Emil berharap, dalam waktu dekat pemerintah pusat sudah dapat memutuskan sesuai rekomendasi Pemprov Jabar, terkait polemik ini agar tidak berpekepanjangan. karena dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas kondusivitas di tengah masyarakat.
Jakarta-Fusilatnews.--Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) segera mengumumkan nasib dam masa depan Ma’had Al Zaitune
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjelaskan bahwa keputusan pemerintah terkait polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, akan disampaikan Menkpolhuka
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan, terkait Al Zaytun, ia tidak akan mendahului Mahfud MD dalam memutuskan, karena komentar dirinya dan Mahfud MD akan sama.
Sebagai informasi, sebelumnya, MUI menemukan penyimpangan dan persoalan akhlak yang terjadi di pondok pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.
Saat ini, pemprov tinggal menjaga kondusivitas agar tidak terjadi dinamika lanjutan pasca-pelimpahan tersebut
Menurut Gubernur Ridwan Kamil, tidak menutup kemungkinan terjadi ekses yang bakal bergejolak, atas perkembangan persoalan tersebut.
“Terkait Al-Zaytun tidak ada informasi baru. Silakan menunggu paparan teknis dari Pak Menko (Mahfud MD).
Sudah ditarik di level Menko Polhukam. Tugas saya oleh Pak Menko hanya poin ketiga, mengamankan, menjaga kondusivitas sosial politik di wilayah Jawa Barat,” kata Gubernur Ridwan Kamil (akrab dengan panggilan Emil) di Gedung Sate, Senin (26/6)
Emil berharap, dalam waktu dekat pemerintah pusat sudah dapat memutuskan sesuai rekomendasi Pemprov Jabar, terkait polemik ini agar tidak berpekepanjangan. karena dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas kondusivitas di tengah masyarakat.
Apalagi, sejauh bukti-bukti otentik telah berhasil dihimpun dan telah dikantongi oleh Menko Polhukam, tinggal menunggu langkah lanjutan akan penyelesaian masalah ini.
























