam upaya pencapaian swasembada pangan. Selain strategisnya penanganan peningkatan produksi, penanganan paska panen pun butuh perhatian serius.

Hal ini penting diingatkan, mengingat kehilangan paska panen padi, terekam semakin membengkak persentasenya, sehingga dibutuhkan penanganan sesegera mungkin. Persoalannya semakin menjelinet ketika panen pun berlangsung di musim hujan. Petani tentu butuh pendampungan. Setidaknya, Pemerintah hadir di tengah kesulitan mereka. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tercium Bau Kolusi dari Sikap Pemerintah yang Enggan Membongkar Pagar Laut di Tangerang

Next Post

Adagium 100 Hari Kerja: Kinerja Fiktif Alat Pencitraan

Related Posts

Feature

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo
Feature

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik
Feature

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026
Next Post
PDIP: Besok Pasangan Pramono-Rano Daftar ke KPU

Adagium 100 Hari Kerja: Kinerja Fiktif Alat Pencitraan

Beberapa Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan

Beberapa Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran
Feature

Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran

by Karyudi Sutajah Putra
June 20, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - "Dak gendong ke mana-mana. Dak gendong ke...

Read more
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026

PRABOWO DAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

June 20, 2026
An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

June 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

METAMORFOSA MAFIA PERADILAN MENJADI MAFIA HUKUM (Ketika Pemberantasan Kalah Cepat dibandingkan Pertumbuhan Kanker Hukum)

June 20, 2026
Penangkapan Pangeran Roy Suryo

Penangkapan Pangeran Roy Suryo

June 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...