• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Negara Tak Boleh Kalah: Membaca Pesan Tegas Menhan Sjafrie soal Tambang Ilegal

Ali Syarief by Ali Syarief
November 23, 2025
in Feature, Law
0
Negara Tak Boleh Kalah: Membaca Pesan Tegas Menhan Sjafrie soal Tambang Ilegal
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Pernyataan Menhan Sjafrie Sjamsudin tentang aktivitas tambang ilegal bukan sekadar twit politik, melainkan pesan strategis mengenai arah penegakan kedaulatan negara. Ketika ia menegaskan bahwa “di setiap jengkal tanah air, kedaulatan dan hukum harus tegak tanpa kompromi,” ia sedang mengingatkan publik pada sebuah prinsip dasar: negara tidak boleh tunduk kepada kekuatan non-negara yang merusak tatanan hukum dan lingkungan hidup.

Tambang ilegal bukan kejahatan kecil yang dapat dianggap sebagai “risiko pembangunan”. Ia adalah kejahatan berlapis: merugikan negara dari sisi pendapatan, merusak ekosistem yang pulihnya bisa memakan waktu puluhan tahun, menimbulkan ancaman keselamatan bagi masyarakat sekitar, serta menciptakan generasi yang mewarisi kerusakan alih-alih kemakmuran. Dalam konteks ini, Menhan mengangkat isu yang selama ini kerap dibiarkan samar—seakan tambang ilegal hanyalah urusan administratif, bukan ancaman terhadap masa depan bangsa.

Ketika Sjafrie menyebut bahwa TNI bersama kementerian/lembaga dan aparat penegak hukum memperkuat operasi terpadu, ia sedang menandai pergeseran penting: masalah tambang ilegal kini dipandang sebagai persoalan keamanan nasional. Artinya, negara mengambil posisi tegas bahwa kekuatan ekonomi ilegal yang menguasai wilayah, merusak lingkungan, atau menantang otoritas pemerintah tak lagi bisa dianggap sebagai sekadar pelanggaran teknis. Ini sudah menyentuh inti dari kedaulatan.

Namun pesan yang paling kuat datang pada kalimat berikutnya: “Negara hadir, tegas, dan konsisten karena kedaulatan tidak bisa dinegosiasikan.” Dalam lanskap politik dan hukum Indonesia yang sering kali retak akibat kompromi, kolusi, dan kepentingan lokal, kalimat ini terasa seperti koreksi moral. Ia seolah mengatakan: jangan ada lagi ruang bagi pemodal gelap, cukong, ataupun pejabat yang bermain di area abu-abu demi keuntungan pribadi.

Pernyataan Sjafrie juga menyentuh satu titik penting: kepentingan rakyat adalah mandat tertinggi. Ini bukan sekadar slogan; di baliknya tersimpan kesadaran bahwa tambang ilegal sering muncul karena negara gagal hadir. Ketidakhadiran itu lalu diisi oleh kekuatan-kekuatan lain yang menawarkan keuntungan cepat, namun dengan harga mahal: hancurnya hutan, banjir bandang, tanah longsor, konflik sosial, hingga hilangnya ruang hidup masyarakat adat dan lokal.

Dengan menempatkan operasi penindakan sebagai kerja terpadu antar-lembaga—bukan hanya aparat daerah atau Kementerian Lingkungan Hidup semata—Sjafrie sedang mengusulkan pendekatan baru: negara harus solid. Karena mafia tambang tidak pernah bekerja sendirian; mereka memiliki jaringan. Maka negara pun harus menghadapi mereka dengan jaringan yang lebih kuat dan legitim.

Esai ini pada akhirnya menggarisbawahi satu inti: pernyataan Sjafrie adalah ajakan untuk kembali menata ulang cara negara melihat “tanah airnya sendiri.” Kedaulatan bukan hanya pada batas-batas teritorial. Ia hadir di hulu air yang bersih, di bukit-bukit hijau, di hutan yang tetap berdiri, dan di masyarakat desa yang tidak hidup dalam ketakutan.

Jika negara benar-benar konsisten, seperti yang ia tegaskan, maka pemberantasan tambang ilegal bukan hanya soal menutup lubang tambang—melainkan membuka jalan terhadap masa depan bangsa yang lebih sehat, adil, dan berdaulat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yang Bebas Pergi (Jokowi) dan Yang Dicekal (Roy Suryo, Cs): Potret Buram Standar Ganda Negeri

Next Post

Menjaga Api 212: General Petisi yang Menegaskan Kembali Jalan Perjuangan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Menjaga Api 212: General Petisi yang Menegaskan Kembali Jalan Perjuangan

Menjaga Api 212: General Petisi yang Menegaskan Kembali Jalan Perjuangan

Anak Kelas VI Itu Pergi: Saat Bullying Menjadi Pembunuh Senyap di Sekolah Kita

Anak Kelas VI Itu Pergi: Saat Bullying Menjadi Pembunuh Senyap di Sekolah Kita

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist