• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

PETANI PADI: PROFESI MULIA YANG TERLUPA

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
August 29, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI PADI: PROFESI MULIA YANG TERLUPA
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA

Ada fenomena yang semakin mengkhawatirkan dalam kehidupan petani di negeri ini: profesi petani padi kian ditinggalkan kaum muda. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani milenial berusia 19–39 tahun hanya sekitar 9% atau 2,7 juta orang dari total petani di Indonesia.

Ada beberapa alasan mengapa kaum muda enggan menekuni profesi ini. Pertama, pendapatan yang tidak kompetitif. Petani padi sering kali tidak memperoleh penghasilan memadai, sehingga pekerjaan lain dengan gaji lebih tinggi menjadi pilihan yang lebih menarik. Kedua, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pertanian. Banyak kaum muda kurang memahami pertanian dan tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk menjadi petani sukses.

Ketiga, keterbatasan lahan dan sumber daya. Tidak semua kaum muda memiliki akses ke lahan pertanian yang memadai untuk memulai usaha. Keempat, persepsi negatif terhadap profesi petani. Banyak yang menganggapnya tidak prestisius dan tidak menjanjikan stabilitas ekonomi. Kelima, meski teknologi pertanian berkembang pesat, hasil yang diperoleh masih jauh dari optimal, sehingga minat kaum muda tetap rendah.

Pemerintah dan sejumlah pihak telah berupaya meningkatkan minat kaum muda terhadap pertanian, melalui program pendidikan vokasi, pendampingan intensif, dan pengembangan teknologi pertanian modern.

Namun kenyataan pahit tetap ada. Tidak sedikit orang tua petani yang melarang anak-anak mereka menjadi petani padi. Mereka mendorong pendidikan tinggi, agar anak-anaknya memiliki peluang menjadi Pegawai Negeri atau bekerja di perusahaan swasta, demi kehidupan yang lebih layak. Banyak petani bahkan menjual sebagian sawahnya untuk membiayai pendidikan anak-anak, menyadari bahwa hanya pendidikan tinggi yang dapat mengubah nasib mereka.

Pertanyaannya: bagaimana nasib pertanian padi jika generasi muda terus menjauh? Apakah keluarga non-petani akan rela anaknya menjadi petani? Tentu tidak. Seorang pejabat atau profesional mapan pasti akan mendorong anaknya menjadi ASN atau bekerja di perusahaan bergengsi, bukan turun ke sawah.

Fenomena ini bukan hal baru. Empat dekade lalu, kaum muda desa sudah mulai meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke kota, berharap kehidupan lebih baik. Gemerlap kota selalu menjadi daya tarik, meski penghasilan mereka tidak menentu.

Catatan kritisnya, apakah pemerintah akan bersikap pasif? Ataukah akan menelusuri akar masalah dan menghadirkan solusi nyata? Regenerasi petani padi bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan nasional.

Pemerintah memiliki mandat untuk menghadirkan terobosan cerdas, agar profesi petani padi kembali menarik bagi generasi muda. Mengajak mereka tak cukup dengan retorika idealis; yang dibutuhkan adalah jaminan konkret: menjadi petani padi harus menjanjikan kehidupan layak, sejahtera, dan bermartabat.

Nege­ri agraris harus dicirikan oleh lahan pertanian luas dan petani yang produktif. Ada lahan tapi tidak ada petani, atau ada petani tapi tidak ada lahan, sama saja bohong. Pemerintah berkewajiban menjaga lahan sekaligus melindungi petani.

Jika jaminan itu ada, tak perlu lagi susah-susah mencari petani padi. Generasi muda akan kembali menekuni sawah jika profesi itu menjanjikan masa depan cerah.

Kok bisa petani melarang anaknya menjadi petani? Bisa saja. Petani juga manusia. Mereka ingin hidup layak dan dihargai. Tidak perlu sanjungan, cukup pengakuan dan kesejahteraan yang nyata. Pemerintah wajib menunaikan itu, karena petani juga anak bangsa yang berhak hidup sejahtera.

(PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Personel Brimob yang Lindas Ojol Harus Diproses Hukum

Next Post

TARIAN UPAH, TARIAN KEMATIAN

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya
Economy

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Next Post

TARIAN UPAH, TARIAN KEMATIAN

Kasus Kematian Brigadir J, IPW Minta Tim dari Kapolri yang Tangani, Bukan Lagi Kapolres Jakarta Selatan, Kenapa?

Brimob Tabrak Ojol di Demo DPR: Kekacauan Pengamanan dan Pelanggaran Hukum yang Menggelisahkan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...