• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Pasca KPU Beberakan Ijazah S1 Jokowi – Termul Minta Segera Penjarakan Roy Suryos Cs

Ali Syarief by Ali Syarief
October 5, 2025
in Crime, Feature
0
Pasca KPU Beberakan Ijazah S1 Jokowi – Termul Minta Segera Penjarakan Roy Suryos Cs
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews-Ada pemandangan menarik beberapa waktu lalu ketika Bonatua Silalahi, salah satu figur yang konsisten menyoroti keaslian ijazah Presiden Joko Widodo, akhirnya menerima dokumen salinan ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Alih-alih menenangkan badai kecurigaan, peristiwa ini justru menimbulkan gelombang kepanikan di kubu yang selama ini membela Jokowi tanpa syarat.

Salah satunya, Termul — yang tiba-tiba seperti cacing kepanasan di bawah matahari gurun pasir. Belum juga masyarakat sempat menelaah isi dokumen itu, ia sudah menggelar konferensi pers, mendesak Mabes Polri untuk segera memenjarakan Roy Suryo dan kawan-kawan. Reaksinya berlebihan, emosional, dan anehnya—lebih defensif daripada Jokowi sendiri.

Padahal, Jokowi, yang konon menjadi pihak paling dirugikan oleh tuduhan itu, tak pernah sekalipun menyebut nama-nama yang dimaksud Termul. Ia hanya melaporkan dugaan fitnah secara umum, tanpa menunjuk individu tertentu. Lalu, mengapa Termul begitu bernafsu menuntut penangkapan orang-orang yang bahkan tidak secara resmi disebut dalam laporan Jokowi?

Di titik inilah publik mulai membaca sesuatu yang janggal.

Jika ijazah itu benar adanya, bukankah kebenaran akan membela dirinya sendiri? Mengapa perlu kepanikan, konferensi pers tergesa-gesa, dan tekanan politik ke aparat hukum? Reaksi semacam ini justru menimbulkan kesan bahwa ada sesuatu yang ingin segera ditutup rapat—bahkan sebelum publik sempat berpikir jernih.

Fenomena ini seperti refleks psikologis klasik: mereka yang merasa terancam oleh kebenaran, biasanya paling keras berteriak membela “kebenaran” versi mereka sendiri.
Bonatua datang dengan fakta, bukan fitnah. Ia menunjukkan dokumen, meminta kejelasan, dan bersandar pada prinsip transparansi publik atas pejabat negara. Tapi respons yang muncul justru bukan klarifikasi, melainkan kriminalisasi.

Di sinilah absurditasnya. Negara yang semestinya berdiri di atas hukum dan akal sehat, justru membiarkan debat tentang ijazah presiden berubah menjadi arena perburuan terhadap pengkritik. Logika terbalik ini menguatkan satu hal: bahwa isu ijazah Jokowi bukan sekadar isapan jempol.

Sebaliknya, jika dokumen itu memang valid dan autentik, seharusnya negara—terutama presiden—menyambutnya dengan keterbukaan, bukan ketegangan.
Namun, yang terjadi adalah ketertutupan dan sikap defensif dari lingkar kekuasaan. Termul, dengan semangat berlebihnya, justru memperkuat persepsi publik bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.

Dalam konteks ini, publik tidak lagi sekadar ingin tahu soal keaslian selembar kertas bernama ijazah. Mereka ingin tahu sejauh mana kekuasaan bersedia jujur pada rakyatnya. Sebab, ijazah hanyalah simbol dari kejujuran moral seorang pemimpin. Bila pada hal sekecil itu saja harus diselimuti kebohongan, maka bagaimana rakyat bisa percaya pada kebijakan yang jauh lebih besar dan kompleks?

Bonatua mungkin hanya seorang warga yang menuntut kejelasan, tapi sikapnya mencerminkan semangat publik yang masih percaya bahwa integritas tidak boleh dikorbankan demi citra politik.
Sementara Termul—dengan segala kepanikan dan kemarahannya—tanpa sadar justru telah membongkar bahwa kebohongan paling rapuh adalah kebohongan yang dibela terlalu keras.

Dan dari situ, publik semakin yakin: mungkin benar, ada yang tidak beres dengan ijazah Jokowi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kejujuran adalah Kemewahan dalam Politik Hari Ini

Next Post

Willy Abdullah Fujiwara: Mencari Jalan Pulang (5 – Habis)

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

BENARKAH ORANG DESA TIDAK PERLU DOLAR?

May 22, 2026
Feature

Mengoreksi Sentralisasi Pendidikan: Menuju Desentralisasi Terbimbing

May 21, 2026
Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas
Feature

Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

May 21, 2026
Next Post
Willy Abdullah Fujiwara: Mencari Jalan Pulang (5 – Habis)

Willy Abdullah Fujiwara: Mencari Jalan Pulang (5 - Habis)

Telunjuk Menunjuk, Kelingking Mengkait: Ada Apa Jokowi ke Kertanegara

Telunjuk Menunjuk, Kelingking Mengkait: Ada Apa Jokowi ke Kertanegara

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati
Komunitas

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

by Karyudi Sutajah Putra
May 21, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Dua puluh delapan tahun pasca-Reformasi 1998, demokrasi Indonesia justru bergerak mundur. Rezim hari ini mempertontonkan wajah kekuasaan...

Read more
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

BENARKAH ORANG DESA TIDAK PERLU DOLAR?

May 22, 2026
Menyingkap Tabir Lapas Nusakambangan: Kunjungan PPWI dan Titik Terang bagi Korban Kriminalisasi Jekson Sihombing

Menyingkap Tabir Lapas Nusakambangan: Kunjungan PPWI dan Titik Terang bagi Korban Kriminalisasi Jekson Sihombing

May 22, 2026
MUI dan Ormas Islam Desak Prabowo Tegas soal Relawan WNI, Singgung Ancaman Keluar dari BoP

MUI dan Ormas Islam Desak Prabowo Tegas soal Relawan WNI, Singgung Ancaman Keluar dari BoP

May 22, 2026

Mengoreksi Sentralisasi Pendidikan: Menuju Desentralisasi Terbimbing

May 21, 2026
Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

Tunas yang Belum Selesai Tumbuh: Memaknai Hari Kebangkitan Nasional 2026 dari Perspektif Disabilitas

May 21, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

BENARKAH ORANG DESA TIDAK PERLU DOLAR?

May 22, 2026
Menyingkap Tabir Lapas Nusakambangan: Kunjungan PPWI dan Titik Terang bagi Korban Kriminalisasi Jekson Sihombing

Menyingkap Tabir Lapas Nusakambangan: Kunjungan PPWI dan Titik Terang bagi Korban Kriminalisasi Jekson Sihombing

May 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist