• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Komunitas

Jakarta Menghijau: Investigasi Kematian Ojol yang Sengaja Digilas Rantis Polisi

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
August 29, 2025
in Komunitas, News
0
Jakarta Menghijau: Investigasi Kematian Ojol yang Sengaja Digilas Rantis Polisi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-Fusilatnews –– Malam Kamis (28/8/2025) di Pejompongan, Jakarta Pusat, menjadi saksi tragedi yang menorehkan luka dalam. Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online, tewas bukan karena kecelakaan, melainkan karena sengaja digilas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat unjuk rasa berlangsung di sekitar kompleks DPR/MPR RI.

Kesaksian Lapangan: Rantis Sempat Berhenti, Lalu Melaju Lagi

Saksi mata menyebut dengan tegas: Affan terjatuh di depan rantis. Kendaraan itu sempat berhenti sejenak. Tetapi alih-alih diam atau mundur, sopir justru menginjak pedal dan melindas tubuh korban. “Itu bukan tidak sengaja. Sopir bisa melihat jelas ada orang jatuh, tapi dia tetap jalan,” kata seorang saksi yang rekamannya kini beredar di media sosial.

Video amatir memperkuat kesaksian ini. Dalam rekaman, terlihat rantis berhenti, lalu maju lagi, tepat ke arah korban. Publik pun berkesimpulan: ini tindakan disengaja, bukan kecelakaan.

Narasi Polisi Retak di Hadapan Fakta

Awalnya, polisi menyebut peristiwa itu sebagai “insiden tak disengaja” akibat situasi kacau. Tetapi fakta di lapangan tidak bisa dibantah:

  • Rantis punya jarak pandang luas dari kabin tinggi. Mustahil pengemudi tak melihat korban.
  • Rantis sempat berhenti. Artinya, pengemudi menyadari situasi.
  • Bukannya berhenti total atau menghindar, rantis justru maju dan melindas.

Kontradiksi ini membuat publik yakin ada unsur kesengajaan dan bukan sekadar “accident” seperti klaim polisi.

Affan: Pemuda Biasa yang Jadi Simbol Perlawanan

Affan adalah tulang punggung keluarga. Pendiam, pekerja keras, dan setiap hari menjemput rezeki lewat ojol. Ayahnya hanya pekerja serabutan, adik-adiknya masih sekolah. Kepergian Affan bukan hanya duka keluarga, melainkan juga pukulan bagi ribuan ojol yang melihat dirinya sebagai cermin nasib mereka sendiri.

Jakarta Menghijau: Aksi Balas Solidaritas

Sehari setelah kejadian, Jakarta berubah menjadi lautan hijau. Ribuan ojol dari Jakarta, Bekasi, hingga Banten turun ke jalan. Jaket hijau mereka memenuhi Sudirman, Thamrin, hingga depan DPR/MPR. Spanduk bertuliskan “Polisi Pembunuh!”, “Keadilan untuk Affan”, hingga “Hentikan Brutalitas Aparat” berkibar.

Di media sosial, tagar #KeadilanUntukAffan dan #PolisiPembunuh meledak, menjadi trending nasional.

“Kami tahu ini bukan kecelakaan. Rekan kami dibunuh!” teriak salah satu orator di atas mobil komando.

Respons Negara: Janji yang Tak Lagi Dipercaya

Kapolri Jenderal Listyo Sigit datang ke RSCM menemui keluarga korban, meminta maaf, dan berjanji mengusut. Tujuh anggota Brimob disebut sudah diamankan. Ketua DPR RI Puan Maharani pun mendesak transparansi.

Namun, publik sulit percaya. Aktivis HAM menegaskan bahwa “aparat cenderung saling melindungi, tanpa desakan rakyat, kasus ini bisa dipetieskan.”

Titik Balik Kepercayaan Publik

Kematian Affan bukan sekadar tragedi personal, melainkan simbol hilangnya kepercayaan publik pada aparat keamanan. Fakta bahwa rantis berhenti lalu melaju lagi membuat publik bulat: ini bukan human error, melainkan tindakan brutal yang disengaja.

Kini, ribuan ojol dan masyarakat sipil menuntut:

  1. Hukum pidana bagi pengemudi rantis dan komandan lapangan.
  2. Transparansi penuh investigasi tanpa manipulasi.
  3. Reformasi sistemik agar aparat berhenti memperlakukan rakyat sebagai musuh.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sahroni: Wakil Rakyat atau Bos Preman?

Next Post

Menanti Presiden Mencopot Kapolri

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan
Birokrasi

IPW Apresiasi Polda Metro Jaya Ungkap 141 Kasus Curanmor dalam Sebulan

June 12, 2026
Next Post
Menanti Presiden Mencopot Kapolri

Menanti Presiden Mencopot Kapolri

Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

Desakan Mundur Kapolri Membahana Lagi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist