• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Lebih Mulia Mana, Polisi & Petani?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 28, 2026
in Birokrasi, Feature, Pojok KSP
0
Sigit Listyo dan Manuver di Ujung Kekuasaan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Lebih mulia manakah menjadi polisi ataukah petani?

Bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mungkin lebih mulia menjadi petani daripada polisi, bahkan Menteri Kepolisian sekalipun.

Simak saja pernyataannya saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026), terkait wacana penempatan Polri di bawah kementerian.

“Kalau pun saya yang menjadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” katanya.

Ya, mungkin pekerjaan sebagai petani ia anggap lebih mulia daripada berprofesi sebagai polisi, Kapolri, atau bahkan Menteri Kepolisian sekalipun.

Maklum, dari sisi penghasilan, petani memang hanya mengandalkan rezeki langsung dari Tuhan lewat tanaman yang ia tanam, entah bahan makanan pokok seperti padi, jagung, gandum dan sagu, ataukah palawija, rempah, dan sebagainya.

Sedangkan jika menjadi polisi, Kapolri atau bahkan Menteri Kepolisian, penghasilan yang didapat bukan hanya dari gaji resmi, melainkan juga dari gratifikasi bahkan korupsi. Inilah yang menjadikan pekerjaan petani lebih mulia dibandingkan dengan profesi polisi. Betapa banyak polisi yang rekeningnya gendut, tak sesuai dengan penghasilan resminya.

Atau mungkin saja dengan “ancaman” lebih baik menjadi petani, Listyo Sigit hendak mengintimidasi para anggota Komisi III DPR, sehingga akan menolak Polri direposisi ke bawah kementerian tertentu. Terbukti kemudian, Komisi III DPR memutuskan untuk tetap menempatkan Polri di bawah Presiden RI, sesuai Ketetapan MPR No VII Tahun 2000 yang memisahkan Polri dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), kini Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Atau mungkin pula Listyo Sigit frustrasi. Terbayang di benaknya jabatannya akan hilang jika Polri ditempatkan di bawah kementerian. Jika ada Kementerian Kepolisian yang membawahi Polri, belum tentu juga Listyo Sigit menjadi menterinya, karena sudah sekitar lima tahun ia menjadi Kapolri yang mungkin merupakan Kapolri terlama sepanjang sejarah Indonesia.

Listyo Sigit alpa bahwa jabatannya sudah “berkarat”. Pejabat yang terlalu lama menduduki jabatannya juga cenderung korup.

Lord Acton (1834-1902) berkata, “The power tends to corrupt, absolut power corrupt absolutely”.

Kalau memang menjadi petani lebih mulia daripada polisi, pertanyaannya, mengapa orang-orang justru berbondong-bondong untuk menjadi polisi?

Para petani bahkan rela menjual sawah, ladang atau kebun mereka demi membiayai anak untuk menjadi polisi. Bahkan bukan hanya membiayai, para petani juga rela menjual sawah, ladang atau kebun mereka yang luas untuk menyuap oknum-oknum tertentu yang bisa meloloskan anaknya menjadi polisi. Ada kalanya mereka tertipu. Tapi ada pula yang berhasil.

Ketika sudah menjadi polisi, mereka yang masuk polisi dengan cara menyuap lalu berpikir: bagaimana caranya agar uang yang mereka keluarkan bisa cepat kembali. Akhirnya segala cara ditempuh. Termasuk dengan memeras. Betapa banyak polisi nakal yang sudah dijatuhi sanksi disiplin atau bahkan pidana.

Jadi, di mata awam, profesi polisi lebih mulia ketimbang pekerjaan petani. Sebab itu, mereka berbondong-bondong menjadi polisi dengan menjual sawah, ladang atau kebunnya.

Bagi polisi jujur yang hanya menerima penghasilan dari sumber halal, memang lebih mulia daripada petani. Sebab polisi dapat berbuat lebih banyak untuk masyarakat, dengan melayani dan mengayomi atau melindungi.

Akan tetapi, mengapa Listyo Sigit Prabowo lebih memilih menjadi petani daripada Kapolri atau Menteri Kepolisian jika Polri direposisi?

Ada banyak jawaban. Mungkin ia bukan polisi yang jujur. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pernah beranekdot: hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia, yakni patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Kita yakin itu hanya anekdot saja. Faktanya, masih banyak polisi jujur di Indonesia. Termasuk barangkali Listyo Sigit Prabowo.

Tetapi mengapa ia lebih memilih menjadi petani jika Polri direposisi ke bawah kementerian?

Mungkin ia frustrasi. Mungkin pula untuk menggertak atau mengintimidasi DPR. Terbukti kemudian Komisi III DPR menyetujui pendapat Listyo. Bahkan saat Listyo memaparkan pendapatnya yang menolak reposisi Polri, banyak anggota Komisi III DPR bertepuk tangan. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Stop Sawit: Saat Indonesia Menentukan Nasib Oksigen Dunia

Next Post

Ahmad Khoizinudin Harus “Disembuhkan” Melalui Upaya Hukum

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Pasca Solo, Damai Hari Lubis Laporkan Achmad Khoizinudin ke Polda Metro Jaya

Ahmad Khoizinudin Harus “Disembuhkan” Melalui Upaya Hukum

Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Bongkar Pelaku Kejahatan Ekologis

Partai Masyumi Mendesak Presiden Prabowo Bongkar Pelaku Kejahatan Ekologis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...