• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menyelamatkan Jantung Pangan: Saatnya Negara Membela Penggilingan Padi Kecil

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 3, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Menyelamatkan Jantung Pangan: Saatnya Negara Membela Penggilingan Padi Kecil
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Banyak media sosial memberitakan pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menyelamatkan penggilingan padi kecil yang selama ini kalah bersaing dengan penggilingan besar. Menurutnya, penutupan penggilingan kecil memang fenomena lama, namun justru menjadi dasar bagi penataan ulang struktur pasar beras nasional.

Saat ini terdapat sekitar 161 ribu penggilingan padi kecil di Indonesia dengan kapasitas total mencapai 116 juta ton per tahun—angka yang bahkan melampaui total produksi gabah nasional yang hanya 65 juta ton. Sementara itu, penggilingan menengah dan besar yang bermunculan dalam dua dekade terakhir memiliki kapasitas sekitar 50 juta ton per tahun, sehingga menimbulkan ketimpangan daya saing yang tajam.

“Kalau kapasitas 116 juta ton, sementara produksi padi hanya 65 juta ton, ya idle,” ujar Amran. Karena itu, pemerintah menyiapkan intervensi agar penggilingan kecil tetap hidup. Sebagai perbandingan, penggilingan besar mampu membeli gabah seharga Rp 6.700–7.000 per kilogram, sedangkan penggilingan kecil hanya sanggup di Rp 6.500 per kilogram.


Ironi di Tengah Ketimpangan

Penggilingan padi kecil kini banyak yang gulung tikar. Isu beras oplosan menambah ketidakpastian pasar, membuat para penggiling kecil khawatir terhadap reputasi dan kepercayaan konsumen. Ditambah lagi kebijakan pemerintah yang menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp 6.500 per kilogram, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tetap di Rp 12.500 per kilogram, membuat margin usaha mereka semakin tipis.

Dalam situasi seperti ini, penggilingan kecil tidak hanya kalah modal, tetapi juga kalah akses, kalah pasar, bahkan kalah dalam hal kepercayaan publik. Persaingan yang kian ketat dengan penggilingan besar membuat mereka sulit bertahan.

Akibatnya, sekitar 40 persen penggilingan padi di Indonesia dilaporkan telah tutup. Di Karawang, Jawa Barat, misalnya, 10 dari 23 penggilingan kecil memilih menutup usaha karena takut terseret kasus beras oplosan.


Langkah Pemerintah: Niat Baik yang Masih Tertatih

Pemerintah sebenarnya telah mengambil beberapa langkah untuk mendukung penggilingan padi dan petani:

  1. Penetapan HPP Gabah. Pemerintah menetapkan HPP gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram untuk melindungi petani dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
  2. Kerja Sama dengan PERPADI. Pemerintah bekerja sama dengan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) untuk menyerap hasil produksi dalam negeri.
  3. Penyerapan Gabah oleh Bulog. Perum Bulog menargetkan penyerapan 2,5–3 juta ton setara beras guna menjaga stabilitas harga dan stok nasional.
  4. Pengembangan Infrastruktur. Pembangunan sentra penggilingan modern untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas beras.
  5. Dukungan bagi Petani. Penyediaan sarana produksi serta kebijakan harga yang dianggap menguntungkan.

Namun, langkah-langkah ini belum menjawab akar persoalan. Ketimpangan struktur pasar masih dibiarkan, dan penggilingan kecil tetap berada di posisi paling rentan.


Menyelamatkan yang Kecil, Menyelamatkan yang Esensial

Penggilingan padi, baik besar maupun kecil, adalah urat nadi sistem pangan nasional. Menyelamatkan penggilingan kecil berarti menjaga keseimbangan ekosistem pangan, membuka ruang bagi kedaulatan ekonomi pedesaan, dan memastikan distribusi nilai tambah tidak hanya terserap oleh segelintir korporasi besar.

Untuk itu, sejumlah rekomendasi perlu segera dijalankan:

  1. Meningkatkan Efisiensi Produksi. Dorong penggilingan kecil mengadopsi teknologi yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
  2. Peningkatan Kualitas Beras. Standarisasi proses pengolahan agar mutu beras lokal dapat bersaing.
  3. Kemitraan dengan Petani. Bangun model kerja sama yang saling menguntungkan antara petani dan penggilingan kecil.
  4. Perbaikan Infrastruktur Desa. Akses jalan, listrik, dan gudang penyimpanan harus menjadi prioritas agar rantai pasok efisien.
  5. Dukungan Keuangan. Akses pembiayaan lunak dan kredit produktif bagi penggilingan kecil mutlak diperlukan.
  6. Pelatihan dan Pendidikan. Peningkatan kapasitas SDM agar mereka mampu beradaptasi dengan teknologi dan pasar baru.

Menyelamatkan penggilingan padi kecil bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga soal kedaulatan pangan dan keadilan sosial. Bila penggilingan kecil terus mati, maka pangan kita akan semakin dikuasai oleh segelintir pemain besar—dan petani kembali menjadi penonton di tanah sendiri.

Negara harus berpihak. Sebab membela penggilingan padi kecil berarti membela kehidupan di sawah, di desa, dan di meja makan rakyat Indonesia.


Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ANTARA MEGAWATI DAN SOEHARTO TENTANG AJARAN SOEKARNO

Next Post

Singapura Tetap Teraman di Dunia, Myanmar Salah Satu yang Paling Tidak Aman

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Singapura Tetap Teraman di Dunia, Myanmar Salah Satu yang Paling Tidak Aman

Singapura Tetap Teraman di Dunia, Myanmar Salah Satu yang Paling Tidak Aman

Menjaga Marwah DPR RI – Berani Menegur Dirinya Sendiri

Menjaga Marwah DPR RI - Berani Menegur Dirinya Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...