“Amerika dengan tekanan situasi ekonomi yang terjadi di negara adidaya tersebut–defisit anggaran yang besar serta fluktuasi situasi politiknya– menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga yang tinggi, saat ini menyentuh 5%,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, yang dikutip hari ini, Selasa (31/10/2023).
Jakarta – Fusilatnews – Menteri Keuangan Sri Mulyani berdalih terkait memburuknya nilai tukar rupiah dalam sebulan terkhir ini diakibatkan faktor eksternal, yaitu kenaikan suku bunga AS.
“Amerika dengan tekanan situasi ekonomi yang terjadi di negara adidaya tersebut–defisit anggaran yang besar serta fluktuasi situasi politiknya– menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga yang tinggi, saat ini menyentuh 5%,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagramnya, yang dikutip hari ini, Selasa (31/10/2023).
Menurutnya, kenaikan suku bunga AS menyebabkan maraknya penarikan dolar AS dari seluruh dunia untuk diinvestasikan kembali ke Amerika. Sehingga, index dolar menguat, sementara mata uang lain melemah.
Data Bloomberg menyatakan, rupiah pukul 13.10 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 15.896 per dolar AS atau melemah 6,5 poin (0,04%) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,12% ke 106,26.
Tak hanya Amerika, saat ini tekanan dari negara ekonomi terbesar lain seperti China dan Uni Eropa juga memberikan dampak kepada hampir seluruh negara di dunia, termasuk juga Indonesia.
Jerman, ekonomi terbesar Eropa, kembali terperosok ke dalam resesi dengan pertumbuhan minus 0,3% yoy pada kuartal III-2023. Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh sebesar 4,9% pada Juli-September dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tetapi lebih lambat dari ekspansi sebesar 6,3% pada kuartal kedua.
“Namun, situasi kita masih relatif baik jika dibandingkan negara lain. Ini karena APBN bekerja luar biasa keras sebagai shock absorber, sehingga tekanan yang berasal dari luar bisa kita redam dan tidak menghantam langsung masyarakat,” kata Sri Mulyani.
Di sisa 2 bulan terakhir 2023 ini, Sri Mulyani berharap pejabat-pejabat daerah dapat menpercepat penyerapan APBN dan melakukan ekspansi untuk melindungi masyarakat dan perekonomian dari tekanan situasi ekonomi global.
“Saya harap pemerintah daerah juga mengoptimalkan APBD untuk mendukung langkah ekspansi ini. Kami akan selalu siap memberikan dukungan,” kata dia
Perlu diketahui memburuknya nilai rupiah ini sebenarnya merupakan penyakit ekonomi kita yang bersifat kronis karena selalu berfluktuasi dengan trend yang meburuk seiring berjalannya waktu. Sedangkan Srimulyani selalu menyalahkan situasi moneter di AS dan UE.
























