• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
April 15, 2025
in Feature, Politik
0
Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Salah se-oang tokoh yang ikut muhibah ke Jogya ~ Solo, Damai hari Lubis, mengabarkan kepada fuslitanews, kejadian di  toll Cikopo;  Bus kami “terhalang” ada insidens di tol Cikopo-Palimanan (km 182).  Menurut goegel map, 6 jam lagi sampai ke Jogja, sedangkan kami ditungu. pihak ugm jam 8. Kabarnya akibat insiden ini 3 meningal, luka 7 orang, yg ada lewat hanya ambulan 2 tanpa terlihat mbl kerek (?).

Di jalan tol Cikopo-Palimanan, tepatnya di kilometer 182, bus kami tertahan. Menurut Google Maps, setidaknya enam jam lagi kami akan tiba di Yogyakarta, padahal pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menunggu kami pukul delapan pagi. Situasi di tol cukup menggelisahkan: dikabarkan ada insiden kecelakaan maut—tiga meninggal dunia, tujuh lainnya luka-luka. Anehnya, hanya dua ambulans melintas, dan belum tampak satu pun mobil derek. Kami bertanya-tanya dalam diam: ada apa sebenarnya?

Namun bukan hanya lalu lintas yang membuat perjalanan ini terasa ganjil. Kami, Tim Pencari Urusan Akademik (TPUA), tengah dalam misi—misi kebenaran. Tujuan kami: Yogyakarta dan Solo. Lebih spesifik lagi, menyusuri jejak akademik Presiden Joko Widodo yang belakangan kembali diterpa isu lama: dugaan ijazah palsu.

Sebuah Misi, Sebuah Tuduhan Lama

Isu mengenai keaslian ijazah Jokowi memang bukan kabar baru. Namun ia tak pernah benar-benar sirna, seolah menjadi bayangan yang mengikuti sang presiden ke mana pun ia melangkah. Beberapa waktu lalu, dokumen gugatan hukum terhadap keabsahan ijazah itu ditolak oleh pengadilan dengan alasan yang banyak dinilai publik sebagai formalistis dan terkesan menghindar dari substansi.

Namun belakangan ini, isu tersebut kembali mencuat setelah munculnya sejumlah kesaksian dan investigasi baru yang menyebutkan adanya kejanggalan dalam data akademik Jokowi semasa kuliah di Fakultas Kehutanan UGM. TPUA tidak ingin menuduh, apalagi memvonis. Kami hanya ingin menyusun fakta dan menelusuri jejak.

Kenapa Harus Sekarang?

Karena rakyat berhak tahu siapa pemimpinnya sebenarnya. Ketika segala hal yang menyangkut kredibilitas akademik seorang kepala negara menjadi rahasia yang dilindungi begitu kuat, bahkan dengan pengabaian atas hak publik untuk tahu, maka demokrasi sedang dalam bahaya.

Momen ini pun terasa mendesak. Setelah pemilu usai, wacana tentang Jokowi sebagai “king maker” atau bahkan calon pemegang kendali kekuasaan di balik layar kian nyaring terdengar. Bagaimana mungkin seseorang yang belum tuntas menjelaskan hal mendasar seperti riwayat akademiknya dibiarkan mengatur arah bangsa ke depan?

Tol yang Macet, Negara yang Mandek

Di tengah kebekuan arus di tol Cipali, pikiran kami justru mengalir ke arah yang lain: barangkali ini bukan hanya soal kecelakaan. Barangkali ini adalah simbol—tentang bagaimana kebenaran di negeri ini pun seringkali macet di tengah jalan. Apakah perjalanan kami ini hanya akan menjadi bagian dari daftar panjang usaha rakyat yang dibuntukan oleh sistem?

Aneh, ketika yang lewat hanya ambulans, dan mobil derek belum tampak. Dalam hati kami bertanya: apakah hanya infrastruktur jalan yang lamban ditangani, ataukah ini cerminan dari sistem hukum yang juga tak sigap saat kebenaran ingin lewat?

Jogja dan Solo: Dua Kota, Dua Simbol

Yogyakarta adalah kota ilmu, tempat UGM berdiri sebagai simbol kredibilitas akademik. Di sanalah kami berharap bisa mengonfirmasi langsung: apakah benar Jokowi pernah menjadi mahasiswa resmi, apakah dokumen-dokumen yang ada benar-benar autentik? Kami akan mendatangi fakultas, menemui dosen lama, hingga alumni sezaman jika memungkinkan.

Solo adalah kampung halaman Jokowi. Di sana, jejak masa lalunya tersimpan dalam bentuk yang lebih sosial: tetangga, teman sekolah, para guru di SMAN 6. Di kota ini kami ingin menelusuri jenjang sebelumnya sebelum ia “menjadi mahasiswa UGM” seperti yang diklaim.

Kesimpulan Sementara: Kami Tak Akan Berhenti

Meski perjalanan ini terhambat oleh insiden yang belum jelas penyelesaiannya, kami yakin satu hal: kebenaran tidak akan macet. Kami akan terus bergerak, menjelajah, menelisik. Karena rakyat berhak tahu siapa pemimpinnya. Karena ijazah bukan sekadar selembar kertas—ia adalah simbol integritas dan kejujuran seorang pemimpin.

Dan jika benar kecurigaan itu, jika dugaan pemalsuan ijazah itu sahih, maka sejarah akan mencatat bahwa bangsa ini pernah dibohongi oleh simbol kekuasaannya sendiri.


Yogyakarta masih jauh. Tapi semangat kami sudah sampai di sana. Kebenaran sedang menuju—meski harus melewati kemacetan, manipulasi, dan upaya pengaburan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Singapura Longgarkan Kebijakan Moneter, untuk pacu pertumbuhan Ekonomi dan cegah Ekonomi Tumbuh tumbuh 0 Persen

Next Post

An Invitation to Hijrah to Indonesia: A Noble Solution from the Indonesian Nation for the People of Palestine

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Pulau untuk Palestina: Gagasan Kemanusiaan yang Layak Diperjuangkan

An Invitation to Hijrah to Indonesia: A Noble Solution from the Indonesian Nation for the People of Palestine

Pemerintah Larang TKI Bekerja di Myanmar, Kamboja dan Thailand

Pemerintah Larang TKI Bekerja di Myanmar, Kamboja dan Thailand

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist