Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meringkus para pelaku.
“Untuk fake BTS,, kami saat ini bekerja erat dengan kepolisian dan juga BSSN untuk mengejar pelaku-pelakunya,” ucap Meutya saat ditemui di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2025).
Meutya menekankan, Komdigi bersama Polri dan BSSN juga mencari barang bukti untuk bisa menjerat pelaku atas kasus penipuan.
“Tapi pada prinsipnya, operasi bersama antara kami dan Polri beserta BSSN sudah tengah berjalan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mendapatkan barang bukti,” imbuh dia.
Politikus Partai Golkar ini meminta masyarakat untuk bersabar karena kasus penipuan ini masih berjalan. Ia memastikan, Kementerian Komdigi bakal memberikan informasi terkait perkembangan kasus tersebut.
“Jadi mungkin nanti sabar sedikit, mungkin nanti kami akan bisa memberikan penyampaian lebih lanjut,” ucap Meutya. kasus ini terungkap setelah Komdigi menerima banyak laporan dari masyarakat terkait maraknya SMS penipuan yang dikirim bukan oleh operator seluler resmi.
Dengan menggunakan perangkat fake BTS atau BTS palsu, para pelaku dapat memancarkan sinyal seolah-olah sebagai BTS operator resmi. Pelaku lalu mengirim SMS secara massal ke ponsel di sekitarnya tanpa terdeteksi oleh sistem operator.
Melalui metode tersebut, SMS penipuan dapat langsung menjangkau masyarakat, misalnya menawarkan hadiah palsu atau meminta data pribadi, tanpa melewati jaringan resmi. Pengambilan data pribadi secara ilegal ini pun sulit dilacak oleh pihak operator.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap SMS mencurigakan dan selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima.
Komdigi juga mendorong operator seluler untuk meningkatkan keamanan jaringan, termasuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap aktivitas frekuensi radio yang mencurigakan seperti fake BTS.
Masyarakat juga diminta untuk tidak pernah memberikan data pribadi, informasi perbankan, maupun kode OTP kepada pihak mana pun melalui SMS atau tautan yang tidak resmi.
Pengambilan data pribadi secara ilegal ini pun sulit dilacak oleh pihak operator. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap SMS mencurigakan dan selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima.
Komdigi juga mendorong operator seluler untuk meningkatkan keamanan jaringan, termasuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap aktivitas frekuensi radio yang mencurigakan seperti fake BTS.
Masyarakat juga diminta untuk tidak pernah memberikan data pribadi, informasi perbankan, maupun kode OTP kepada pihak mana pun melalui SMS atau tautan yang tidak resmi.


























