FusilatNews- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristianto merespons video berisi pidato Presiden Keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam forum rapat pimpinan nasional Partai Demokrat yang mengatakan ada tanda-tanda Pemilu 2024 tidak adil dan tidak jujur, sangat jelas ditujukan kepada Joko Widodo atau Jokowi. Apalagi, kata dia, ketua umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, vis a vis alias berlawanan dengan Jokowi.
“Sudah sangat jelas itu ditujukan ke Pak Jokowi. Apalagi sebelumnya kan didahului dengan AHY yang vis a vis terhadap Pak Jokowi,” ungkap Hasto, dikutip Tempo.co Selasa, 20 September 2022.
Sebelumnya Hasto menyatakan PDIP menanggapi serius pernyataan SBY yang menyebut ada tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur dan adil. Menurut Hasto, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut tidak bijak.
Hasto menuding hal semacam itu justru pernah terjadi di masa kepemimpinan SBY yang menuding tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan Pemilu dan SBY yang bertanggung jawab. Ia mempersoalkan manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Zaman pak SBY manipulasi DPT bersifat masif, salah satu buktinya ada di Pacitan. Selain itu, Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati yang seharusnya menjadi wasit dalam Pemilu, ternyata kemudian direkrut menjadi pengurus teras Partai Demokrat,” ungkap Hasto.
Saat itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum dijabat Anas Urbaningrum yang masuk Partai Demokrat setahun setelah Pemilu 2004 digelar. “Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati yang harusnya menjadi wasit dalam Pemilu, ternyata kemudian direkrut menjadi pengurus teras Partai Demokrat,” kata petinggi PDI-P ini.

























