• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Bongkar Pelaku Kejahatan Ekologis

Mahdi Djakakarta Putra by Mahdi Djakakarta Putra
January 28, 2026
in News, Politik
0
Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Bongkar Pelaku Kejahatan Ekologis
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA-Fusilatnews – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Masyumi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk tidak berhenti pada pencabutan izin administratif perusahaan perusak lingkungan di Sumatera, tetapi melanjutkannya dengan pembongkaran aktor utama kejahatan ekologis hingga ke tingkat pemilik manfaat dan pejabat pemberi izin.

Desakan itu disampaikan dalam Pernyataan Sikap DPP Partai Masyumi bernomor 010/01/2026 yang ditandatangani di Jakarta pada 27 Januari 2026. Pernyataan tersebut muncul di tengah duka masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat bencana ekologis yang dinilai sebagai dampak langsung eksploitasi alam yang tak terkendali.

Masyumi menilai langkah Presiden Prabowo mencabut izin 28 perusahaan di wilayah Sumatera sebagai sinyal kuat kembalinya kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan lingkungan. Namun partai tersebut menegaskan bahwa kebijakan itu baru langkah awal.

“Pencabutan izin adalah pintu masuk. Hutan bukan sekadar komoditas kayu, melainkan sistem penyangga kehidupan. Kegagalan menata hulu sungai hari ini adalah pengabaian terhadap hak hidup rakyat di masa depan,” ujar Ketua Umum DPP Partai Masyumi, Dr. Ahmad Yani, SH., MH., dalam keterangan tertulis.

Ahmad Yani menekankan prinsip salus populi suprema lex esto—keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi—seraya mengutip QS. Al-Isra ayat 70 tentang kemuliaan manusia. Ia menuntut agar aset korporasi yang terbukti merusak lingkungan disita untuk pemulihan korban bencana.

“Kekayaan yang diperoleh dari merusak alam adalah harta yang tidak berkah. Itu harus disita untuk memulihkan duka rakyat,” katanya.

Masyumi juga mengingatkan pemerintah agar tidak membuka ruang terjadinya pergantian pemain di lahan bekas konsesi. Partai ini menolak jika jutaan hektare lahan sitaan hanya berpindah dari satu kelompok oligarki ke oligarki lain.

Ketua Dewan Pakar Partai Masyumi, Assoc. Prof. Dr. TB. Massa Djafar, menegaskan bahwa transformasi penguasaan lahan harus diarahkan pada ekonomi kerakyatan dan pengakuan hutan adat.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Siapa pun aktor di balik 28 perusahaan itu, termasuk pemilik manfaat dan mitra asing, harus tunduk pada supremasi hukum Indonesia. Audit Satgas PKH harus transparan, tanpa lobi-lobi belakang layar,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Masyumi menilai kejahatan ekologis yang masif layak dikategorikan sebagai ecocide dan menuntut penegakan hukum pidana, bukan sekadar sanksi administratif atau perdata.

Adapun empat tuntutan utama yang disampaikan Partai Masyumi kepada pemerintah adalah:

  1. Transparansi total dalam audit Satgas PKH terhadap 28 perusahaan, tanpa pengecualian politik.
  2. Proses pidana terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk pejabat pemberi izin dan aparat pelindung, disertai penyitaan aset pribadi pelaku.
  3. Rehabilitasi pascabencana yang mencakup pemulihan ekonomi rakyat melalui redistribusi lahan bekas konsesi, serta rehabilitasi psikososial bagi korban.
  4. Perluasan audit lingkungan nasional terhadap seluruh pemegang konsesi di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua guna mencegah bencana serupa.

Bagi Masyumi, pembongkaran kejahatan ekologis merupakan amanah konstitusional Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir orang.

“Kedaulatan negara hanya bermakna jika mampu memberi rasa aman dan kesejahteraan bagi rakyat,” demikian penutup pernyataan tersebut.

Partai Masyumi menyatakan akan mengambil posisi sebagai mitra kritis pemerintah dan terus mengawal proses penegakan hukum, agar pesan kepada publik jelas: di bawah hukum Indonesia, kekuatan finansial tidak bisa lagi membeli keselamatan lingkungan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ahmad Khoizinudin Harus “Disembuhkan” Melalui Upaya Hukum

Next Post

PERANG ADALAH STRATEGI GEOPOLITIK AMERIKA SERIKAT UNTUK MEMPERTAHANKAN HEGEMONI

Mahdi Djakakarta Putra

Mahdi Djakakarta Putra

Related Posts

Komunitas

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung
News

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
Next Post

PERANG ADALAH STRATEGI GEOPOLITIK AMERIKA SERIKAT UNTUK MEMPERTAHANKAN HEGEMONI

BRANWIR

BRANWIR

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist