• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Nasib Tragis Pabrik Kertas Leces, Warisan Kolonial Belanda, Terbunuh karena Salah Urus dan Pailit 

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
February 23, 2023
in News
0
Nasib Tragis Pabrik Kertas Leces, Warisan Kolonial Belanda, Terbunuh karena Salah Urus dan Pailit 

Pintu gerbang pabrik kertas PT Kertas Leces, Probolinggo. Kini dinyatakan pailit, akibat punya utang Rp 2,12 triliun. (gressnews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews – Selain maskapai Indonesia, Merpati Airlines, Presiden Jokowi juga menghabisi BUMN Industri tua warisan pemerintah kolonial Belanda yaitu Pabrik Kertas Leces yang terletak di Probolinggo Jawa Timur.

BUMN  PT Kertas Leces (Pesero)  ini pernah menjadi kebanggan industri kertas nasional sejak Indonesia Merdeka sampai era Orde Baru.  Menjadi andalaan dalam mencukupi kebutuhan kertas nasional pada era awal kemerdekaan sampai akhir Orde Baru ,
Presiden Joko Widodo pada Rabu (22/2/2023) juga membubarkan BUMN Pabrik Kertas Leces. Sebelumnya kedua perusahaan itu juga telah diputuskan pailit dan bangkrut lewat mekanisme persidangan.

Bagi kalangan muda milenial nama Kertas Leces mungkin tidak dikenal karena sudah bertahun -tahun pabrik ini berhenti memproduksi kertas. . Padahal perusahaan ini sejatinya sudah berdiri jauh sebelum Bungkarno dan Bung Hatta memproklamirkan Republik ini. .

Pendirian pabrik kertas ini berawal terjadinya Perang Dunia I (1914-1918). di Eropa. Akibat terjadi perang di Eropa, kertas-kertas yang biasanya rutin dikirim dari Belanda ke Hindia Timur ( Indonesia) harus terhenti karena ada perang. Akibatnya kertas jadi langka dan segala urusan administrasi terhambat.

Sebagaimana dipaparkan dalam majalah Berita Industri (1971), beranjak dari permasalahan itu pemerintah kolonial Belanda mendirikan pabrik kertas. Pabrik kertas pertama terletak di Padalarang, Bandung bernama pabrik N.V Papieren Fabriek yang berdiri pada 22 Mei 1922 (Sekarang menjadi PT Kertas Padalarang). Pabrik ini mampu memproduksi kertas 9 ton per hari.

Kebutuhan kertas yang semakin besar membuat perusahaan kertas Belanda N.V Papierfabriek melebarkan sayapnya dengan mendirikan pabrik kertas kedua di Indonesia pada 1939. Namanya N.V Papierfabriek Letjes di Probolinggo.

Dalam paparan koran De Indische Courant (10/9/1937), pabrik ini menjadi pabrik kertas terbesar di Jawa. Pabrik terdiri dari dua tingkat yang berada di lahan seluas 10 hektar. Mesin-mesin besar didatangkan Sebagaimana dipaparkan dalam majalah Berita Industri (1971), beranjak dari permasalahan itu pemerintah kolonial Belanda mendirikan pabrik kertas.

Pabrik kertas pertama terletak di Padalarang, Bandung bernama pabrik N.V Papieren Fabriek yang berdiri pada 22 Mei 1922 (Sekarang menjadi PT Kertas Padalarang). Pabrik ini mampu memproduksi kertas 9 ton per hari.

Kebutuhan kertas yang semakin besar membuat perusahaan kertas Belanda N.V Papierfabriek melebarkan sayapnya dengan mendirikan pabrik kertas kedua di Indonesia pada 1939. Namanya N.V Papierfabriek Letjes di Probolinggo.

Meski berdiri pada 1939, pabrik ini baru beroperasi pada 17 Februari 1940. Dalam paparan koran Maasbode (18/02/1940), pabrik ini langsung memproduksi belasan ton kertas usai diresmikan Gubernur Jawa Timur, Van der Plas.

Kertas Letjes kemudian jadi andalan pemerintah Belanda untuk membangun perekonomian nasional khususnya dalam industri dasar dan berat. Mereka pun dapat cuan yang besar dari perdagangan kertas.

Setelah kemerdekaan, pabrik ini berubah nama menjadi P.N Kertas Letjes. Meningkatnya surat kabar membuat Kertas Letjes tertimpa ‘durian runtuh’. Perusahaan dapat permintaan belasan ton kertas. Masih mengutip majalah Berita Industri, besarnya perusahaan membuat kebutuhan kertas di dalam negeri lebih dari cukup. Kebesaran ini juga membuat masyarakat sekitar pabrik sangat sejahtera.

Sejak itu, Kertas Letjes menjadi salah satu andalan pemerintah dan terus berjaya selama 50 tahun pertama berdiri. Namun, bertambahnya usia tidak membuat Kertas Letjes ‘dewasa’. Justru, perusahaan itu digerogoti masalah internal. Manajemen gagal mengurusi kondisi finansial perusahaan. Hutang dimana-mana. Masalah keuangan melilit gerak langkah perusahaan pelat merah bersejarah ini.

Sebagaimana dipaparkan Detik, hingga akhirnya pabrik ini diputus pailit alias bangkrut oleh Pengadilan Niaga Surabaya pada 25 September 2018. Usai diputus pailit, aset perusahaan harus dijual untuk menutup kewajiban yang harus dibayarkan ke kreditur sekitar Rp 1 Triliun.

Kini, lima hari setelah berulang tahun ke 83, Pabrik Kertas Leces diresmikan pembubarannya oleh Presiden Jokowi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Putuskan ANS Millenial Menjadi Kelompok Pertama Dipindahkan ke IKN

Next Post

Garuda Segera Umumkan Aturan Bagi Pramugari Berjilbab

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
Feature

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Next Post
Garuda Segera Umumkan Aturan Bagi Pramugari Berjilbab

Garuda Segera Umumkan Aturan Bagi Pramugari Berjilbab

Kebijakan Polri Tidak Pecat Bharada Richard Eliezer, Kecewakan Ayah Brigadir J

Kebijakan Polri Tidak Pecat Bharada Richard Eliezer, Kecewakan Ayah Brigadir J

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist