• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Miris Minyak Goreng, Seperti Tikus Mati di Lumbung Padi

fusilat by fusilat
March 18, 2022
in Feature
0
Miris Minyak Goreng, Seperti Tikus Mati di Lumbung Padi

Ilustrasi minyak goreng/net

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak hanya ibu-ibu rumah tangga atau pun pedagang UMKM yang menjerit akibat gejolak minyak goreng (migor) di Tanah Air. Setelah kritik DPR, penyanyi Iwan Fals pun ikut bersuara dan menumpahkan kritiknya lewat lagu, menyebut kisruh migor di Indonesia ibarat cerita tikus mati di lumbung padi.

Lagu ciptaan Iwan Fals dan Raja Pane yang diunggah lewat akun Youtube Iwan Fals Official bertutur soal keanehan hilangnya migor di pasar dan harganya melambung.

“Ini seperti tikus mati di lumbung padi
Bahan kita banyak, sawit jutaan hektar
Lalu kenapa hilang dan menghilang?
Dasar mafia, masa bodoh orang susah,” begitu penggalan lirik lagu yang berjudul ‘Minyak Goreng’ tersebut.

Lewat lagu itu, Iwan Fals mempertanyakan apakah hilangnya migor karena ada mafia dan ada main dengan aparat. Hanya saja, kenapa sulit diberantas dan seharusnya pelaku dihukum seumur hidup.

Mendag Lutfi pun mengaku salah soal terjadinya krisis migor di dalam negeri. Saat harga minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dalam tren menguat sejak Maret 2021.

Dalam paparan penjelasan di hadapan Komisi VI DPR RI, Lutfi menampilkan grafik harga CPO dan minyak goreng yang menunjukkan kenaikan.

“Kesalahan utama saya, tidak bisa memprediksi akan terjadi invasi Rusia terhadap Ukraina. Ini saya sebut tadi deduksinya adalah, mengundang orang berbuat serakah dan jahat diorganisir mafia migor dan komoditas,” kata Lutfi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis, (17/3/2022).

Setelah 1,5 bulan diwarnai kisruh kelangkaan dan antrean panjang pembelian minyak goreng, pemerintah pun menyerah. Tidak lagi membatasi harga migor maksimal Rp14.000 per liter, pun tak lagi memaksa eksportir minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan turunannya memenuhi kebutuhan domestik (domestic market obligation/ DMO) sebesar 20 bahkan 30% dari volume ekspor.

Keputusan itu ditetapkan pada 15 Maret 2022 dan berlaku per 16 Maret 2022. Dimana harga migor dikembalikan ke mekanisme pasar, namun memberikan subsidi bagi migor curah sehingga harga eceran tertingginya adalah Rp14.000 per liter.

Mendadak, tumpukan migor kemasan premium mengisi ritel modern. Dengan harga melampaui Rp20.000 per liter atau tembus Rp40.000 per 2 liter.

Berawal dari tren lonjakan harga CPO mulai pertengahan tahun 2021 atau setelah maraknya pelonggaran pembatasan sosial saat pandemi Covid-19 di berbagai negara. Lonjakan itu disebut sebagai era commodity boom atau commodity supercycle.

Presiden Joko Widodo pun menginstruksikan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi segera mengatasi lonjakan harga migor di dalam negeri.

Medio Januari 2022, Mendag memberlakukan kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter disertai mekanisme subsidi BPDPKS untuk mengganti kemahalan harga bagi pemilik stok migor yang sempat membeli dengan harga mahal. Namun, tak mampu meredam gejolak migor.

Pada Februari 2022, Lutfi mengumumkan berlakunya harga eceran tertinggi (HET) migor Rp14.000 per liter untuk kemasan premium, Rp13.500 kemasan sederhana, dan Rp11.500 untuk curah. Dan, mewajibkan eksportir minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) dan turunannya memenuhi kebutuhan domestik (domestic market obligation/ DMO) dengan harga domestik (domestic price obligation/ DPO).

Namun, yang terjadi kemudian adalah kelangkaan migor di pasaran. Sementara, produsen migor mengaku kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku (CPO), sehingga beberapa diantaranya terpaksa tutup.

Kondisi memburuk dengan semakin parahnya efek domino perang Rusia – Ukraina ke pasar komoditas dunia. Harga CPO melambung dan berdampak pada minyak goreng di pasar domestik.

Mendag pun merespons kondisi itu dengan menaikkan DMO CPO dan turunannya menjadi 30% dan menyatakan HET migor tidak akan dicabut dan akan berlaku dalam jangka waktu lama, tidak kurang dari setahun.

Namun, selang beberapa hari, Mendag bersama Menteri Perindustrian dan Kapolri mendampingi Menko Perekonomian mengumumkan perubahan kebijakan, harga migor dilepas ke mekanisme pasar.

Antrean warga untuk mendapatkan minyak goreng di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Antrean warga untuk mendapatkan minyak goreng di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Antrean warga untuk mendapatkan minyak goreng di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (17/3/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Anggota Komisi IV DPR RI Mufti Anam menilai Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak punya wibawa di depan rakyat dan produsen menyikapi persoalan kelangkaan dan melonjaknya harga minyak goreng.

“Kami lihat Kemendag ini seperti macan ompong bukan hanya di mata rakyat tapi produsen minyak goreng juga. kalo kita lihat ada 6 Permendag dikeluarkan tapi tidak ada memberi implikasi positif,” kata Mufti saat rapat kerja Komisi VI dengan Mendag di Jakarta, Kamis (17/3/2022. Sumber

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mendag Pastikan Nama Mafia Minyak Goreng Diungkap Polisi Senin Depan

Next Post

PDIP Cabut Dukungan Untuk Amandemen UUD 1945, Khawatir Ada Penumpang Gelap

fusilat

fusilat

Related Posts

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?
Feature

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam
Crime

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah
Economy

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
Next Post
PDIP Cabut Dukungan Untuk Amandemen UUD 1945, Khawatir Ada Penumpang Gelap

PDIP Cabut Dukungan Untuk Amandemen UUD 1945, Khawatir Ada Penumpang Gelap

Ini Alasan Mendag Ubah-Ubah Aturan Tangani Krisis Migor!

Ini Alasan Mendag Ubah-Ubah Aturan Tangani Krisis Migor!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026
Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

Termul-Termul Baru: Rusdi Masse, PSI, dan Peta Migrasi Loyalitas Politik

January 25, 2026
DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

DESTINASI TRAGIS DI CISARUA: 11 JENAZAH KORBAN LONGSOR DITEMUKAN, 79 WARGA MASIH HILANG

January 25, 2026
Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

Default Growth – Ekonomi Tumbuh 5% – Artinya Tidak Ada Peran Pemerintah

January 25, 2026
PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

PDIP DAN MEGAWATI MENYERET BANGSA INDONESIA KE FREE FIGHT LIBERALISM MELALUI DEMOKRASI PEMILIHAN LANGSUNG

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026
Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

Korupsi Moral di Era Keuangan Berlabel Syariah: Ketika Kepercayaan Dijarah dari Dalam

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist