• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PENTING NYA MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN SEBUAH USULAN UNTUK PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
September 24, 2024
in Feature, Layanan Publik, Politik
0
PENTING NYA MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN SEBUAH USULAN UNTUK PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto.-Ketua Pusat Study Kajian Rumah Panca Sila

Salah satu program Presiden Prabowo adalah makan sehat bergizi yang akan diberikan pada generasi Z program ini harus kita dukung jika memang kita mencintai masa depan bangsa Indonesia .

Pemberian makanan bergizi bagi anak anak tumbuh kembang juga harus dibarengi dengan membangun karakter kebangsaan .

Bagaimana membangun karakter kebangsaan itu ?

Membangun Bangsa (Nation Building) dari kemerosotan zaman reformasi dari bangsa yang budaya nya korupsi untuk dijadikan satu Bangsa yang berjiwa, yang dapat dan mampu menghadapi semua tantangan satu bangsa yang merdeka dalam abad ke 21 ini”.

Sayang sejak amandemen diganti UUD 1945 dengan UUD 2002 bangsa ini justru tidak mampu menegakkan jati dirinya ketika neo liberalisme menjadi dasar menggantikan aliran pemikiran Pancasila. Apakah sejarah akan berulang lagi dan kita kembali di cengkeraman kolonialisme yang berubah wajah menjadi free fight liberalism ? Neokolonialisme demokrasi liberal yang menguras kekayaan kita?

Justru hari ini terulang lagi, kita telah melupakan sejarah,
bangsa ini akan tersandung batu yang sama. Free fight liberalism telah dihidupkan kembali, kedaulatan rakyat dirampas oleh partai politik, budaya korupsi semakin menggila, rumit dan bertemali ,yang bermuara pada oligarki yang menjadikan kekuasaan untuk mengeruk dan merampok kekayaan ibu Pertiwi.

Kita mengalami demokrasi liberal “free fight liberalism di tahun 1950 an terulang lagi karakteristik sistem politik dan sistem ekonomi liberal yang sedang dijalankan di negeri ini sejak UUD 1945 diganti dengan UUD 2002.

Pengalaman itu terjadi tahun 1955 adu domba antar rakyat, sehingga akhirnya memecahbelahkan keutuhan bangsa sama sekali.

BPIP Badan Pembinaan Ideologi Pancasila justru tidak berfungsi dan tidak melakukan apa-apa ketika negara diganti dasar nya dari Pancasila menjadi Individualisme,Liberalisme,Kapitalisme dengan sistem Presidensiil yang basis nya individualisme kekuasaan dipertaruhkan banyak -banyakan suara kalah menang kuat-kuatan pertarungan Post Truth demokrasi ,bahkan politik yang tidak bermartabat politik NPWP Nomor Piro Wani Piro .kerusakan ini akibat pupus nya karakter kebangsaan kita.

Mengapa bangsa ini bisa menjadi runyam seperti ini. Tata kelolanya harus benar-benar dicermati. Yang jelas, kita telah mengkhianati perjanjian luhur bangsa, lalu menyerahkan ‘kompas’ kehidupan kepada asing dan oligarkhy.

Dimulai dengan amandemen UUD 1945. Dari sinilah proses kehancuran itu dimulai. Lalu intervensi zionis Amerika melalui National Democratic Institution (NDI) untuk mengacak-acak konstitusi UUD 1945.

Sebetulnya, jauh sebelum mengamandemen UUD 1945, zionis telah lama ingin menghancurkan Pancasila, setidaknya sejak pidato Bung Karno di PBB 30 September1959 di Gedung PBB, New York, Amerika Serikat.
Saat itu, terjadi peristiwa penting yang bukan saja dialami oleh Indonesia, tetapi juga oleh dunia. Pada hari itu, Presiden pertama Indonesia Ir Sukarno berkesempatan menyampaikan gagasan di depan para pemimpin-pemimpin negara di PBB.

Pidato berjudul To Buid The World A New (Membangun Dunia Kembali) itu menguraikan Pancasila sebagai dasar Negara. Pancasila tidak ikut liberalis, kapitalis, block barat atau komunis block Timur. Sikap (Indonesia) non block — tidak ikut block barat liberal kapitalis atau block Timur Komunis — dianggap ancaman zionis dan komunis, maka, Pancasila harus dihancurkan ditenggelamkan.

Prof Dr Sofyan Efendi MPA (mantan Rektor UGM) mencatat 82,5% isi amendemen UUD 1945 mengandung muatan liberal. Ini membuat 61 UU yang merupakan produk hukum turunan konstitusi, menjadi sangat liberal. “Misalnya UU Investasi yang akhirnya dianulir oleh MK, karena UU itu memungkinkan investor asing menguasai sumber daya alam selama 195 tahun dengan kepemilikan modal maksimal bisa sampai 95%,” katanya.

Setelah Amerika sukses memporak-porandakan konstitusi yang didukung oleh agen-agen liberal kapitalis di dalam negeri (Indonesia), maka, sejak itu Indonesia semakin hari semakin terjebak dalam kubangan demokrasi liberal, nilai-nilai yang sudah menjadi konsensus berbangsa dan bernegara dihilangkan, maka semua kehidupan ini menjadi pertarungan.

Kita bisa merasakan hari ini begitu bebas nya orang bicara tanpa ada lagi rasa persaudaraan ,caci maki ,fitna ,saling serang adalah seperti hal biasa tidak peduli ucapan itu menyakitkan dan melanggar normo-norma agama dan kehidupan berbangsa dan bernegara .
Bangsa ini sudah menjadi bangsa yang bar-bar .Lihatlah Rocky Gerung dengan bangga melontarkan makian Bajingan Tolol ,dungu ,dan merasa benar tentu saja ucapan itu merembes pada generasi Z untuk tidak lagi menggunakan sopan santun dalam kehidupan ,begitu juga dengan keserakahan korupsi yang sangat menyakitkan kekayaan ibu pertiwi digarong habis -habisan oleh oligarkhy.

Ada secercah harapan pada Prabowo sebagai presiden terpilih untuk mengembalikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat.

Dari kajian Rumah Pancasila sejak 2005 sampai sekarang bangsa ini telah kehilangan karakter jati diri nya sebagai bangsa .
BPIP sebaik nya diubah dengan BPKK Badan Pembinaan Karakter Kebangsaan yang diisi oleh para pakar yang mengerti apa itu karakter kebangsaan apa itu Pancasila dan apa itu Bheneekatunggal Ika jadi tidak mengatakan Pancasila musuh agama dan melarang hijab bagi petugas Paskibraka.
BPKK harus mampu membangun karakter generasi Z dengan materi Pancasila ,UUD1845,Sejarah Kebangsaan sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsa nya menghargai pahlawan nya.

Wawasan kebangsaan dengan mengembalikan Wawasan Nusantara.
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri, lingkungan, dan wilayahnya. Wawasan Nusantara didasarkan pada Pancasila sebagai ideologi negara dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusionalnya.

Tujuan utama Wawasan Nusantara adalah untuk membangun kesadaran nasional dan rasa persatuan yang tinggi. Wawasan Nusantara juga bertujuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengutamakan kepentingan nasional.

Dengan memberi gizi yang baik dan terbangun nya karakter kebangsaan maka bangsa ini akan mempunyai generasi emas yang bisa menghantarkan Indonesia menjadi bangsa negara yang besar dan maju menuju bangsa yang bermartabat .

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

IPW Pertanyakan Bandar Besar Judi Online Tak Tersentuh

Next Post

Penyebab Kematian 7 Remaja Mengambang di Kali Bekasi masih Belum Jelas

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Tim SAR Hentikan Pencarian Jasad di Kali Bekasi

Penyebab Kematian 7 Remaja Mengambang di Kali Bekasi masih Belum Jelas

Usai Bebas dari Penyanderaan OPM Reaksi Kapten Philip Mark Marthens Saat Mendengar Suara Isteri

OPM Ungkap Bukti Tebusan Kapten Philip Rp 25 Miliar, Jelaskan Sosok Edison Gwijangge

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist