• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Negara yang Lupa Sawahnya: Menguji Komitmen dalam Membela Hak Petani

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 22, 2025
in Economy, Feature
0
MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Judul tulisan ini, Komitmen dalam Membela Hak Petani, pada dasarnya diarahkan untuk mempertegas keberadaan petani sekaligus tanggung jawab negara dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Petani berhak hidup sejahtera, dan pemerintah berkewajiban untuk mewujudkannya.

Petani memiliki hak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya, sebagaimana tercantum dalam Pasal 28A UUD 1945 Amandemen IV. Hak tersebut mencakup pula hak untuk memperoleh kesejahteraan, antara lain melalui kepemilikan varietas lokal yang dilindungi secara hukum sebagai hasil pemuliaan tanaman.

Sementara itu, tugas dan kewajiban utama pemerintah—dalam setiap tingkatan—adalah menyejahterakan rakyat, termasuk para petani yang kini hidup dalam kondisi memprihatinkan. Pemerintah dituntut menghadirkan pelayanan publik yang terjangkau, cepat, efektif, dan efisien agar kesejahteraan itu bukan sekadar jargon politik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “sejahtera” berarti aman sentosa dan makmur. Menurut W.J.S. Poerwadarminto (2015), kesejahteraan adalah kondisi ketika seseorang hidup aman, makmur, dan terbebas dari berbagai kesulitan. Dengan kata lain, kesejahteraan adalah selesainya persoalan lahir dan batin manusia.

Namun, bagi petani Indonesia, “sejahtera” masih sebatas mimpi. Faktanya, banyak petani hidup dalam lingkaran kemiskinan yang tak berujung. Petani gurem—yang menggarap lahan sempit di bawah 0,5 hektare—menjadi cermin nyata dari kemiskinan struktural yang terus diwariskan lintas generasi.

Ironisnya, berdasarkan Sensus Pertanian 2023, jumlah petani gurem meningkat tajam selama satu dekade terakhir. Data Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) Gurem naik dari 14,25 juta pada 2013 menjadi 16,89 juta pada 2023, atau meningkat 18,49%.

Kenaikan ini bukan prestasi, melainkan peringatan keras. Ia menandakan makin sempitnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan yang tak terkendali, sekaligus makin melemahnya kedaulatan petani atas tanahnya sendiri. Lahan sawah berubah menjadi kawasan industri, jalan tol, hingga perumahan mewah—sementara petani kehilangan ruang hidupnya.

Lebih buruk lagi, fenomena alih generasi petani juga kian mencemaskan. Anak-anak muda perdesaan enggan mewarisi cangkul ayahnya. Mereka memilih eksodus ke kota untuk menjadi buruh, ojek daring, atau pekerja pabrik, karena bertani tak lagi menjanjikan masa depan. Profesi petani kini dianggap identik dengan kemiskinan.

Dua persoalan besar—alih fungsi lahan dan alih generasi petani—tidak bisa disepelekan. Bila pemerintah terus abai, maka bukan hanya petani yang hilang, tapi juga masa depan kedaulatan pangan bangsa ini.

Sudah saatnya pembangunan petani dipisahkan dari pembangunan pertanian. Pembangunan petani harus berdiri sendiri, berorientasi pada peningkatan taraf hidup, bukan sekadar peningkatan produksi. Kita butuh paradigma baru yang menempatkan petani sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek statistik.

Petani akan hidup sejahtera hanya bila kebijakan berpihak sepenuhnya pada mereka: tanah dijaga, regenerasi disiapkan, dan hasil jerih payah mereka dihargai secara adil.

Kini pertanyaannya sederhana namun menentukan:
Adakah niat sungguh-sungguh dari pemerintah untuk membela hak petani?

Jawabannya seharusnya tegas: harus ada!
Sebab tanpa petani, negeri ini akan kehilangan akar kehidupannya sendiri.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fenomena Yusuf Mansur: Antara Doa yang Dijual dan Kenyataan yang Tak Menjawab

Next Post

Bandara yang Terus Tenggelam, Tapi Tak Pernah Kalah

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Next Post
Bandara yang Terus Tenggelam, Tapi Tak Pernah Kalah

Bandara yang Terus Tenggelam, Tapi Tak Pernah Kalah

‘No Kings’: Ketika Rakyat Amerika Menolak Raja di Negeri Tanpa Mahkota

‘No Kings’: Ketika Rakyat Amerika Menolak Raja di Negeri Tanpa Mahkota

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deyang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

Tembus SNBT di Tengah Keterbatasan, Irwan Bidik Mimpi Besar Bangun Daerah Ramah Disabilitas

June 3, 2026
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...