Oleh M Yamin Nasution – Pemerhati Hukum
sikap ketua partai yang meresahkan publik, Agama di jadikan candaan demi dukungan irasional, seperti yang sedang viral di lakukan oleh ketua umum Partai Zulkifli Hasan, dimana dalam video tersebut dia menjadikan Islam sebagai pidato politik lelucon.
“…..Hukum dasar kebodohan manusia ada dua; Pertama, bahwa orang bodoh lebih banyak dari yang kita bayangkan. Kedua, tidak dibatasi pendidikan, kekayaan, pangkat dan jabatan, bahkan sekalipun mereka pernah mendapatkan Nobel Prize dapat bodoh. Orang bodoh membuat keresahan bagi orang lain tanpa mendapatkan keuntungan, sedangkan bandit membuat keresahan orang-orang untuk keuntungan diri sendiri dan faksi. – Nicholas Naseem Thalib dalam M. Chipolla “The Basic Law of Human Stupidity””
Ungkapan di atas terlihat tepat bagi politisi dan para politikus di Indonesia yang berbicara tanpa dasar pertimbangan dampak di ruang publik, atau mereka hanyalah pencuri-pencuri berkedok; nasionalis, agamis, bersembunyi di balik partai-partainya, yang senantiasa menciptakan keresahan ruang publik atau merugikan rakyat.
Politik adalah ilmu tertinggi yang di atur dalam UUD-NRI 1945, tujuan politik dalam perebutan kekuasaan bersifat mulia, dan tak kalah pentingnya setelah kekuasaan didapat yaitu menyebarkan kebaikan yang luas, sinonim kebaikan adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Persoalan fundamental di perpolitikan Indonesia Adalah tidak adanya pemaknaan tentang politik, Mahfud MD mengajarkan dalam politik hukum nasional di kampus-kampus besar bahwa politik Adalah mempertahankan kekuasaan bagaimanapun caranya, sedangkan bagi oposisi politik adalah merebut kekuasaan, bahkan kudeta Adalah ilmu politik tertinggi yang legal apabila berhasil, ilegal bila gagal.
Perhatikan di sana, tidak ada tujuan mulia dari kekuasaan yang didapat melainkan mempertahankan kekuasaan semata, kemungkinan Mahasiswa Mahfud MD telah menjadi politikus Indonesia, bahkan mungkin sudah menjadi pelaku pencuri uang rakyat.
Di Indonesia sendiri, kemulian tujuan perebutan kekuasaan setelah kekuasaan di dapat hanya di ajarkan oleh ilmu Agama, dan tidak ada cabang-cabang ilmu politik lain yang mengajarkan tentang kemulian tujuan tersebut, ketika salah dalam pemahaman di kepala, maka tataran praktis akan cenderung salah.
Persoalan fundamental kedua Adalah bahwa partai hanya sarana mempertahankan kekuasaan yany di maksud, dan memperluas kekuasaan keluarga bagi ketua umum yang bodoh, egois, bangkrut, sehingga partai di jadikan organisasi perkumpulan mahluk semata. Dan persoalan selanjutnya, kurangnya pengetahuan tentang tujuan politik Negara, politik kebangsaan.
SVENKSK VALLHUDND Adalah istilah Anjig gembala di Swedia, anjing-anjing ini di latih untuk mengumpulkan domba-domba di padang rumput dan sangat membantu kehidupan tuannya.
Partai politik saat ini tak lebih dari sekedar wadah yang membungkam fikiran ideologis kadernya, orang-orang ini di kumpulkan di doktrin untuk taat pada ketua umum, lalu kejiwaan mereka di kendalikan, dampak buruknya, kader men jadi buas bagi rakyat saat berkuasa, dan hanya taat pada tuannya.
MENUJU PILPRES 2024, masyarakat melihat dan menyaksikan bagaimana kader-kader partai di tarik ketempat yang di inginkan oleh tuan semata, demi kepentingan anak dan kepentingan logistik.
Selain itu, masyarakat di pertontonkan oleh ucapan dan sikap kader kader, bahkan sikap ketua partai yang meresahkan publik, Agama di jadikan candaan demi dukungan irasional, seperti yang sedang viral di lakukan oleh ketua umum Partai Zulkifli Hasan, dimana dalam video tersebut dia menjadikan Islam sebagai pidato politik lelucon.
RESTORASI dalam sejarah politik di Inggris yang meresahkan rakyat, bagaimana politisi dan para politikus korup, jahat dan senantiasa membuat keresahan bagi rakyat, mereka memberlakukan larangan praktik Agama dengan dalil yang bertentangan dengan Agama. Contohnya, larangan membaca Holly Bibble berbahasa Inggris bagi pemeluk Nasrani kalau bukan dari golongan darah biru, disisi lain mereka korup untuk memperkaya diri, keluarga dan faksi, semena-mena dan bengis, aturan – aturan hukum di buat tak sedikitpun untuk kebaikan rakyat, kata moral di ucapkan untuk perbuatan tak bermoral, sehingga masyarakat begitu apatis. Restorasi sendiri di tujukan untuk menghilangkan politik muka dua yang biadab dan jahat.
Terlepas dari sistem hukum yang buruk, minimnya pengetahuan tentang tujuan negara, minimnya pengetahuan tentang tujuan kekuasaan setelah didapat, minimnya pemahaman tentang politik, sudah selayaknya melihat rakyat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, mereka telanjang, menderita dan bahkan mati kelaparan.


























