• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Musuh Prabowo Itu Fufufafa (Bagian Kedua: Yang Dibiarkan, Yang Disembunyikan)

Ali Syarief by Ali Syarief
May 5, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Musuh Prabowo Itu Fufufafa (Bagian Kedua: Yang Dibiarkan, Yang Disembunyikan)
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Ada satu asumsi yang terlalu naif untuk dipertahankan: bahwa kekuasaan tidak tahu. Dalam era digital yang serba terlacak, hampir mustahil bagi lingkar kekuasaan—terlebih di level Prabowo Subianto—untuk benar-benar “tidak mengetahui” siapa di balik sebuah akun yang konsisten menyerang dirinya.

Jika publik saja, dengan alat seadanya, merasa mampu menelusuri jejak Fufufafa, maka menjadi janggal bila negara—dengan seluruh perangkat intelijen dan akses datanya—bersikap seolah tidak peduli.

Pertanyaannya lalu bergeser: bukan lagi siapa Fufufafa, melainkan mengapa Fufufafa dibiarkan?

Di sinilah spekulasi mulai menemukan pijakan rasionalnya.

Kemungkinan pertama: Prabowo tahu, tetapi memilih diam karena ia melihat siapa yang berdiri di belakang akun itu. Dalam politik, identitas bukan sekadar nama—ia adalah jaringan, kekuatan, dan kepentingan. Jika Fufufafa bukan sekadar individu, melainkan representasi dari kelompok tertentu—entah itu lingkar kekuasaan lain, relasi strategis, atau bahkan bagian dari kompromi politik—maka diam bisa menjadi pilihan yang lebih “rasional” daripada konfrontasi terbuka.

Kemungkinan kedua: membiarkan Fufufafa justru bagian dari kalkulasi. Serangan yang terlalu vulgar, terlalu kasar, dan terlalu jauh dari batas kewajaran sering kali kontraproduktif bagi penyerangnya sendiri. Dalam logika komunikasi politik, ini dikenal sebagai self-discrediting attack. Dengan kata lain, Fufufafa tidak perlu dilawan—ia akan runtuh oleh bobotnya sendiri.

Namun, di balik itu semua, ada kemungkinan yang lebih subtil—dan justru lebih mengganggu.

Bagaimana jika Prabowo tidak melawan karena ia tahu bahwa setiap respons justru akan membuka ruang bagi pengungkapan yang lebih luas? Bahwa di balik serangan-serangan itu, ada fragmen kebenaran, atau setidaknya potensi untuk menggali sisi-sisi yang selama ini tidak ingin muncul ke permukaan?

Dalam politik, diam sering kali bukan tanda lemah—tetapi juga bukan selalu tanda kuat. Kadang, diam adalah strategi untuk membatasi kerusakan.

Kemungkinan ketiga—yang tak kalah menarik—adalah bahwa keberadaan Fufufafa justru memiliki fungsi tersendiri dalam ekosistem politik. Ia menjadi semacam “katup pelepas tekanan,” tempat di mana kemarahan publik, kebencian, dan sentimen negatif menemukan salurannya. Selama energi itu terserap dalam bentuk serangan yang tidak terstruktur, maka ia tidak akan berkembang menjadi kritik yang sistematis dan berbahaya.

Dengan kata lain, Fufufafa bukan ancaman—ia justru alat, sadar atau tidak.

Di titik ini, kita melihat pergeseran yang lebih dalam: dari sekadar konflik antara individu menjadi permainan narasi yang lebih kompleks. Yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi personal, tetapi juga bagaimana ruang publik dikendalikan—mana suara yang diredam, mana yang dibiarkan, dan mana yang justru “dipelihara.”

Maka wajar jika muncul kesan bahwa Prabowo lebih keras terhadap para intelektual. Karena intelektual tidak bisa dijadikan alat. Mereka tidak mudah diarahkan, tidak bisa dikendalikan oleh algoritma kemarahan, dan tidak bisa direduksi menjadi sekadar kebisingan.

Fufufafa bisa dibiarkan. Intelektual tidak.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang Fufufafa bukan lagi soal identitas, tetapi soal pilihan politik: apa yang dilawan, apa yang diabaikan, dan apa yang sengaja dipelihara.

Dan dalam pilihan-pilihan itulah, kita bisa membaca bukan hanya strategi seorang Prabowo—tetapi juga wajah kekuasaan itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Musuh Prabowo Itu Fufufafa

Next Post

Ilusi Bilingual: Mengapa Ekspansi Global Gagal Tanpa Kepekaan Budaya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong
Feature

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup
Cross Cultural

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026
Next Post
Paradoks Nilai: Islam Tanpa Muslim, Muslim Tanpa Nilai

Ilusi Bilingual: Mengapa Ekspansi Global Gagal Tanpa Kepekaan Budaya

Membaca Kontroversi Serangan Amien Rais: Antara Isu Privasi, Moralitas dan Kembalinya Dwifungsi TNI

Membaca Kontroversi Serangan Amien Rais: Antara Isu Privasi, Moralitas dan Kembalinya Dwifungsi TNI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

August 4, 2026
Jangan Main Api! Kapolres Kudus Tegaskan Larangan Bakar Lahan, APAR hingga Water Cannon Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla

Jangan Main Api! Kapolres Kudus Tegaskan Larangan Bakar Lahan, APAR hingga Water Cannon Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla

August 4, 2026
TBH IPW Kembali Adukan Kombes IAH: Mengapa Kasus Ini Belum Juga Menemukan Kejelasan?

TBH IPW Kembali Adukan Kombes IAH: Mengapa Kasus Ini Belum Juga Menemukan Kejelasan?

August 4, 2026
7 Makanan Orang Jepang yang Harus Anda Coba Sekali Seumur Hidup

Nagomi: Seni Menemukan Harmoni dalam Hidup

August 4, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

PDIP Harus Berbuat Sesuatu untuk Bangsa Ini

August 4, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dialog Imaginatif Gibran dan Purbaya: Belajar Dulu Sebelum Ngomong

Saatnya Memberhentikan – Wapres Gibran – Dosa Kolektif Bangsa

August 4, 2026
Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

Fuad Bawazier: Prabowo Intensifkan Pasal 33 UUD 1945, Jangan Biarkan Ekonomi Dikuasai Asing

August 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist