• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PANCASILA  : Dihormati Dalam Upacara, Dikorupsi Dalam Kebijakan

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
June 2, 2025
in Feature, Politik
0
Gerakan 30 September dan Salah Perhitungan Aidit – (Bagian 2 dari 3 tulisan)
Share on FacebookShare on Twitter
Muhammad Yamin Nasution

Oleh : M Yamin Nasution, SH – Pemerhati Hukum

Setiap tanggal 1 Juni, kita berdiri tegak. Bendera dikibarkan, pidato dilafalkan, Pancasila diucapkan penuh khidmat. Di layar televisi, para pejabat berpakaian adat, senyum lebar, menyebut “Pancasila adalah jiwa bangsa.” Tapi begitu kamera mati, yang hidup justru transaksi gelap di balik layar.

Pancasila dasar negara yang ceritanya dahulu diperjuangkan dengan darah dan air mata kini hanya hidup di baliho, spanduk, dan naskah protokoler. Dalam realitasnya, Pancasila seperti keris pusaka yang dimandikan tiap malam purnama, tanpa mengenal semangat dibaliknya.

1 Juni adalah hari kelahiran Pancasila, bukan sekadar hari lahirnya lima sila, tapi lahirnya kesadaran kebangsaan yang hendak dibangun di atas fondasi kemanusiaan yang adil, bukan dominasi. Pancasila lahir bukan di ruang steril, tetapi di tengah badai: penjajahan, kebingungan identitas, dan pencarian bentuk kenegaraan.

Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa,” dalam rumusan awalnya oleh Soekarno diletakkan pada sila kelima, mengandung semangat ekumenik, bukan sektarian. Soekarno terinspirasi oleh mystical socialism dari pemikir-pemikir seperti Johann Gottlieb Fichte dan Hegel yang menyatukan spiritualitas dengan ide negara.

Hal ini dapat dilihat dari kutipan pidato Soekarno pada satu juni yang mengatakan : “Kalau kita membuat negara Indonesia, hendaknya negara ini satu untuk semua agama.”

Selain itu, fungsi dari sila pertama Pancasila ialah terkait dengan tanah dan isi buminya. Setiap rakyat Indonesia harus memiliki rumah diatas tanah sendiri, dan buminya dapat membebaskan dari kemiskinan. Mengingat Soekarno juga mendapatkan inspirasi dari sejarawan Belanda Julian Wolbers 1865 yang mengatakan masyarakat ini telah dikuasasi dan terjajah oleh pengusaha-pengusaha asing sehingga tak pernah menikmati isi buminya:

“Het volk in Indië leeft op de aarde, maar bezit haar niet.”

Rakyat di Hindia hidup di atas tanah, namun tidak memilikinya.

Namun kini, semangat payung itu retak. Agama adalah jualan terbaik dari seluruh partai, di zaman kepemimpinan, agama menjadi Jokowi jualan untuk mendapatkan kemenangan dan bahan pokok untuk mencari hutangan dari Amerika serikat dengan judul : Penanggulangan Radikalisme Masa Depan, rekam jejak ini dapat dilihat dari situs US Tresuri Department.

Era Jokowi, agama islam dibuat seolah-olah menjadi agama yang menakutkan. Ketuhanan sebagai etos moral telah tergantikan oleh ketuhanan yang maha menakutkan. Kini di Era Prabowo isu radikalisme hilang begitu saja tanpa bekas, tidak ada intoleran, radikalisme dan terorisme.

Demikian juga kepemilikan tanah, rakyat bahkan telah diasingkan dari tanahnya sendiri, diusir secara legitimasi kekuasan dengan alasan invesatasi asing untuk membuka lapangan pekerjaan.

Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab.

Soekarno mendapatkan konsep ini melalui filsafat negara dari Kant dan Hegel, yang mengajarkan bahwa negara bukan hanya kontrak sosial, tapi organisme etis (ethical organism).

“Negara adalah alat untuk memanusiakan manusia.” Hegel, Grundlinien der Philosophie des Rechts

Nyatanya, banyak rakyat terbunuh karena konflik agraria, belum lagi penegakan hukum yang semena-mena, seperti kasus KM 50 dan lainnya.

Sila ketiga: Persatuan Indonesia.

Sila ketiga yang berlambangkan pohon beringin diperdalam dari konsep lokal, yang menggambarkan daun sebagai seorang pemimpin harus mampu menjadi payung bagi rakyatnya dari panas dan hujan, batang pohon menggambarkan, seorang pemimpin harus dapat menjadi tempat bersandar nya rakyat dari sulitnya ekonomi dalam menjalani kehidupan bernegara, dan urat pohon besar menggambarkan bahwa seorang pemimpin selain tempat berteduh, bersandar juga menjadi tempat duduk. Bila demikian maka bersatulah Indonesia diatas seluruh perbedaan yang ada.

Kini, sila ini digunakan sebagai tameng dan payung untuk menutupi perpecahan elit. Yang menyuarakan kebenaran dituduh memecah belah bangsa, padahal yang membuat rakyat retak adalah ketimpangan dan ketidakadilan yang dibiarkan. Untuk melindungi koruptor yang telah di sita asetnya masih bebas berkeliaran, kekayaan pejabat dan anaknya meningkat tinggi tanpa batas.

Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.

Sila keempat berasal dari akar Latin, Romawi:

“Consilio et deliberatione omnia fienda sunt”

Segala sesuatu harus dikerjakan melalui musyawarah dan muafakat.

Para pemikir bangsa ini bahkan menambahkan semangat keislaman pada sila ini yaitu bertambahnya kata: “khidmat dan kebijaksanaan.”

Akan tetapi kini, kita masyarakat hidup di bawah tirani konsensus palsu. Musyawarah berubah menjadi instrumen legitimasi kekuasaan, bukan ruang kontemplasi kebenaran. Demokrasi formal tetap hidup, tapi demokrasi substantif telah mati suri. Kebijakan hukum lahir bukan dari hikmat, tapi dari hitungan manipulasi pemilu dan untung rugi oligarki. Suara rakyat hanya penting saat kampanye, setelah itu hilang siteken pemangku kekuasaan bumi Indonesia dan transaksi ditemani perempuan-perempuan jalang dan gigolo-gigolo politik.

Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila ini menunjuk tepat pada pemerintah, asas pemerintahan ialah asas baik, sinonimnya keadilan. Pemerintah dapat merubah rpjm dan rpjmp bila berhadapan dengan sistuasi yang berbeda, namun harus semata-mata untuk kebaikan rakyat.

Yang terjadi: Kebaikan untuk keluarga istana hingga merusak system yang telah ada. subsidi untuk rakyat dipotong, fasilitas untuk pejabat ditambah. Keadilan menjadi barang mewah, hanya tersedia di hotel bintang lima tempat rapat-rapat anggaran.

Peringatan 1 Juni hanya sekedar perayaan tak berate, bahkan hanya menguntungkan proyek cathering, jualan tenda yang dimiliki oleh relasi-relasi kekuasaan namun tetap menggunakan nama Pancasila.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hajj Furoda Is a Fraud Against Common Sense

Next Post

Tragedi Longsor Galian C Gunung Kuda dan Pelajaran Bagi Izin Tambang ke Pihak Tidak Kompeten

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Tragedi Longsor Galian C Gunung Kuda dan Pelajaran Bagi Izin Tambang ke Pihak Tidak Kompeten

Tragedi Longsor Galian C Gunung Kuda dan Pelajaran Bagi Izin Tambang ke Pihak Tidak Kompeten

Krisis Literasi Kritis: Ketika Membaca Tidak Lagi Menghasilkan Pemahaman

Krisis Literasi Kritis: Ketika Membaca Tidak Lagi Menghasilkan Pemahaman

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...