Setelah muncul laporan 69 orang pegawai pajak diduga terlibat tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan nilai hanya kisaran ratusan miliar rupiah kini muncul laporan terbaru terkait pergerakan uang mencurigakan senilai Rp 300 triliun rupiah
Jakarta – Fusilatnews – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Ketua Tim Pengendalian Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Mahfud MD mendapatkan laporan adanya pergerakan uang mencurigakan sebesar Rp 300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pergerakan uang tersebut sebagian besar di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
“Saya sudah dapat laporan yang pagi tadi, terbaru malah ada pergerakan mencurigakan sebesar Rp 300 triliun di lingkungan Kementerian Keuangan yang sebagian besar ada di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai, itu yang hari ini,” katanya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (8/3).
Mahfud sebagai Ketua Tim Pengendalian Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mengaku sudah menyerahkan laporan adanya transaksi janggal di Kemenkeu, di luar kasus Rafael Alun Trisambodo.
“Kemarin ada 69 orang dengan nilai hanya enggak sampai triliunan, (hanya) ratusan miliar. Sekarang, hari ini, sudah ditemukan lagi kira-kira Rp 300 triliun. Itu harus dilacak. Dan saya sudah sampaikan ke Ibu Sri Mulyani. PPATK juga sudah menyampaikan,” tegasnya.
Terkait dengan transaksi janggal eks Kepala Bagian Umum Ditjen Pajak Jakarta Selatan Rafael Alun Trisambodo yang mencapai Rp 500 miliar,
Mahfud mengungkapkan sudah diselisik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Iya sudah, sudah pertama KPK sudah mulai menyelisik satu-satu,” tandasnya.
Bersih -bersih di kementerian keuangan merupakan buntut kasus Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat eselon III Ditjen Pajak Kementerian Keuangan yang memiliki harta sebesar Rp 56,1 ,milyar. Kekayaan yang dianggap tak wajar ini memicu sorotan publik saat anaknya yang suka pamer kendaraan mewah ditangkap polisi karena kasus penganiayaan berat.
Kasus kekayaan tak wajar Rafael Alun Trisambodo berbuntut menyeret nama-nama pegawai pajak lain.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah memeriksa satu pegawai Ditjen Pajak yang akan diminta klarifikasi terkait harta kekayaannya.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan mengatakan, pemeriksaan terhadap pegawai pajak ini dilakukan untuk melihat bagaimana pola ‘geng’ di lingkungan Ditjen Pajak.
Menurutnya, Rafael Alun Trisambodo memang memiliki banyak teman di lingkungan Ditjen Pajak. KPK kemudian mengendus terdapat pola yang digunakan kelompok tersebut dalam menyamarkan kekayaan mereka.


























