Dalam program acara itu Juru bicara Tim Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin, Surya Tjandra membenarkan adanya dualisme atau perbedaan pandangan terkait isu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam program Gaspol yang ditayangkan di kanal YouTube Kompas.com pada Selasa (19/12/) malam. terlihat adanya dua kubuh utama dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung paslon nomor 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menyimpan perbedaan terkait keputusan melanjutkan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) atau tidak melanjutkan alias menghentikan proyek IKN jika paslon Anies – Imin terpilih jadi presiden
Dalam program acara itu Juru bicara Tim Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin, Surya Tjandra membenarkan adanya dualisme atau perbedaan pandangan terkait isu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Menurut .Surya Tjandrai, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem cenderung melanjutkan pembangunan IKN dengan pertimbangan dialog.
Sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tegas menolak pembangunan IKN. “Karena memang harusnya tidak monolog, harus ada dualisme bahkan lebih (terkait pembangunan IKN) supaya kita ada diskusi baru,” kata Surya.
Surya Tjandra lantas mengatakan, dualisme pernyataan itu membuka diskusi baru. Surya menegaskan Anies sendiri tidak keberatan PKS menolak secara tegas pembangunan IKN. Meskipun, PKB dan Partai Nasdem mendukung pembangunan IKN dengan beberapa catatan.
“Karena apa, justru kita harus memperluas spektrum perdebatan. Memang kesimpulannya nanti enggak musti satu,” kata Surya.
Sedangkan menurut Surya , Anies menegaskan bahwa calon presiden (capres) nomor urut 1 itu juga memilih jalan tengah terkait kemungkinan melanjutkan IKN.
Karena masih diperlukan pertimbangan untuk mendengarkan masyarakat yang terdampak pada pembangunan ibu kota baru tersebut.
Menurut Surya kubunya belum tegas menolak atau melanjutkan pembangunan IKN. Tetapi, wacana pemindahan ibu kota negara memang harus dibicarakan lebih lanjut.
“Belum tentu (melanjutkan atau menolak), tapi kalau dari analisis sekarang, ya minimal kita tunda dulu (pembangunan) untuk mendiskusikannya (lagi),” ujar Surya Tjandra.
“Barangkali yang ingin Pak Anies sampaikan, dia ingin mendiskusikan ini dulu. Karena boleh jujur partisipasi kurang, rakyat tidak ditanya setuju enggak, atau detil risiko yang mungkin dan pasti terjadi dalam setiap pembangunan, ada komunikasi enggak. Hal-hal ini yang ingin dilakukan ulang,” katanya melanjutkan.


























