• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Finally, Mr. Kasmujo Said: Bukan Pembimbing Skripsi, Neither Academic-nya

Ali Syarief by Ali Syarief
June 16, 2025
in Crime, Feature
0
Finally, Mr. Kasmujo Said: Bukan Pembimbing Skripsi, Neither Academic-nya
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kalau Anda menduga kisah ini berangkat dari novel satir George Orwell, Anda keliru. Ini kisah nyata, bukan fiksi. Tokohnya bukan Winston Smith, tapi seorang pria bernama Joko Widodo, yang sejak lama dielu-elukan sebagai sosok yang merangkak dari bawah: dari Solo ke Jakarta, lalu ke panggung nasional, dan barangkali ke tempat-tempat yang tidak selalu sesuai dengan logika.

Dan yang membuat kisah ini jadi bahan gosip warung kopi se-Indonesia adalah seseorang bernama Pak Kasmujo—seorang dosen sederhana yang dengan enteng, tapi telak, menampar logika publik.

“Akhirnya Pak Kasmujo mengatakan, bukan pembimbing skripsinya, neither akademik,” demikian pengakuan yang belakangan menyeruak ke permukaan. Kalimat itu terdengar seperti dari manual detektif murahan, tapi ia mengandung daya ledak yang mampu mengguncang kredibilitas yang dibangun selama bertahun-tahun. Bukan karena letusan bom, tapi karena ledakan kebingungan.

Padahal, sebelumnya, dengan nada tenang dan penuh kepercayaan diri yang khas, Joko Widodo pernah menyebut: “Pak Kasmujo adalah pembimbing skripsi saya. Beliau juga pembimbing akademik saya.” Kalimat yang disampaikan tanpa ragu, seolah semua telah terkonfirmasi dari lubuk hati dan lembar indeks prestasi.

Namun ketika dosennya sendiri—Pak Kasmujo—berbicara, semua jadi kisruh. Seperti anak kecil yang mengaku punya ayah astronot, lalu ayahnya malah bilang: “Saya petani kelapa.”

Dalam wawancara oleh Dr. Rismon Sianipar, Pak Kasmujo menyatakan dengan sederhana, bersih dari diksi berliku: “Saya bukan pembimbing skripsinya, bukan pula pembimbing akademiknya.” Selesai.

Dan selesai pula harapan publik akan setitik kejelasan.

Mari kita bersandar sejenak di tiang bendera logika. Dalam sistem akademik Indonesia, antara pembimbing skripsi dan pembimbing akademik mungkin saja berbeda. Tapi jika keduanya bukan Kasmujo, lalu siapa? Ini bukan soal sepele. Sebab setiap mahasiswa tahu, skripsi tak mungkin lahir tanpa bidan akademik. Maka, kalau bidannya tidak mengaku, apakah skripsi itu anak haram?

Joko Widodo bukan sedang ditanya soal letak kunci pas. Ini menyangkut kredibilitas. Integritas. Dan—kalau Anda percaya dunia masih waras—tentang kejujuran seseorang yang dielu-elukan sebagai panutan. Tapi ketika pernyataannya dibantah langsung oleh orang yang namanya disebut, publik berbalik arah. Dalam sebuah polling di akun X saya, 98% responden menyebut: yang berbohong adalah Jokowi.

Apakah angka ini valid secara statistik? Tentu tidak. Tapi ia valid secara psikologis. Rakyat yang bosan dibohongi, tak perlu metodologi kuantitatif untuk tahu aroma dusta. Hidung publik lebih tajam dari Lembaga Survei Indonesia.

Ironi paling getir dalam kisah ini bukan bahwa seorang tokoh bisa salah menyebut nama dosennya. Itu manusiawi. Yang ironis adalah, tak ada rasa bersalah setelah terbukti keliru. Tidak ada klarifikasi, tidak ada permintaan maaf. Bahkan tidak ada keinginan untuk meralat.

Narasi tetap meluncur. Seperti kereta tanpa rem di rel propaganda.

Dan lebih getir lagi, sebagian media enggan mengangkatnya. Ini bukan sekadar kabar miring. Ini nyaris jadi dongeng rakyat modern: Once upon a time, there was a man who claimed a supervisor, but the supervisor said: I am not.

Lucunya, di negeri ini, banyak yang bersedia memaklumi kebohongan. Asal citra tetap bersinar, infrastruktur difoto dari drone, dan utang luar negeri bisa ditutupi dengan narasi.

Maka, tulisan ini bukan sekadar olok-olok. Ini elegi. Elegi atas matinya rasa malu. Elegi atas logika yang disunat demi pencitraan. Elegi atas negeri yang digiring jadi drama panggung, dengan aktor-aktor yang lupa naskah tapi terus menghafal kebohongan.

“Finally, Mr. Kasmujo said: Not his thesis advisor, neither academic.” Kalimat ini mungkin akan tercatat di sudut catatan kaki sejarah Indonesia yang ganjil. Tapi dari sinilah, kita belajar: bahwa kadang, untuk membongkar kebohongan seorang besar, cukup satu kalimat dari orang kecil yang jujur.

Dan Pak Kasmujo, dengan segala kesederhanaannya, telah mengajar kita pelajaran tentang kejujuran. Pelajaran yang, sayangnya, tidak diajarkan dalam mata kuliah Leadership 101 di kampus mana pun. Bahkan mungkin, tidak pula oleh para pembimbing skripsi yang asli.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Negara Tak Punya Cukup Beras: Mengapa 12 Persen Belum Cukup?

Next Post

Kasmujo – Artifak Terakhir dan Telak: Potret Kebohongan yang Sempurna

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Next Post
Kasmujo – Artifak Terakhir dan Telak: Potret Kebohongan yang Sempurna

Kasmujo - Artifak Terakhir dan Telak: Potret Kebohongan yang Sempurna

EMPAT PULAU DAN DUA GUBERNUR

EMPAT PULAU DAN DUA GUBERNUR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist