• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

“Nabi Jokowi” dan Penodaan Agama

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2025
in Crime, Feature
0
“Nabi Jokowi” dan Penodaan Agama
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Marbot Musala

Jakarta – Siapakah yang mengangkat seseorang menjadi Nabi (Rasul)? Bertanyalah kepada Dedy Nur Palakka. Mungkin ada selain Allah SWT.

Siapa yang menetapkan syarat-syarat bagi seseorang jika mau menjadi Nabi? Bertanya pulalah kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu. Mungkin ada selain Allah SWT.

Mengapa? Sebab, dialah yang menyatakan Joko Widodo, Presiden ke-7 RI itu, memenuhi syarat menjadi Nabi.

Ya, di akun X-nya, Dedy Nur Palakka disebut mengatakan Jokowi memenuhi syarat sebagai Nabi.

Fanatisme memang sering kali menafikan logika dan akal sehat. Apalagi fanatisme sempit. Begitu pun Dedy Nur Patakka. Gegara fanatik, bahkan mengultuskan Jokowi, kader PSI itu kehilangan logika, rasionalitas, dan akal sehat. Ataukah dia memang sudah hilang akal bahkan hilang ingatan?

Semua mafhum, dalam khasanah Islam, Muhammad adalah Nabi dan Rasul terakhir, dan tak ada Nabi dan Rasul lagi setelahnya.

Dalil tentang Muhammad sebagai Nabi terakhir (khātimun nabiyyin) dapat ditemukan dalam Al Quran, khususnya Surat Al Ahzab ayat (40).

Ayat ini menyatakan, “Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Baca : https://fusilatnews.com/mengkultuskan-jokowi-sebagai-nabi-membakar-dupa-di-atas-jerami-kering/

Ayat tersebut secara tegas menyatakan Nabi Muhammad SAW bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara umatnya, tetapi ia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.

Ungkapan “penutup para nabi” (khātimun nabiyyin) dalam ayat ini menunjukkan bahwa tidak akan ada Nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW.
Artinya, setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, wahyu dari Allah SWT kepada umat manusia telah terputus, dan tidak ada lagi Nabi yang diutus, dan tak ada pula wahyu lagi yang diturunkan kepada manusia. Titik!

Syarat Nabi

Nabi memiliki sifat yang spesifik atau khas, dan dengan sifat khas itu ia layak atau memenuhi syarat sebagai Nabi (Rasul). Barangkali empat sifat khas itulah yang bisa dianalogikan sebagai syarat menjadi Nabi.

Dan sifat khas Nabi itu ada empat, yakni “shiddiq”, “amanah”, “tabligh” dan “fathanah”.

Shiddiq berarti benar (jujur). Amanah berarti dapat dipercaya. Tabligh berarti menyampaikan (kebenaran). Fathanah berarti cerdas.

Apakah Jokowi memiliki empat sifat khas yang dimiliki Nabi itu? Nanti dulu!

Cerdas? Mungkin ya. Cerdas biasanya juga cerdik. Atau bisa juga licik. Kalau tidak cerdas, cerdik atau licik, bagaimana bisa Jokowi menjadi Walikota Surakarta, Jawa Tengah, Gubernur DKI Jakarta, dan akhirnya Presiden RI bahkan dua periode?

Benar atau jujur? Tentu jauh panggang dari api. Banyak kebohongan yang dia lakukan selama menjadi Presiden. Soal proyek mobil Esemka, misalnya, yang ternyata zonk.

Pun, soal banyaknya investor asing yang antre masuk proyek Ibu Kota Negara (IKN), misalnya, yang ternyata hoaks.

Amanah? Tidak juga! Kalau tidak dicegah Megawati Soekarnoputri dan PDI Perjuangan, bisa saja Jokowi memperpanjang kekuasaannya menjadi tiga periode bahkan Presiden seumur hidup dengan mengubah Pasal 7 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Menyampaikan kebenaran? Kadang ya, kadang tidak. Banyak kebohongan pula yang ia sampaikan.

Maka, seandainya memang ada persyaratan menjadi Nabi, ada “beauty contest”, atau semacam “fit and proper test” (uji kelayakan dan kepatutan), Jokowi jelas tidak memenuhi syarat. Tidak layak dan tidak patut. Maka apa yang dikatakan Dedy Nur Palakka itu pun sekadar igauan belaka.

Untunglah, dia segera minta maaf karena telah menyebut Jokowi memenuhi syarat menjadi Nabi.

Jokowi pun secara eksplisit menyatakan berpikir rasional. Muhammad, katanya, adalah Nabi terakhir.

Mungkin Dedy Nur Palakka takut dilaporkan pihak tertentu ke polisi dengan tuduhan penodaan agama.

Dedy tidak menyebut Jokowi sebagai Nabi. Kader PSI itu hanya menyebut Jokowi memenuhi syarat menjadi Nabi. Apakah ada delik pidana di sana, dengan sangkaan penodaan agama sebagaimana dimaksud Pasal 156a KUHP?

Sekali lagi, Dedy sudah minta maaf. Semoga publik memaafkannya. Sebab Indonesia adalah bangsa pemaaf.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PPWI Siap Ikuti Sidang Gugatan Prapid Lawan Kapolri, Ketum PPWI Minta Kapolri Hadir di Persidangan

Next Post

Ketika Negara Tak Punya Cukup Beras: Mengapa 12 Persen Belum Cukup?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Bapanas Berencana Impor Beras 1 Juta Ton dari Negara Mana coba?

Ketika Negara Tak Punya Cukup Beras: Mengapa 12 Persen Belum Cukup?

Finally, Mr. Kasmujo Said: Bukan Pembimbing Skripsi, Neither Academic-nya

Finally, Mr. Kasmujo Said: Bukan Pembimbing Skripsi, Neither Academic-nya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...