Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terdiri dari PKS, Nasdem dan Partai Demokrat Bertemu dengan bacapres Anies Baswedan. Pertemuan mendiskudikan banyak permasalahan yang akan dihadapi mereka. Terutama Tiga Permasalahan Utama Bangsa
Jakarta – Fusilatnews – Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terdiri dari PKS, Nasdem dan Partai Demokrat mengadakan pertemuan dengan bacapres Anies Baswedan. Pertemuan mendiskudikan banyak permasalahan yang akan dihadapi mereka
Pertemuan itu digelar Jumat (5/5/) siang di Sekretariat KPP, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan. Mereka yang hadir adalah tim kecil yang terdiri dari perwakilan masing-masing partai.
Ada 5 poin yang dibahas dalam pertemuan itu. Mulai dari permasalajan besar perubahan, hingga cawapres.
Permasalahqn Perubahan
Anies mengatakan tiga isu perubahan yang mulai dibahas yakni terkait kemiskinan dan biaya hidup. Kemudian juga kebutuhan pokok yang harganya tinggi hingga soal lapangan kerja.
“Yang terkait dengan kemiskinan, yang kedua terkait dengan biaya hidup dan kebutuhan pokok yang harganya tinggi, yang ketiga lapangan kerja,” kata Anies.
“Jadi Koalisi Perubahan untuk Persatuan sudah mulai membahas tentang agenda yang senyatanya dibutuhkan oleh masyarakat.
Koalisi ini sudah berbulan-bulan bekerja dan pembahasan-pembahasan yang terkait dengan personalia dan lain-lain itu sudah diselesaikan di awal, sekarang kita mulai substansi perubahan,” ungkapnya.
Anies mengatakan Koalisi Perubahan yang digagas Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS sudah mulai membahas topik yang menyentuh masyarakat. Dia menyebut Koalisi Perubahan sudah berbulan-bulan bekerja hingga sampai di tahap pembahasan substansi.
Cawapres
Anies juga mengakui adanya pembahasan cawapres dalam pertemuan itu. Anies mengatakan proses pemilihan cawapresnya masih berjalan.
“Ketiga adalah pembahasan mengenai cawapres, tim juga sudah mulai membahas, dan nanti ini prosesnya masih berjalan,” kata Anies.
Anies mengaku tidak akan memberikan keterangan terkait cawapres selama prosesnya masih berjalan. Dia mengatakan hal itulah yang menjadi kebiasaan KPP.
“Tapi teman-teman juga tahu kebiasaan di KPP itu kami melakukan proses dulu baru mengumumkan,” ujarnya.
“Kami tak biasa mengumumkan tak jelas prosesnya, kami biasa proses dulu dijalani baru kemudian keluar menyampaikan. Kenapa? Karena kami memiliki tanggung jawab kepada publik,” ujarnya.
Anies mengatakan pada saatnya nanti pihaknya akan mengumumkan proses tersebut. Dia mengatakan tidak ingin asal dalam melakukan proses penentuan cawapres itu.

























