• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

RUU Propaganda Asing: Dari Mana Prabowo Meminjam Ketakutan, Siapa yang Sebenarnya Ia Bidik, dan Mengapa Tempo Dituding Antek

Ali Syarief by Ali Syarief
January 28, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Agama, Politik, dan Jalan Damai: Belajar dari Seruan Prabowo di PBB
Share on FacebookShare on Twitter

Ada zaman ketika kekuasaan takut pada oposisi.
Lalu ada zaman ketika kekuasaan takut pada rakyat.
Namun kini kita memasuki fase baru: kekuasaan takut pada informasi.

Gagasan pembentukan RUU Penanggulangan Propaganda Asing yang belakangan dikaitkan dengan pemerintahan Prabowo bukan sekadar produk legislasi biasa. Ia adalah cermin kegelisahan rezim terhadap arus berita, investigasi, dan opini kritis yang tak lagi bisa dikendalikan dengan cara lama. Maka lahirlah istilah baru: propaganda asing. Sebuah label lentur yang bisa ditempelkan ke siapa saja — dari LSM, aktivis, akademisi, hingga media.

Pertanyaannya:
Dari mana ide ini datang?
Siapa yang sesungguhnya terancam?
Dan mengapa Tempo sampai dituduh sebagai antek asing?


Dari Mana Prabowo Mendapat Ide RUU Propaganda Asing

Dalam sejarah politik modern, istilah foreign propaganda bukan barang baru. Ia lazim digunakan oleh rezim yang sedang merasa terancam legitimasi. Rusia memakainya untuk membungkam LSM. Cina memakainya untuk menutup kritik internasional. Turki memakainya untuk menjerat jurnalis oposisi. Bahkan Orde Baru pernah memakai istilah “antek asing” untuk menyederhanakan kritik menjadi tuduhan pengkhianatan.

Maka ketika gagasan serupa muncul di Indonesia hari ini, publik wajar bertanya:
Apakah ini hasil studi kebijakan, atau sekadar adopsi insting otoritarian lama yang diberi kemasan baru?

Prabowo selama karier politiknya kerap menampilkan narasi nasionalisme protektif: negara harus kuat, pengaruh asing harus dibatasi, stabilitas harus dijaga. Dalam batas tertentu itu sah. Namun ketika nasionalisme berubah menjadi kecurigaan permanen terhadap kritik, maka nasionalisme bergeser menjadi alat sensor.

RUU ini bukan lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari ketakutan akan pengawasan publik — terutama ketika media investigatif dan masyarakat sipil makin lihai membuka data, anggaran, konflik kepentingan, dan jejaring kekuasaan.


Siapa yang Terancam oleh RUU Penanggulangan Propaganda Asing

Secara formal, RUU ini diklaim untuk melindungi kedaulatan informasi. Namun dalam praktik, pasal-pasal lentur tentang “narasi yang merugikan kepentingan nasional” adalah pisau bermata dua. Ia bisa dipakai bukan untuk melindungi rakyat — tetapi untuk melindungi kekuasaan dari rakyat.

Yang terancam bukan negara.
Yang terancam adalah:

  • Media independen yang mengungkap skandal
  • LSM antikorupsi yang menelusuri anggaran
  • Akademisi yang mengkritik kebijakan
  • Aktivis yang mengorganisir protes
  • Warga digital yang memviralkan data

Dalam negara demokrasi sehat, mereka adalah penjaga akal sehat publik.
Dalam negara yang takut transparansi, mereka dianggap ancaman.

RUU ini berpotensi menjadi UU Karet Generasi Baru — bukan lagi pasal makar, bukan lagi pasal pencemaran nama baik, tetapi pasal propaganda asing. Tuduhannya fleksibel, pembuktiannya kabur, efek gentarnya nyata.


Mengapa Tempo Dituduh Sebagai Antek Asing

Tempo adalah simbol lama jurnalisme investigatif. Dari era Soeharto sampai hari ini, ia terbiasa hidup di ruang yang tak ramah bagi kekuasaan sensitif. Ketika sebuah media konsisten mengungkap konflik kepentingan, proyek bermasalah, dan relasi kuasa — maka ia otomatis menjadi cermin yang tidak disukai oleh wajah yang sedang bercermin.

Label “antek asing” pada Tempo bukan soal bukti. Ia adalah strategi delegitimasi. Jika sebuah liputan tak bisa dipatahkan datanya, maka yang diserang adalah motifnya. Jika argumen tak bisa dibantah, maka kredibilitasnya yang digerus.

Ini teknik lama:
Bukan menjawab isi berita — tapi menuduh pembawanya berkhianat.

Padahal, jurnalisme tidak bekerja untuk asing atau domestik.
Jurnalisme bekerja untuk fakta.


Penutup: Negara Kuat Tidak Takut Kritik

Sejarah selalu mencatat:
Negara yang kuat tidak takut suara berbeda.
Negara yang percaya diri tidak takut media kritis.
Negara yang yakin legitimasinya tidak butuh pasal karet.

RUU Propaganda Asing, jika tak dirumuskan dengan batas ketat dan transparan, akan tercatat bukan sebagai pelindung kedaulatan — tetapi sebagai monumen ketakutan kekuasaan terhadap keterbukaan.

Dan bila itu terjadi, maka yang sedang dilawan bukan propaganda asing,
melainkan hak rakyat untuk tahu.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SI Merah: Ketika Islam, Nasionalisme, dan Komunisme Pernah Berbagi Rahim Sejarah

Next Post

Stop Sawit: Saat Indonesia Menentukan Nasib Oksigen Dunia

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post
Indonesia membuat kemajuan menuju nol deforestasi kelapa sawit – tetapi keuntungan dalam perlindungan hutan masih rapuh

Stop Sawit: Saat Indonesia Menentukan Nasib Oksigen Dunia

Sigit Listyo dan Manuver di Ujung Kekuasaan

Lebih Mulia Mana, Polisi & Petani?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...