FusilatNews- Pengacara Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan autopsi yang dilakukan mandiri dari pihak keluarga. Bahwa kondisi mayat Brigadir J cukup mengenaskan dan mengagetkan. Terbaru Kasus tersebut juga sampai dikritisi oleh para purnawirawan Polri. Sebut saja Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi dan Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto.
Topik mengenai Bharada E dibahas oleh tiga purnawirawan jenderal ini dalam akun youtube, Polisi Ohh Polisi, Sabtu (30/7/20202).
Dalam video tersebut, tiga jenderal pensiunan yani Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto, mantan Kadiv hukum Polri, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi dan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri), Susno Duadji.
Ketiganya menyinggung sosok Bharada E yang sangat sakti karena belum juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka meyakini bahwa Bharada E punya daya tarik yang paling tinggi dalam kasus tewasnya Brigadir J. Bahkan Bharada E disebut Bekto sebagai orang yang paling punya kekuatan tinggi dalam kasus ini dan paling sakti.
“Bharada E ini terkesan sebagai sosok yang paling menarik perhatian. Bahkan tokoh yang paling kuat, paling sakti. Dianggap melebihi jenderal kekuatannya,” ungkap Bekto Suprapto.
“Yang dikawal kan cuma jenderal. Berarti dia melebihi jenderal. Ada perwira lagi yang mengawal. Mungkin besok-besok dia bisa jadi saksi, jadi tersangka atau nggak jadi. Makanya itu kenapa dia disebut sakti,” lanjut Aryanto Sutadi.
Senada, Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengatakan Bharada E ini sakti karena tidak terkena tembakan saat terjadi baku tembak. “Wah dia bela diri, ini sakti namanya, bisa hilang, bisa ini, bisa itu,” ungkap Susno sambil tertawa.


























