• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mimpi Besar, Fondasi Rapuh: Kritik terhadap Rencana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2025
in Feature, Layanan Publik
0
Mimpi Besar, Fondasi Rapuh: Kritik terhadap Rencana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Indonesia kembali memimpikan sebuah proyek raksasa: Kereta Cepat Jakarta–Surabaya (KCJS). Dalam semangat modernisasi, proyek ini digadang-gadang akan memangkas waktu tempuh antarkota menjadi sekitar 4 jam dari sebelumnya 10–12 jam. Namun sebelum kita larut dalam euforia ambisi pembangunan infrastruktur, ada baiknya kita berkaca pada “kakaknya”, Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB), yang hingga kini lebih banyak menyisakan tanda tanya ketimbang jawaban.

1. KCJB: Proyek Ngebut dengan Perencanaan yang Tertinggal

Proyek KCJB sejak awal dibungkus narasi kemajuan: alih teknologi, investasi asing, dan kebanggaan nasional. Namun realitanya berkata lain. Biaya membengkak dari Rp 86 triliun menjadi sekitar Rp 114 triliun. Proses pembangunannya pun molor jauh dari target awal, dan saat beroperasi, layanan Whoosh belum menunjukkan keunggulan signifikan sebagai moda transportasi rakyat. Tiket mahal, rute terbatas, dan stasiun yang tak terintegrasi dengan pusat kota membuat KCJB terasa seperti mainan mewah yang dipaksakan, bukan kebutuhan.

Apakah pemerintah telah mengevaluasi kegagalan perencanaan ini secara terbuka? Belum. Justru tanpa refleksi yang matang, kita kini disodori proyek yang jauh lebih besar: KCJS, dengan jarak hampir empat kali lipat dan tantangan geografis yang lebih kompleks.

2. KCJS: Dari Ambisi Menjadi Potensi Bencana Fiskal

Pemerintah memperkirakan bahwa biaya pembangunan KCJS bisa menembus Rp 300–400 triliun. Di tengah beban utang negara yang kian menumpuk dan kemampuan fiskal yang terbatas, keputusan untuk mendorong proyek ini patut dipertanyakan. Apakah urgensinya sebesar itu? Apakah kereta cepat benar-benar menjadi solusi terbaik untuk konektivitas Pulau Jawa?

Sebagian besar kota yang akan dilalui KCJS sudah terlayani cukup baik oleh jalur kereta eksisting dan jalan tol. Dengan revitalisasi jalur eksisting dan modernisasi armada, waktu tempuh sudah bisa ditekan dengan biaya jauh lebih murah. Maka, membangun KCJS hanya karena gengsi atau demi melegitimasi narasi “pembangunan tiada henti” adalah bentuk pemborosan yang tidak bertanggung jawab.

3. Pola Lama: Asing, Alih Teknologi, dan Kedaulatan Semu

Dalam KCJB, pemerintah menggandeng Tiongkok lewat skema BUMN dan pinjaman luar negeri. Alih teknologi yang dijanjikan pun tidak sepenuhnya terwujud; teknologi inti tetap dikuasai pihak asing. Jika pola ini diterapkan kembali dalam KCJS, Indonesia hanya akan menjadi pasar, bukan produsen dalam rantai nilai infrastruktur global. Kita membayar mahal untuk sesuatu yang tidak kita kuasai secara mandiri.

4. Perspektif Sosial: Infrastruktur untuk Siapa?

Kereta cepat bukan untuk rakyat kebanyakan. Harga tiket Whoosh berkisar Rp 250–350 ribu, hanya sedikit lebih murah dari pesawat dan lebih mahal dari kereta reguler. KCJS kemungkinan besar akan bernasib sama—layanan eksklusif untuk kalangan menengah ke atas dan ekspatriat. Lalu di mana letak keadilan sosial dalam proyek ratusan triliun ini?

Sementara itu, sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian—yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat—sering kali terabaikan atau dibatasi anggarannya. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa orientasi pembangunan kita lebih pada simbolisme elitis ketimbang pemenuhan hak dasar masyarakat.

5. Evaluasi Dulu, Bangun Belakangan

Rencana KCJS seharusnya dihentikan sementara, minimal hingga evaluasi menyeluruh atas KCJB dilakukan. Audit publik yang transparan diperlukan agar kita tidak jatuh ke lubang yang sama. Jangan sampai sejarah mencatat kita sebagai bangsa yang lebih mementingkan citra dibandingkan substansi.


Penutup: Saatnya Berpikir Ulang

Pembangunan bukan soal kecepatan, melainkan ketepatan. Indonesia tidak sedang kekurangan proyek besar; yang kita butuhkan adalah keberanian untuk mengatakan “tidak” pada proyek yang tidak berpihak pada rakyat. Kereta cepat Jakarta–Surabaya bisa menjadi proyek monumental, tapi tanpa landasan visi yang matang dan keberpihakan sosial yang jelas, ia tak lebih dari sekadar ambisi megalomaniak yang kelak bisa menjadi beban generasi mendatang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rakyat Jepang Tak Perlu Takut pada Polisi: Mengapa di Indonesia Sebaliknya?

Next Post

Danau Kecil di Iiyama: Ketika Alam, Infrastruktur, dan Kesadaran Masyarakat Berpadu Menciptakan Nilai Ekonomi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna
Birokrasi

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Next Post
Danau Kecil di Iiyama: Ketika Alam, Infrastruktur, dan Kesadaran Masyarakat Berpadu Menciptakan Nilai Ekonomi

Danau Kecil di Iiyama: Ketika Alam, Infrastruktur, dan Kesadaran Masyarakat Berpadu Menciptakan Nilai Ekonomi

Tokoh Muda Golkar: Abolisi Tom Lembong Bukti Prabowo Berani Ambil Risiko Demi Keadilan

Tokoh Muda Golkar: Abolisi Tom Lembong Bukti Prabowo Berani Ambil Risiko Demi Keadilan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist