• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

fusilat by fusilat
April 17, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis
Share on FacebookShare on Twitter

Anwar Husen
Pemerhati Sosial/ Dewan Pakar KAHMI Maluku Utara

Sudah menjadi hukum besi dan lumrah diterima dalam sejarah perebutan kekuasaan politik, apalagi di level negara [presiden], yang menang menikmati kemenangannya. Dan yang kalah bersiap menunggu fase atau periode berikutnya, sembari berharap ada celah kebijakan yang jadi “ruang tembak” untuk meruntuhkan akuntabilitasnya.

Tetapi fakta yang berkelindan di berbagai media mengesankan lain, yang menang tak selalu menikmati kemenangan. Dan yang mencolok dan mengkhawatirkan adalah mereka yang bermentalitas bunglon. Mudah berganti kulit. Tak ikut menembak. Tapi begitu perang usai, mereka yang paling depan mengisahkan heroik dalam pertempuran.

Kegelisahan ini bisa diwakili Muhammad Said Didu lewat tulisannya di platform X, “Pendukung Prabowo vs Penikmat Kekuasaan Presiden Prabowo”.

Dari judulnya saja, bisa terbaca ada garis demarkasi tegas dan mengesankan ada “pertarungan” antara kelompok pendukung yang mengusung idealisme politik saat mendukung Prabowo di Pilpres lalu, yang mungkin saja berharap ada antitesis dengan kepemimpinan rezim sebelumnya yang mewariskan masalah bangsa yang luar biasa.

Yang mengikuti Said Didu, akan tahu sikap kritisnya. Menurutnya, ada kelompok pendukung cukup setia kepada Prabowo Subianto sejak maju sebagai Capres/Cawapres mulai 2009, 2014, 2019 hingga 2024, yang tak berada dalam kekuasaan, apalagi di arus utamanya sebagai suporting filosofi kebijakan. Tapi kelompok ini terus memberi kritik untuk mengingatkan Presiden Prabowo dengan niat baik, bahkan optimis bahwa kondisi masih mungkin berubah.

Mungkin maksud Said Didu ini menunjuk dirinya dan “kelompoknya”. Mereka terkesan tulus, tak tergiur oleh kekuasaan. Harapan mereka, landasan kebijakan yang arahnya telah diletakkan dan digembar-gemborkan sejak 2009, tak bisa dibelokkan. Apalagi telah empat buku yang ditulis Prabowo, yang memuat obsesi dan cita-citanya terhadap masa depan Indonesia. Sebut saja, “Paradoks Indonesia”.

Beberapa waktu terakhir ini, memang cukup banyak kebijakan strategis negara yang beraroma kontroversial yang menyeruak di ruang publik.

Semua ini dipicu oleh fakta bahwa kebijakan tidak selalu koheren. Dan yang paling menyita perhatian adalah plafon anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis [MBG] yang “melegenda” di postur APBN, impor mobil untuk program Koperasi Merah Putih [KMP], dan Sekolah Rakyat. Posisi Indonesia dalam “Board of Piece”, bentukan Presiden Donald Trump, paling seru menyita perhatian. Sebuah kebijakan strategis negara paling berisiko dan menentukan arah dan posisi politik Indonesia dalam percaturan global, tapi begitu gampang diputuskan tanpa nota persetujuan lembaga berwenang. Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari bahkan mengungkap banyak kebijakan Prabowo, lahir dari pidato, bukan perencanaan. Dari pidato, lalu segera dijadikan kebijakan tanpa melalui proses ketatanegaraan yang semestinya. Bisa jadi, gaya ini yang paling dikhawatirkan Said Didu dan kelompoknya.

Berikutya. Benar bahwa program MBG, KMP dan Sekolah Rakyat, adalah program populis yang idenya bagus. Di jalankan serentak tanpa strategi, prototipe dan pilot project saja, yang bikin jadi kacau dan menyisakan banyak masalah.

Di 100 hari pertama kepemimpinan Prabowo-Gibran, hampir semua lembaga survei menyimpulkan kepuasan publik di atas 80 persen.

Di beberapa tulisan saya, bahkan turut memberi apresiasi selangit di momentum 100 hari itu. Padahal programnya belum berjalan. Tapi optimisme terlanjur tak terkejar. Itu semua karena publik terhipnotis oleh pernyataan presiden yang super optimis. Apalagi telah ada roadmap buku-buku sang presiden tentang cita-cita kemandirian dan kemakmuran.

Sekurang-kurangnya, ada 2 [dua] alasan optimisme publik begitu tinggi, seperti juga yang terbaca dari dirilisnya lembaga survei: fakta masalah luar biasa yang diwariskan rezim sebelumnya, dan framing idealisme sang presiden sebagai sosok nasionalis sejati dan berkarakter negarawan “24 karat”. Tak salah. Justru itu mengesankan bahwa publik kita begitu mencintai negeri ini. Ini sebuah fakta psikologi yang normal.

Ada gejala psikologis yang disebut Disenchantment Effect, yakni situasi di mana rakyat yang dulunya memuja pemimpin kini melihat pemimpin tersebut penuh cela, yang menyebabkan hilangnya rasa kagum dan berubah menjadi ketidakpercayaan.

Paradoks Indonesia, juga bisa berarti paradoks yang menjadi ciri dan karakter manusia Indonesia. Hal yang telah lama diingatkan Mocthar Lubis dalam bukunya, Manusia Indonesia, Sebuah Pertanggungjawaban. Wallahua’lam

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MENGUNGKAP KEKUATAN REPUBLIK ISLAM IRAN

Next Post

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

fusilat

fusilat

Related Posts

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum
Crime

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026
Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

Paradoks Indonesia, Said Didu dan Mochtar Lubis

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...