• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Tercium Bau Kolusi dari Sikap Pemerintah yang Enggan Membongkar Pagar Laut di Tangerang

Ali Syarief by Ali Syarief
January 12, 2025
in Crime, Feature
0
Pemerintah Akan Segel Pagar Laut Misterius Sepanjang 30 KM di Perairan Tangerang
Share on FacebookShare on Twitter

Tangerang – Sikap pemerintah yang enggan segera membongkar pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di Tangerang menimbulkan kecurigaan publik. Berbagai alasan yang dikemukakan, mulai dari prosedur penyegelan hingga penyelidikan pihak yang bertanggung jawab, seolah menjadi tameng untuk menunda tindakan konkret. Padahal, dampak keberadaan pagar tersebut terhadap ribuan nelayan dan ekosistem pesisir sangat nyata. Apakah ini sekadar persoalan administratif, atau ada kolusi yang bermain di balik layar?

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut bahwa pagar laut ini harus melalui prosedur penyegelan sebelum dibongkar. Selanjutnya, penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab. Namun, narasi ini justru menimbulkan kesan bahwa pemerintah lebih memilih bermain aman daripada bertindak tegas. Ketika pelanggaran terhadap ruang laut dan ketidakadilan terhadap masyarakat pesisir sudah jelas terlihat, mengapa perlu menunggu waktu lebih lama?

Proyek Reklamasi yang Terselubung?

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, dalam berbagai kesempatan sering menyoroti proyek reklamasi sebagai rencana yang dirancang matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk melibatkan jaringan kekuasaan. Dugaan ini semakin relevan jika melihat bagaimana pemerintah cenderung lamban dalam merespons keberadaan pagar laut yang jelas-jelas melanggar aturan. Pagar laut tersebut diduga dipasang tanpa izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL), sebuah pelanggaran serius yang seharusnya ditindak tegas.

Proyek-proyek besar seperti reklamasi sering kali tidak muncul secara spontan. Ia lahir dari kajian yang melibatkan kepentingan ekonomi, politik, dan kelompok tertentu. Jika pagar laut ini benar merupakan bagian dari proyek reklamasi terselubung, maka keberadaannya bukanlah sekadar pelanggaran administratif, melainkan upaya sistematis untuk menguasai ruang laut demi keuntungan segelintir pihak. Dugaan ini semakin kuat mengingat proyek serupa sudah menjadi isu besar sejak era Presiden Jokowi.

Warisan Era Jokowi

Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, proyek-proyek infrastruktur berskala besar menjadi prioritas. Meski membawa dampak positif pada beberapa sektor, pendekatan ini juga menimbulkan berbagai persoalan, termasuk dugaan penyimpangan dan pengabaian kepentingan masyarakat kecil. Pagar laut di Tangerang, yang berdampak langsung pada 3.888 nelayan dan 500 penangkar kerang, menjadi salah satu contoh nyata. Apakah proyek ini merupakan warisan kebijakan era Jokowi yang terus berjalan tanpa pengawasan ketat?

Tidak dapat dimungkiri, reklamasi kerap menjadi ladang subur bagi praktik kolusi dan nepotisme. Keputusan-keputusan strategis yang diambil sering kali didasarkan pada keuntungan politik dan ekonomi jangka pendek, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi masyarakat pesisir dan lingkungan. Sikap pemerintah yang lambat dalam menangani persoalan pagar laut ini seolah menjadi indikator bahwa kebijakan tersebut tidak sepenuhnya bebas dari campur tangan kepentingan tertentu.

Menggugat Keberpihakan Pemerintah

Ketidakjelasan sikap pemerintah dalam membongkar pagar laut ini semakin mempertegas pertanyaan tentang keberpihakan mereka. Jika alasan yang diberikan hanya berkutat pada prosedur dan penyelidikan, maka publik berhak mencurigai adanya upaya untuk melindungi pihak-pihak tertentu. Keberadaan pagar ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mencerminkan ketidakadilan struktural yang terus berulang.

Sebagai penegak hukum di ruang laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan seharusnya bertindak lebih tegas dan transparan. Penyegelan saja tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Dibutuhkan langkah konkret berupa pembongkaran pagar dan penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab. Tanpa itu, pemerintah hanya akan memperkuat dugaan bahwa ada kolusi yang melindungi kepentingan segelintir elit di balik proyek ini.

Kesimpulan

Keberadaan pagar laut di Tangerang bukan sekadar persoalan teknis atau administratif. Ia adalah simbol dari persoalan yang lebih besar: praktik kolusi dan pengabaian terhadap hak masyarakat kecil. Sikap pemerintah yang enggan bertindak tegas hanya akan memperburuk kepercayaan publik terhadap integritas kebijakan negara. Jika benar bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana besar yang dirancang sejak era Jokowi, maka tanggung jawab moral dan politik pemerintah saat ini menjadi semakin besar. Membongkar pagar laut bukan hanya soal menegakkan aturan, tetapi juga soal membela keadilan dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pagar Laut di Tangerang Disegel, Pemerintah Telusuri Pihak yang Bertanggung Jawab

Next Post

MENJAWAB PANEN DI MUSIM HUJAN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
MEMPERKOKOH KEBERADAAN BADAN PANGAN NASIONAL

MENJAWAB PANEN DI MUSIM HUJAN

PDIP: Besok Pasangan Pramono-Rano Daftar ke KPU

Adagium 100 Hari Kerja: Kinerja Fiktif Alat Pencitraan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist