• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Rakyat Jepang Tak Perlu Takut pada Polisi: Mengapa di Indonesia Sebaliknya?

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2025
in Cross Cultural, Feature
0
Mengapa Polisi  Osaka Tangkap Kakek 79 tahun  Penjual 290 DVD Porno?
Share on FacebookShare on Twitter

Iiyama – Di Jepang, anak-anak kecil tidak takut bertanya arah pada polisi. Di gang-gang kecil, pos polisi (kōban) menjadi tempat paling aman untuk berlindung, bukan lokasi yang dihindari. Di Jepang, kehadiran polisi menenangkan.

Sebaliknya di Indonesia, nama “polisi” kerap menghadirkan rasa waswas. Bukan hanya bagi pelanggar hukum, tapi bahkan bagi rakyat biasa yang taat aturan. Polisi tak lagi sekadar aparat penegak hukum, tapi telah menjelma jadi simbol kekuasaan yang sering kali mengancam, menekan, bahkan menyakiti.

Mengapa dua negara yang sama-sama demokratis bisa begitu berbeda dalam hal hubungan antara rakyat dan polisi?


Kepolisian Jepang: Melindungi Bukan Mengintimidasi

Sistem kepolisian Jepang bertumpu pada community-based policing. Dengan lebih dari 6.000 pos polisi (kōban) yang tersebar di seluruh negeri, polisi hadir bukan sebagai penjaga kekuasaan, tapi sebagai teman warga. Mereka mengenal nama-nama warga sekitar, memahami karakter lingkungan, dan menyelesaikan masalah dengan pendekatan manusiawi.

Polisi Jepang juga sangat jarang menggunakan senjata api. Menurut data tahun 2022, dalam satu tahun hanya terjadi dua kali penembakan oleh polisi di seluruh Jepang. Bandingkan dengan Indonesia, di mana tembakan “peringatan” sering menjadi tragedi.

Kedisiplinan, pelatihan etika, dan akuntabilitas internal yang kuat menjadikan polisi Jepang sebagai institusi yang dipercaya. Mereka bukan alat politik, bukan aktor bisnis, dan bukan pelindung elite.


Kepolisian Indonesia: Dari Alat Kekuasaan ke Simbol Ketakutan

Di Indonesia, hubungan polisi dan rakyat tercemar oleh sejarah panjang penyalahgunaan wewenang. Dari korupsi dalam tilang, kriminalisasi aktivis, hingga keterlibatan dalam pelanggaran HAM dan praktik kekerasan di balik jeruji.

Laporan Komnas HAM, KontraS, dan berbagai LSM menunjukkan bahwa kekerasan oleh aparat masih menjadi momok di Indonesia. Dari kasus penyiksaan tahanan, pembunuhan di luar hukum, hingga skandal Ferdy Sambo yang membuka borok internal kepolisian—semua itu menambah jurang ketidakpercayaan publik.

Polisi Indonesia juga sering tidak netral dalam politik. Terlibat dalam pengamanan sepihak, membiarkan intimidasi terhadap demonstrasi damai, hingga memberi ruang pada kekuatan premanisme yang dekat dengan kekuasaan.


Masalahnya Bukan Personil, Tapi Sistemik

Tidak sedikit polisi Indonesia yang jujur, berdedikasi, dan bekerja sepenuh hati. Tetapi mereka sering kalah oleh sistem yang korup, oleh atasan yang transaksional, dan oleh budaya instansi yang permisif terhadap pelanggaran.

Sistem rekrutmen berbasis pungli, promosi karena loyalitas politik, serta ketiadaan mekanisme kontrol yang efektif membuat reformasi kepolisian di Indonesia macet di tengah jalan.

Sementara di Jepang, pelanggaran sekecil apa pun ditindak serius dan diproses secara terbuka dan adil, di Indonesia banyak kasus ditutup-tutupi, atau pelanggar justru dipromosikan.


Apa yang Bisa Kita Pelajari?

  1. Kepolisian harus berpihak pada warga, bukan pada kekuasaan
    Seperti Jepang, polisi seharusnya menjadi bagian dari masyarakat, bukan aktor yang hidup di menara gading kekuasaan.
  2. Transparansi dan pengawasan publik harus diperkuat
    Di Jepang, media dan masyarakat sipil bebas mengkritik polisi. Di Indonesia, kritik sering dibalas intimidasi.
  3. Etika lebih penting dari senjata
    Polisi bukan tentara. Mereka menjaga hukum, bukan menaklukkan rakyat. Jepang paham itu. Indonesia tampaknya belum.

Penutup: Polisi yang Menenangkan, Bukan Menakutkan

Kepercayaan publik bukan datang dari seragam, pangkat, atau slogan, tapi dari tindakan nyata, keberpihakan, dan integritas. Rakyat Jepang bisa tidur nyenyak karena tahu, jika ada yang mengganggu, polisi akan membantu.

Sebaliknya, di Indonesia, tak sedikit rakyat merasa lebih takut pada polisi daripada pada pencuri. Sebuah ironi demokrasi yang menyakitkan.

Jika kita ingin menjadi bangsa beradab, maka kita harus mulai membangun institusi yang melindungi, bukan menindas. Polisi yang bukan berdiri di atas rakyat, tapi bersama rakyat.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kota Kecil di Jepang yang Menjadi Teladan Dunia: Apa Pelajaran untuk Indonesia?

Next Post

Mimpi Besar, Fondasi Rapuh: Kritik terhadap Rencana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna
Birokrasi

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi
Economy

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Next Post
Mimpi Besar, Fondasi Rapuh: Kritik terhadap Rencana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya

Mimpi Besar, Fondasi Rapuh: Kritik terhadap Rencana Kereta Cepat Jakarta–Surabaya

Danau Kecil di Iiyama: Ketika Alam, Infrastruktur, dan Kesadaran Masyarakat Berpadu Menciptakan Nilai Ekonomi

Danau Kecil di Iiyama: Ketika Alam, Infrastruktur, dan Kesadaran Masyarakat Berpadu Menciptakan Nilai Ekonomi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...