• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Orang Yang Kalah Berdebat – Ndasmu – Menghina Lawan Jadi Senjatanya

Ali Syarief by Ali Syarief
December 21, 2023
in Feature, Pemilu
0
Orang Yang Kalah Berdebat – Ndasmu – Menghina Lawan Jadi Senjatanya
Share on FacebookShare on Twitter

“When the debate is lost, insult become the loser’s tools”, Socrates

Anekdot senior-senior, para dosen komunikasi saya, mengatakan, masih terngiang-ngiang ditelinga, dalam suatu arena debat – “daripada tidak bisa menjawab, lebih baik ngomong ngaco sekalipun”. Semiotika itu muncul dalam ingatan saya, ketika membaca apa yang dikatakan Socrates ; “Ketika berdebat kalah – maka menghina lawan adalah menjadi senjata untuk menyerang”. (“When the debate is lost, insult become the loser’s tools”, Socrates)

Fenomena “orang yang kalah berdebat menghina menjadi alat menyerang lawan” dapat dijelaskan sebagai suatu bentuk reaksi atau strategi yang diambil oleh seseorang setelah mengalami kekalahan dalam sebuah debat atau diskusi.

Kita bisa menilai apa yang baru-baru ini dilakukan oleh Prabowo Subianto. Gesture, nada suara dan argumen yang dibangun, saat berdebat dan pasca berdebat, hingga keluar diksi Ndasmu itu, adalah cermin orang yang kalah dalam berdebat.

Kondisi ini bisa mencerminkan berbagai aspek, seperti emosi, ego, atau ketidak-mampuan untuk menerima kekalahan secara elegan. Suatu bukti cukup mengalahkan orang pintar. Jutaan bukti jadi tidak berguna bagi orang bebal..

Berikut beberapa penjelasan terkait fenomena tersebut:

Orang yang merasa terdesak atau kalah dalam suatu debat sering kali merasakan ancaman terhadap ego mereka. Sebagai respons, mereka mungkin menggunakan taktik menghina untuk mencoba menggagalkan lawan dan menjaga citra diri mereka sendiri.

Beberapa orang sulit dapat menerima kenyataan bahwa mereka mungkin salah atau bahwa argumen mereka tidak begitu kuat. Kekalahan dalam debat bisa menjadi pukulan bagi kepercayaan diri mereka, dan sebagai cara untuk “membalas dendam,” mereka mungkin menggunakan hinaan sebagai bentuk ritaliasi.

Menghina lawan setelah kekalahan juga dapat menjadi upaya untuk memutar opini publik. Meskipun mungkin tidak membuktikan kebenaran argumen mereka. Beberapa orang berharap bahwa dengan menghina lawan, mereka dapat mengubah persepsi orang terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam suatu debat.

Orang yang menggunakan hinaan setelah kekalahan  kurang mempedulikan norma-norma etika komunikasi yang seharusnya diterapkan dalam sebuah diskusi atau debat. Mereka mungkin lebih fokus pada tujuan mereka untuk “menang” daripada membangun argumen yang kuat dan saling menghormati.

Hinaan juga dapat digunakan sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari ketidak-mampuan seseorang untuk menyampaikan argumen yang kuat. Dengan membuat lawan merasa diserang secara pribadi, orang tersebut berharap dapat mengalihkan fokus dari kelemahan argumen mereka sendiri.

Penting untuk diingat bahwa menghina lawan setelah kekalahan bukanlah tanda dari argumen yang lebih kuat atau kebenaran. Sebaliknya, ini seringkali mencerminkan ketidakmampuan seseorang untuk mengelola kekalahan dengan elegan dan menjaga integritas dalam berdiskusi. Mempertahankan etika komunikasi yang baik dan sikap terbuka terhadap pandangan orang lain merupakan elemen penting dari diskusi yang konstruktif.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mahkamah Agung Colorado Melarang Trump Mengikuti Pemilu di Negara Bagian Tersebut

Next Post

Anies Perjuangkan Umat, Biaya Naik Haji 10 Juta…”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029
Feature

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya
Feature

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Feature

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026
Next Post
Anies Perjuangkan Umat, Biaya Naik Haji 10 Juta…”

Anies Perjuangkan Umat, Biaya Naik Haji 10 Juta…"

Antara Gibran, Anwar Usman – Jokowi dan Pilpres 2024  Dalam Perspektif Hukum Prof. Suteki

Mau dimana melaporkan Zulhas Bawaslu atau ke Penyidik Polri.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Siap Percepat Program Makan Bergizi Gratis

July 22, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Teka-teki Mundurnya Nanik S Deyang

July 22, 2026
Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

Mengapa Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur?

July 22, 2026

 Ketika Tata Kelola Menjadi Benteng Kepercayaan (Perspektif GRC, COSO ERM, dan GIAS 2024 dalam Menjaga Marwah Lembaga Penegak Hukum)

July 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

SETARA Institute Desak Perlindungan Konstitusional bagi Jemaat Ahmadiyah

Militerisasi Pengawasan Pajak Dinilai Inkonstitusional, Setara Institute: Negara Tak Boleh Menakut-nakuti Wajib Pajak

July 22, 2026
Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

Jokowi – PSI Ingin Menjadi 3 Besar Pada Pemilu 2029

July 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist