• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Negara Mana Yang Paling Berat dan Ringan Memajaki Rakyatnya?

Pajak di Indonesia Tinggi Tetapi Pelayanan Negara Buruk 

Ali Syarief by Ali Syarief
November 19, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Negara Mana Yang Paling Berat dan Ringan Memajaki Rakyatnya?
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap negara memiliki kebijakan perpajakan yang berbeda, tergantung pada prioritas pembangunan, kebutuhan fiskal, dan filosofi ekonomi yang diusung. Dalam konteks global, ada negara-negara yang memajaki warganya dengan tingkat yang sangat tinggi, sementara yang lain memilih untuk menerapkan pajak serendah mungkin. Kedua pendekatan ini mencerminkan strategi yang berbeda dalam mengelola kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Negara dengan Pajak Tertinggi: Swedia dan Denmark

Swedia dan Denmark sering disebut sebagai surga bagi kesejahteraan sosial, tetapi dengan harga yang mahal. Swedia, misalnya, mengenakan pajak penghasilan individu hingga 52.9%, salah satu yang tertinggi di dunia. Selain itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di negara ini mencapai 25%. Kebijakan ini mencerminkan komitmen negara untuk menyediakan layanan kesehatan universal, pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, serta jaminan sosial yang luas.

Hal serupa berlaku di Denmark, di mana tarif pajak penghasilan mencapai 55.9%. Sistem ini memungkinkan Denmark untuk memberikan layanan publik berkualitas tinggi, termasuk subsidi perumahan dan perawatan lansia. Namun, pajak yang tinggi juga memunculkan tantangan, seperti menekan daya beli masyarakat dan mengurangi insentif untuk berwirausaha.

Negara dengan Pajak Terendah: Uni Emirat Arab dan Bermuda

Di sisi lain, ada negara seperti Uni Emirat Arab (UEA) yang hampir tidak mengenakan pajak penghasilan individu. Pendapatan negara bergantung pada sumber daya alam, terutama minyak. UEA baru mulai memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5% pada tahun 2018, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara lainnya.

Bermuda, sebagai contoh lain, sama sekali tidak memungut pajak penghasilan pribadi maupun perusahaan. Pendapatan negara berasal dari pajak properti, tarif impor, dan pariwisata. Sistem ini menarik bagi ekspatriat dan perusahaan multinasional yang mencari lingkungan dengan beban pajak minimal. Namun, sistem pajak rendah ini biasanya diimbangi dengan biaya hidup yang sangat tinggi.

Konsekuensi Pajak Tinggi dan Rendah

Pajak yang tinggi memungkinkan negara-negara seperti Swedia dan Denmark untuk memberikan layanan publik yang nyaris sempurna. Warga menikmati keamanan sosial yang tidak hanya mencakup kesehatan dan pendidikan, tetapi juga perlindungan pengangguran dan pensiun. Namun, beban pajak yang tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menciptakan ketergantungan yang tinggi pada negara.

Sebaliknya, negara-negara dengan pajak rendah seperti UEA dan Bermuda sering menjadi magnet bagi investasi asing. Warga di negara-negara ini menikmati kebebasan ekonomi yang lebih besar, tetapi harus menerima konsekuensi berupa minimnya layanan publik gratis. Ketergantungan pada sektor tertentu, seperti minyak di UEA, juga menjadikan perekonomian mereka rentan terhadap fluktuasi harga global.

Pembanding: Indonesia dan Timor Leste

Di Indonesia, tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) saat ini mencapai 11% dan direncanakan naik menjadi 12% pada 2025. Jika terjadi, Indonesia akan menyamai Filipina sebagai negara dengan PPN tertinggi di Asia Tenggara. Bandingkan ini dengan Timor Leste, yang hanya menerapkan pajak penjualan impor sebesar 2.5%. Perbedaan yang mencolok ini menimbulkan pertanyaan: apakah Indonesia dengan PPN yang tinggi mampu memberikan layanan publik sebanding dengan pajak yang dipungut?

Pajak yang tinggi semestinya berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, jika pengelolaan anggaran tidak efisien dan korupsi masih marak, rakyat justru menanggung beban tanpa mendapatkan manfaat yang layak. Sementara itu, Timor Leste dengan pajak rendah tentu memiliki tantangan lain, yaitu keterbatasan anggaran untuk membangun infrastruktur dan layanan publik.

Refleksi: Menuju Sistem Pajak yang Berkeadilan

Tingkat pajak, tinggi maupun rendah, tidak serta-merta mencerminkan keberhasilan suatu negara dalam mengelola ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Kuncinya adalah bagaimana pajak tersebut digunakan. Negara dengan pajak tinggi seperti Swedia mampu menciptakan sistem yang adil, di mana rakyat merasa pajak mereka dikembalikan dalam bentuk layanan yang nyata.

Sebaliknya, negara dengan pajak rendah sering kali menarik bagi individu kaya atau perusahaan besar, tetapi harus mengimbangi kekurangan pendapatan dengan kebijakan lain yang mungkin tidak populer. Indonesia berada di antara dua kutub ini. Dengan rencana kenaikan PPN menjadi 12%, pemerintah perlu memastikan bahwa tambahan pendapatan negara benar-benar dialokasikan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk membiayai pemborosan atau korupsi.

Pada akhirnya, pertanyaan “Tidak Malu dengan Timor Leste?” lebih dari sekadar sindiran. Ini adalah ajakan untuk introspeksi: apakah sistem perpajakan kita telah memberikan keadilan dan manfaat yang sepadan bagi rakyat? Pajak tinggi tanpa layanan publik yang memadai hanya akan menjadi beban, sementara pajak rendah tanpa pembangunan akan menjadi hambatan bagi kemajuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pekan Terakhir Masa Kampanye, Pilgub Jakarta Jokowi Berikan Dukungan Penuh kepada RK-Suswono

Next Post

Jokowi Siap Gabung RK-Suswono Dalam  Blusukan Kampanye  di Jakarta

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal
Feature

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Next Post
Jokowi Siap Gabung RK-Suswono Dalam  Blusukan Kampanye  di Jakarta

Jokowi Siap Gabung RK-Suswono Dalam  Blusukan Kampanye  di Jakarta

Bersatunya Anak Abah-Ahokers Tumbangkan RIDO Boneka Oligarki

Bersatunya Anak Abah-Ahokers Tumbangkan RIDO Boneka Oligarki

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

April 17, 2026

MENGUNGKAP KEKUATAN REPUBLIK ISLAM IRAN

April 17, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist