• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ahmad Khoizinudin Harus “Disembuhkan” Melalui Upaya Hukum

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
January 28, 2026
in Feature, Law
0
Pasca Solo, Damai Hari Lubis Laporkan Achmad Khoizinudin ke Polda Metro Jaya
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Gagasan tentang “penyembuhan” Ahmad Khoizinudin bukanlah persoalan personal, melainkan kebutuhan sosial dan kebangsaan. Tanda-tanda lahirnya situasi yang tidak sehat dalam ruang publik—ditandai oleh dinamika opini yang liar, konflik internal, serta penggunaan nama-nama ulama untuk kepentingan pembenaran sepihak—menunjukkan bahwa problem ini tidak bisa dibiarkan tanpa koreksi hukum dan etik.

Secara kronologis dan faktual, terdapat beberapa gejala penting:

Pertama, Ahmad Khoizinudin (AK) lebih banyak tampil sebagai aktor atraksi opini yang berupaya mempengaruhi publik. Ia kerap menyeret nama ulama, padahal para ulama tersebut secara nyata tidak terlibat dalam pertikaian pendapat internal eks TPUA. Fenomena ini menimbulkan dugaan kuat bahwa AK berperan sebagai pemecah-belah di tengah barisan yang semestinya solid dalam perjuangan hukum.

Kedua, indikasi peran AK sebagai faktor disintegratif semakin nyata pasca pecahnya TPUA. Fakta kronologis menunjukkan adanya pola komunikasi yang tidak menyatukan, melainkan memecah konsolidasi internal.

Ketiga, alih-alih mengedepankan asas dan teori pembelaan hukum secara sehat, AK justru menggunakan statusnya sebagai advokat untuk melegitimasi tuduhan dan penudingan terhadap sesama advokat—termasuk Eggi Sudjana (ES) dan penulis (DHL)—yang berpotensi mendiskreditkan nama baik di hadapan publik. Dalam konteks ini, terbuka kemungkinan langkah etik berupa pelaporan ke organisasi advokat agar diuji kepatutan profesinya.

Lebih jauh, aktivitas AK di berbagai media sosial justru memperlihatkan kecenderungan menyeret nama ulama besar negeri ini untuk memperkuat posisi personalnya. Ironisnya, AK sendiri bukanlah murid atau pengikut ulama yang ia sebut-sebut, sementara justru saya (DHL) dan Eggi adalah pihak yang selama ini berkhidmat kepada ulama dimaksud. Ini menunjukkan adanya eksploitasi simbol keulamaan demi kepentingan opini.

Kini AK bahkan mencoba membangun narasi bahwa laporan terhadap Panji—yang diajukan ke Polda Metro Jaya oleh wakil saya di KORLABI, Novel Bamukmin—adalah keliru. Padahal, pelapor terhadap Panji adalah Novel sendiri, yang juga diketahui sebagai pengikut ulama yang namanya terus diseret-seret oleh AK. Kontradiksi ini memperlihatkan adanya manuver opini yang tidak jujur secara intelektual.

Kesimpulan

Ahmad Khoizinudin perlu “disembuhkan”, bukan hanya melalui laporan hukum yang telah ditempuh oleh ES dan DHL, tetapi juga melalui mekanisme etik profesi. Upaya pengaduan ke organisasi advokat tempat ia bernaung menjadi penting untuk memperjelas kedudukan hukumnya, sekaligus mencegah praktik penyusupan opini yang berpotensi mendistorsi kesadaran publik dan merusak tatanan perjuangan hukum yang sehat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Lebih Mulia Mana, Polisi & Petani?

Next Post

Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Bongkar Pelaku Kejahatan Ekologis

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Bongkar Pelaku Kejahatan Ekologis

Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Bongkar Pelaku Kejahatan Ekologis

PERANG ADALAH STRATEGI GEOPOLITIK AMERIKA SERIKAT UNTUK MEMPERTAHANKAN HEGEMONI

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...