• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Pesan Moderasi Beragama dalam Berhaji

fusilat by fusilat
June 30, 2022
in News
0
Kabar Baik, Warga Indonesia Kini ke Arab Saudi Bebas Karantina

Foto: Ilustrasi Mekkah. (AP/Ministry of Media)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prof Ahmad Zainul Hamdi | Guru Besar UNI Sunan Ampel Surabaya | Petugas Haji Indonesia di Arab Saudi

Sangat menarik pesan Nabi agar umatnya tidak ekstrem dalam beragama, disampaikan saat beliau berhaji. Rasulullah hanya berhaji sekali seumur hidupnya. Tiga bulan setelah haji, Rasulullah wafat, menghadap Allah SWT dalam kedamaian dan keagungan. Berbagai sabda beliau saat berhaji merupakan pesan-pesan akhir yang penting menjelang kematiannya.  Di momentum inilah Rasul mulia mewanti-wanti kita agar tidak beragama secara ekstrem.

Dikisahkan, saat di Muzdalifah, beliau meminta Abdullah ibn Abbas mengambilkan beberapa kerikil untuk melempar jumrah. Di saat menerima kerikil-kerikil itu, beliau mengingatkan kepada kita bahwa salah satu yang menyebabkan orang-orang terdahulu binasa adalah melampaui batas atau ekstrem dalam beragama. Karena itu, beliau berpesan agar kita jangan sampai ekstrem dalam beragama, sebagaimana diriwayatkan al-Nasa’i: 

عن عبد الله بن عباس قال قالَ لي رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليْهِ وسلَّمَ غداةَ العقبةِ وَهوَ على راحلتِه: هاتِ القِطْ لي. فلقطتُ لَهُ حصياتٍ هنَّ حصى الخَذفِ، فلمَّا وضعتُهنَّ في يدِه، قال: بأمثالِ هؤلاءِ، وإيَّاكم والغلوَّ في الدِّين، فإنَّما أَهلَكَ من كان قبلَكمُ الغلوُّ في الدِّينِ روه النسائي

Artinya: Dari Ibnu Abbas ra. berkata, “Rasulullah SAW. berkata kepadaku pada waktu pagi hari Aqabah dan beliau berada di atas kendaraannya, “Ambilkanlah kerikil untukku.” Kemudian aku mengambilkannya kerikil-kerikil lontaran. Ketika aku meletakkan kerikil-kerikil tersebut di atas tangannya, beliau bersabda, “Pada setiap lontaran kerikil tersebut, takutlah kalian dengan perbuatan melampaui batas dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah mengalami kerusakan sebab melampaui batas dalam beragama.” (HR Nasa’i) 

Melempar jumrah merupakan rangkaian rukun haji yang secara simbolik menunjukkan perlawanan dan permusuhan manusia kepada setan. Melontar jumrah merujuk pada peristiwa saat Nabi Ibrahim melempar setan yang menggodanya. Prosesi melempar jumrah dilakukan di Mina, setelah jamaah haji melaksanakan wuquf di Padang Arafah di bawah terik matahari, dan bermalam atau berhenti sejenak di Muzdalifah.

Melontar jumrah bisa dikatakan sebagai tahap akhir pembuktian ketakwaan seorang manusia kepada Allah. Setelah bermunajat dan mengakui seluruh dosa serta memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah dalam peristiwa spiritual yang sangat intens di Padang Arafah, melempar jumrah di Mina adalah langkah terakhir sebelum melakukan korban dengan menyembelih hewan kurban. Ini merujuk pada peristiwa saat Nabiyullah Ibrahim hendak mengorbankan buah hatinya, Nabiyullah Ismail. Di saat inilah setan datang menggodanya, menghalanginya untuk mengambil langkah pengorbanan. Nabi Ibrahim melempari setan yang datang menggodanya untuk sampai pada ketetapan hati melakukan pengorbanan sebagai simbol ketaatan mutlak kepada Allah. Nabi Ibrahim berhasil melampaui seluruh godaan ini. 

Dalam puncak spiritualitas ini, pesan tertinggi sesungguhnya adalah tauhid. Pada akhirnya, seluruh peristiwa haji memuncak pada pengakuan bahwa tak ada siapa pun dan apa pun yang keberadaannya dan perintahnya membuat kita harus tunduk dalam ketaatan mutlak, kecuali Allah. Tauhid sebagai puncak kesadaran haji ini penting untuk digarisbawahi. Melempar jumrah sebagai simbolisasi melempar setan, jika tanpa dibarengi dengan ketauhidan, akan membawa kita pada kejatuhan menuhankan diri sendiri. 

Dalam kehidupan sehari-hari, siapakah setan dalam hidup kita? Di manakah setan yang harus kita lempar sehingga tak mengganggu kita? Bisa jadi, setan tidak berada di luar sana, tapi mengeram dalam diri kita. Dalam seluruh ketaatan, selalu ada jebakan untuk merasa paling benar dan paling suci, seakan-akan kita telah mewakili Allah. Kita mengambil alih kewenangan Allah untuk menghakimi orang lain. Di sinilah kita sering kali kehilangan sikap toleran kepada orang lain, karena merasa bahwa kita adalah kebenaran itu sendiri. Diam-diam, kita menyangka sudah berada dalam puncak ketaqwaan, padahal kita jatuh ke dalam kesyirikan dengan menuhankan diri sendiri. 

Di kesempatan lain, Nabi mengingatkan kita bahwa jihad akbar adalah memerangi nafsu yang ada dalam diri. Mina secara bahasa bermakna cita-cita. Untuk menggapai cita-cita luhur dan derajat yang tinggi di sisi-Nya, manusia harus mampu mengendalikan hawa nafsunya agar tunduk dan patuh hanya kepada Allah. Untuk itu, kita perlu memerangi setan yang ada dalam diri kita berupa pikiran kotor, nafsu badani, kerendahan moral, kekejian, dan perbuatan tercela lainnya. Melempar jumrah merupakan lambang perlawanan manusia melawan seluruh dorongan yang menjauhkan manusia dari pesan-pesan mulia keagamaan. 

 Perintah untuk tidak terjebak ke dalam pandangan mutlak-mutlakan dengan membenarkan diri sendiri dan mengkafirkan orang lain sering muncul dalam situasi-situasi krusial. Haji adalah adalah salah satu peristiwa krusial dalam hidup seorang Muslim. Setelah haji, jika tidak hati-hati, seseorang bisa terjebak ke dalam situasi seakan-akan telah berada dalam maqam kesucian. 

 Di dalam al-Qur’an, Allah mengingatkan kita untuk bersikap moderat justru saat perang. Perang juga adalah momentum krusial bagi seseorang. Perang atas nama agama sering kali membuat seseorang berada dalam pandangan hitam-putih, di mana dia merasa sepenuhnya benar dan musuhnya sepenuhnya salah. Karena ada jebakan seperti ini, maka Allah mewanti-wanti agar kita tidak mudah menuduh orang lain sebagai kafir. Hal ini terekam dalam surah al-Nisa’: 94: 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَتَبَيَّنُوا۟ وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَنْ أَلْقَىٰٓ إِلَيْكُمُ ٱلسَّلَٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا الاىة 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya)” 

 Menginsafi ini semua membuat kita sadar mengapa pada saat hendak melempar jumrah, pesan suci yang justru disampaikan oleh Nabi junjungan kita adalah pesan agar kita tidak melampaui batas (ekstrem) dalam beragama. Hasrat ketaatan kepada Allah, jika tidak disertai dengan sikap tawadhu’, akan menyeret kita pada penuhanan diri sendiri. Memandang orang lain sepenuhnya adalah setan yang harus dilempar dan dienyahkan, sementara lupa bahwa mungkin setan itu adalah diri kita sendiri.

Dikutip dari Republika.co.id, Rabu 29 Juni 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

India Kembali Rusuh dan Situasi Semakin Mencekam

Next Post

Motor yang Akan Dilarang Menggunkan Pertalite?

fusilat

fusilat

Related Posts

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng
daerah

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas
daerah

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Next Post
Motor yang Akan Dilarang Menggunkan Pertalite?

Motor yang Akan Dilarang Menggunkan Pertalite?

Menolak Pasal Penghinaan Presiden dalam RKUHP

Menolak Pasal Penghinaan Presiden dalam RKUHP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist