• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pejuang yang Bersekutu dengan Musuh: Prabowo dan Jokowi dalam Bayangan Pengkhianatan

“Siapa yang tidur dengan anjing, jangan heran jika bangun dengan kutu.”

Ali Syarief by Ali Syarief
February 14, 2025
in Feature, Tokoh
0
Presiden Prabowo dan Peringatan Keras bagi Loyalis Jokowi: Tegas atau Hanya Retorika?
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Prabowo Subianto mencalonkan diri dalam Pilpres 2014 dan 2019, ia berdiri sebagai lawan utama Joko Widodo. Dalam dua pertarungan itu, Prabowo tampil sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan Jokowi yang dianggap merugikan rakyat. Namun, setelah kekalahannya yang kedua, Prabowo memilih jalan yang mengejutkan: ia bergabung dengan pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan. Keputusan ini tidak hanya mengecewakan para pendukungnya, tetapi juga menjadi ironi politik yang mencolok.

“Orang yang berjuang demi kebebasan tetapi bersekutu dengan penindas, pada akhirnya hanya memperpanjang perbudakan.” Kutipan anonim ini menggambarkan kondisi yang terjadi pada Prabowo. Ia, yang dulu dianggap sebagai simbol perjuangan bagi rakyat yang kecewa dengan kepemimpinan Jokowi, kini justru menjadi bagian dari sistem yang ia lawan. Banyak yang merasa dikhianati oleh keputusannya, karena mereka melihat bahwa persekutuannya dengan Jokowi tidak membawa perubahan, melainkan justru memperpanjang status quo yang selama ini dikritiknya.

Lebih jauh lagi, kebersamaan Prabowo dan Jokowi di pemerintahan mencerminkan pepatah Spanyol: “Siapa yang tidur dengan anjing, jangan heran jika bangun dengan kutu.” Prabowo yang dulu menuding Jokowi sebagai pemimpin yang gagal, kini justru menjadi bagian dari pemerintahan yang sama. Alih-alih membawa perubahan, ia justru larut dalam politik transaksional yang menjadi ciri khas era Jokowi. Rakyat yang dulu mempercayainya kini mempertanyakan kredibilitasnya, apakah ia benar-benar memiliki prinsip atau hanya seorang oportunis.

Lebih ironis lagi, Prabowo tampak begitu setia pada Jokowi hingga ia bahkan tidak ingin dipisahkan darinya. Ia mendukung berbagai kebijakan kontroversial yang justru menyakiti rakyat, dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang penuh masalah hingga kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Dalam perspektif strategi perang, “Ketika seseorang bersekutu dengan musuhnya demi keuntungan sementara, dia telah menyiapkan kehancurannya sendiri.” (Sun Tzu, parafrase). Keputusan Prabowo untuk bergabung dengan Jokowi bisa jadi merupakan kesalahan terbesar yang akan menghancurkan kepercayaan publik terhadapnya.

Di sisi lain, pengkhianatan ini bukan hanya milik Prabowo. Jokowi sendiri, yang dulu berjanji akan menjadi pemimpin yang berpihak pada rakyat, kini justru lebih berpihak pada oligarki dan kepentingan segelintir elite. “Berkhianat sekali, diragukan selamanya.” Kutipan ini seolah menegaskan bahwa Jokowi tidak hanya mengkhianati rakyat yang memilihnya, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap demokrasi itu sendiri. Kebijakannya yang semakin jauh dari janji kampanye, termasuk upaya memperpanjang dinasti politiknya, semakin membuktikan bahwa ia telah berpaling dari amanah rakyat.

Sebagai penutup, ada satu pelajaran besar yang bisa diambil dari fenomena ini: “Lebih baik kalah dengan terhormat daripada menang dengan menjual prinsip.” (Mahatma Gandhi, parafrase). Prabowo mungkin merasa bahwa dengan bersekutu dengan Jokowi, ia dapat membayar hutang budi, yang telah all out membantunya memenangkan Pikpres 2024 yang lalu.  Namun, apa artinya kemenangan jika harus mengorbankan integritas dan kepercayaan rakyat? Politik adalah tentang pilihan, dan Prabowo telah memilih untuk berada di sisi yang salah dalam sejarah. Rakyat mungkin tidak akan melupakan pengkhianatan ini, dan ketika saatnya tiba, mereka akan menuntut pertanggungjawaban dari mereka yang telah mengecewakan bangsa ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cara Bahlil Memuji Dirinya Sendiri – Glorifikasi Diri

Next Post

Program Makan Bergizi Gratis Belum Sampai di Madiun

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Feature

Berani Memutuskan atau Takut Dipenjara? (Di Mana Batas Diskresi dan Korupsi?)

June 28, 2026
Feature

Sayembara Rp250 Juta KDM: Solusi Cepat Kasus Darurat atau Sekadar Panggung Politik?

June 28, 2026
Next Post
Pemerintah Pasang Target 3 Juta Orang, Terima Makan Bergizi Gratis Pada Bulan Ini

Program Makan Bergizi Gratis Belum Sampai di Madiun

The Concept of an Islamic State: A Misconception in Definition

The Concept of an Islamic State: A Misconception in Definition

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama
Economy

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

by Karyudi Sutajah Putra
June 24, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Indonesia menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial perdananya tahun 2032. Rusia siap bekerja sama. Duta...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

June 28, 2026
Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

June 28, 2026

Mengobati Demam atau Menyembuhkan Penyakit? Refleksi tentang Satgas Mitigasi PHK dan Akar Persoalan Ekonomi Indonesia

June 28, 2026
Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

Pertamina Diminta Antisipasi Praktik Korupsi “Rilesta” demi Menjaga Distribusi BBM Tepat Sasaran

June 28, 2026

Berani Memutuskan atau Takut Dipenjara? (Di Mana Batas Diskresi dan Korupsi?)

June 28, 2026

Sayembara Rp250 Juta KDM: Solusi Cepat Kasus Darurat atau Sekadar Panggung Politik?

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

Jokowi Meneruskan Membangun Raja Jawa

June 28, 2026
Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

Duel PSI vs PDIP: Pertarungan Politik 2029 Resmi Dimulai

June 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...