• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Stop Sawit: Saat Indonesia Menentukan Nasib Oksigen Dunia

Ali Syarief by Ali Syarief
January 28, 2026
in Bencana, Feature, Lingkungan Hidup
0
Indonesia membuat kemajuan menuju nol deforestasi kelapa sawit – tetapi keuntungan dalam perlindungan hutan masih rapuh
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta — Dunia tengah berpacu menyelamatkan iklim. Negara-negara berlomba menurunkan emisi karbon, menanam miliaran pohon, dan membangun ekonomi hijau. Namun di sudut lain planet ini, salah satu paru-paru terakhir bumi justru terus terkikis. Indonesia, negeri dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia, masih membiarkan ekspansi sawit menggerus sumber oksigen global.

Industri sawit kerap dipuja sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Devisa mengalir, tenaga kerja terserap, produk ekspor membanjiri pasar dunia. Tetapi di balik narasi kemakmuran itu, ada biaya yang jarang dimasukkan ke neraca keuangan negara: hilangnya hutan primer, rusaknya lahan gambut, punahnya biodiversitas, serta lepasnya jutaan ton karbon ke atmosfer.

Hutan tropis Indonesia bukan sekadar aset nasional. Ia adalah infrastruktur ekologis dunia. Setiap hektare hutan yang berdiri menyerap karbon, memproduksi oksigen, menjaga pola hujan regional, dan menstabilkan suhu bumi. Ketika hutan ditebang untuk kebun monokultur sawit, dunia bukan hanya kehilangan pohon, tetapi kehilangan mesin kehidupan.

Ironi besar terjadi: negeri yang semestinya menjadi penyumbang oksigen planet, justru bertransformasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar akibat deforestasi dan kebakaran lahan. Asap lintas batas, krisis kesehatan, banjir, dan kekeringan menjadi “dividen tersembunyi” dari ekspansi sawit yang jarang diakui dalam pidato-pidato resmi.

Sering terdengar dalih bahwa menghentikan sawit berarti mematikan ekonomi. Padahal persoalannya bukan pada sawit sebagai komoditas, melainkan pada kerakusan ekspansinya. Yang dibutuhkan adalah moratorium nyata, penataan ulang izin, intensifikasi lahan yang sudah ada, serta rehabilitasi kawasan rusak. Dunia tidak menuntut Indonesia miskin. Dunia hanya meminta Indonesia berhenti merusak paru-paru bumi.

Tren global pun bergerak jelas. Uni Eropa memberlakukan regulasi anti-deforestasi. Konsumen menuntut produk berlabel hijau. Investor mulai meninggalkan perusahaan perusak lingkungan. Jika Indonesia terus menutup mata, bukan hanya hutan yang habis—pasar pun akan pergi.

Lebih dari itu, ada dimensi moral yang lebih besar. Generasi hari ini sedang menentukan warisan bagi generasi mendatang. Apakah mereka akan mewarisi hutan hujan yang hidup, sungai yang jernih, udara yang layak dihirup? Ataukah hanya cerita bahwa dahulu Indonesia pernah menjadi paru-paru dunia, sebelum dijual untuk minyak murah?

Indonesia memiliki peluang bersejarah: memimpin peradaban hijau. Menjadi negara yang berkata kepada dunia, “Kami memilih menjaga oksigen bumi.” Itu akan menjadi kontribusi yang jauh lebih besar daripada sekadar angka ekspor tahunan.

Stop sawit bukan slogan anti-pembangunan. Ia adalah seruan untuk waras. Bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh dibeli dengan napas planet. Sebab ketika bumi kehabisan oksigen, tak ada devisa yang bisa menggantikannya.

Dan pada akhirnya, sejarah tidak akan bertanya berapa ton sawit yang kita ekspor. Sejarah akan bertanya: ketika dunia membutuhkan penjaga terakhir hutan, di pihak mana Indonesia berdiri?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

RUU Propaganda Asing: Dari Mana Prabowo Meminjam Ketakutan, Siapa yang Sebenarnya Ia Bidik, dan Mengapa Tempo Dituding Antek

Next Post

Lebih Mulia Mana, Polisi & Petani?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Sigit Listyo dan Manuver di Ujung Kekuasaan

Lebih Mulia Mana, Polisi & Petani?

Pasca Solo, Damai Hari Lubis Laporkan Achmad Khoizinudin ke Polda Metro Jaya

Ahmad Khoizinudin Harus “Disembuhkan” Melalui Upaya Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...