• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Penggawa-penggawa Prabowo yang Cenderung Bodoh

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 25, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Mungkin bukan bodoh. Sebab kalau bodoh, mana mungkin mereka jadi penggawa (pejabat) dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto?

Mungkin mereka hanya sedikit cenderung bodoh. Tapi karena yang sedikit cenderung bodoh itu seorang penggawa, maka yang tampak di permukaan adalah kebodohan.

Ketika Rachmat Pambudy, misalnya, menyatakan pemberian makan bergizi gratis lebih mendesak daripada memberi pekerjaan, apakah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu tidak bodoh?

Makan bergizi gratis hanya sekali habis. Sedangkan pekerjaan akan mendatangkan uang yang akan bisa dipakai untuk membeli makanan. Tak perlu gratis. Tak perlu menunya seharga maksimal Rp10 ribu. Tak perlu tak bergizi.

Berilah kail supaya rakyat bisa memancing ikan sendiri, jangan diberi ikan yang sekali makan langsung habis.

Ketika Tempo mendapatkan teror berupa kiriman paket kepala babi yang telinganya sudah dipotong, lalu Hasan Nasbi menyarankan agar kepala babi itu dimasak saja, apakah Kepala Komunikasi Kepresidenan itu tidak bodoh?

Dalam kelaziman bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim dan ajaran Islam mengharamkan babi, tak lazim kepala babi itu dimasak. Yang lazim dimasak adalah kepala kambing atau kepala ikan kakap.

Pernyataan Hasan Nasbi itu juga mencerminkan ia gagal menempatkan dirinya pada situasi dan kondisi yang seharusnya, serta nir-empati terhadap Tempo dan para awaknya yang dilanda teror. Hasan Nasbi gagal paham.

Bahkan pernyataan Hasan Nasbi itu bisa diterjemahkan ia sebagai pendukung bahkan penganjur teror terhadap media dan jurnalis, khususnya Tempo.

Terbukti kemudian, teror susulan menyasar Tempo dengan bungkusan berisi enam bangkai tikus yang kepalanya sudah terpenggal dan terpisah dari badannya.

Dua aksi teror itu dapat diterjemahkan sebagai ancaman kepada para awak Tempo berupa pemenggalan kepala. Sadis bukan?

Tidak itu saja. Keluarga Chaca, jurnalis Tempo sekaligus host program Bocor Alus Politik juga mendapatkan teror dari pihak tak bertanggung jawab. Bahkan ibunda Chaca ikut jadi sasaran teror dan peretasan media sosialnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menginstruksikan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Wahyu Widada agar mengusut kasus teror terhadap Tempo.

Mungkin Barekrim juga perlu memeriksa Hasan Nasbi untuk mencari benang merah atau keterkaitan Kepala Komunikasi Kepresidenan itu dengan aksi teror terhadap Tempo.

Sebab, teroris itu seakan merasa mendapat angin segar dari Istana, sehingga leluasa bergerak dan punya impunitas atau kebal hukum.

Ketika harga cabai melambung tinggi dan Zulkifli Hasan memberi solusi agar rakyat menanam cabai di halaman rumah masing-masing, apakah Menteri Koordinator Pangan itu tidak bodoh?

Perlu waktu untuk memanen cabai yang baru ditanam, dan seberapa signifikannya pengaruh cabai yang ditanam di halaman rumah itu terhadap tata niaga yang menjamin harga cabai itu tak sepedas rasanya?

Ketika Yusril Ihza Mahendra menyatakan dalam beberapa tahun terakhir tidak ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat di Indonesia, dan pelanggaran HAM tahun 1998 bukan pelanggaran HAM berat, apakah Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan itu tidak bodoh?

Yusril boleh pintar saat menjadi akademisi, advokat atau politikus. Tapi ketika menjadi penggawa Prabowo, ternyata ia ikut-ikutan bodoh karena mungkin silau oleh kemilau kursi kekuasaan.

Ketika Yandri Susanto menggunakan kop surat dan stempel kementeriannya dalam undangan acara pribadi keluarga, apakah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal itu tidak bodoh?

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu telah mencampuradukkan urusan keluarga dengan kementeriannya. Ia tak bisa membedakan mana urusan pribadi/keluarga, dan mana urusan negara.

Apakah kecenderungan menteri-menteri bodoh karena imbas dari presidennya, Prabowo Subianto yang suka omon-omon belaka, dan wakil presidennya, Gibran Rakabuming Raka yang suka berlagak pilon atau plonga-plongo?

Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, seperti kata Nabi Muhammad SAW, serahkan suatu urusan kepada bukan ahlinya dan tunggulah kehancurannya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penembak Mati Polisi dalam Kasus judi Sabung Ayam Belum Ditetapkan, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Next Post

Polri Harus Serius Ungkap Teror ke Tempo

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Next Post
Harga Kedelai Tempe Melambung, Disebabkan Babi China?

Polri Harus Serius Ungkap Teror ke Tempo

Bumi Pertiwi Dirusak Fir’aun Bin Raja Jawa

One Way Ticket Politik: Mengadili Jokowi Demi Stabilitas Indonesia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...