• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

TARIAN UPAH, TARIAN KEMATIAN

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
August 29, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Ada satu adegan yang sukar dilupakan: anggota DPR menari-nari kegirangan ketika diumumkan bahwa gaji mereka akan menjadi tiga juta rupiah per hari. Mereka menari bukan karena berhasil meloloskan undang-undang yang melindungi buruh, atau karena ada kebijakan pendidikan yang mencerahkan. Mereka menari semata karena angka di slip gaji. Adegan ini menjadi potret telanjang dari apa yang bisa kita sebut psikologi demokrasi transaksional—saat politik tidak lagi dilihat sebagai ruang gagasan, melainkan sebagai pasar transaksi.

Segalanya bisa ditukar: suara rakyat, posisi dalam komisi, bahkan harga diri. Maka ketika rakyat bertanya, “Mengapa kalian menari?” jawabannya sederhana: karena demokrasi kita telah menyempit menjadi tarian upah. Demokrasi, dalam versi ini, adalah kegembiraan pribadi di atas kesulitan banyak orang.

Warganet dengan cepat menelanjangi rincian tunjangan: komunikasi, beras, perumahan. Rakyat yang setiap hari harus menimbang antara membeli beras atau ongkos sekolah, menyaksikan bahwa wakilnya masih menuntut “tunjangan beras.” Ironi yang terlalu pahit bahkan untuk ditertawakan.

Murka pun meluas. Rakyat menuntut, meski retoris, agar DPR dibubarkan saja. Tuntutan itu bukan hanya soal gaji, melainkan soal jurang yang makin menganga. Ketika rakyat dihantam pajak baru, tarif listrik naik, harga-harga melambung, dan pengangguran merajalela, para wakil justru berpesta dalam dunia yang seakan terlepas dari bumi.

Dan seperti dalam setiap tragedi, ada kalimat yang memperkeruh luka. Seorang anggota Dewan menyebut rakyat yang ingin membubarkan DPR sebagai “orang paling tolol sedunia.” Kata-kata ini menampar lebih keras dari angka gaji, sebab di dalam logika transaksional, rakyat hanyalah objek: dihargai saat pemilu, dihina setelahnya.

Seorang artis-politisi menambah absurditas dengan mengeluh soal tunjangan perumahan karena perjalanan dari rumah pribadinya ke gedung DPR terlalu macet. Rakyat pun menyergah: “Kami juga macet! Kami berdesakan di kendaraan umum tanpa tunjangan, tanpa supir pribadi.” Ironi itu sempurna—pelayan rakyat menuntut kenyamanan lebih dari tuannya sendiri.

Tak heran bila protes muncul. 25 Agustus, massa mendatangi gedung DPR. Empat hari kemudian, buruh turun lebih besar. Mahasiswa berjanji akan melanjutkan gelombang itu. Semua ini adalah tanda bahwa demokrasi sedang goyah oleh rekayasa elite: sebuah sistem yang sengaja dibangun agar politik berdiri di atas transaksi material.

Inilah psikologi demokrasi transaksional: sebuah kondisi mental kolektif di mana kekuasaan dipersepsi sebagai investasi, rakyat sebagai pasar, dan kebijakan sebagai instrumen balas jasa. Demokrasi yang seharusnya menjadi percakapan moral tentang masa depan bersama, direduksi menjadi perhitungan untung-rugi pribadi.

Tidak heran jika rakyat marah. Mereka marah bukan semata karena gaji, tetapi karena kehilangan hormat. Karena diolok-olok. Karena merasa demokrasi, yang dulu diperjuangkan dengan darah dan air mata, kini dikurung di ruang rapat ber-AC lalu ditukar dengan tunjangan beras.

Namun kita harus waspada. Sejarah memang mencatat bahwa amarah rakyat bisa menumbangkan rezim. Tetapi sejarah juga memberi pelajaran pahit: amarah bisa membakar apa saja, termasuk demokrasi itu sendiri. Karena itu, amarah rakyat harus dibaca sebagai alarm moral, bukan sebagai alasan untuk main hakim sendiri.

Para pemimpin politik seharusnya menjawab alarm ini dengan keberanian moral. Pertanyaan yang lebih getir kini harus diajukan bukan kepada rakyat, melainkan kepada para elit: apakah kalian tidak resah dengan demokrasi transaksional yang kalian bangun sendiri? Tidakkah kalian cemas bahwa dari transaksi ke transaksi, dari tunjangan ke tunjangan, kalian makin menjauh dari rakyat, dari nurani, dari sejarah bangsa ini?

Kalianlah yang membiarkan Joko Widodo menggunakan kekuasaan demi kepentingan keluarga. Kalian pula yang menutup mata ketika lembaga-lembaga negara direduksi menjadi alat legitimasi dinasti. Dan kini, kalian melahirkan generasi baru politisi—politikus dangkal, miskin visi, miskin gagasan—yang lebih sibuk menari di panggung gaji daripada membaca derita rakyatnya.

Maka, dengarlah suara dari jalanan: berubahlah! Jangan biarkan demokrasi yang diperjuangkan dengan pengorbanan itu tergadai hanya karena tarian upah harian.

Menahan Diri, Memberi Kesempatan

Namun bagi kita, rakyat, amarah ini harus dijaga agar tidak berubah menjadi kobaran yang membakar segalanya. Demokrasi hanya bisa diselamatkan jika rakyat tetap menjadi penjaga moral, bukan penghukum jalanan. Karena itu, marilah kita menahan diri, memberi kesempatan kepada para pemimpin negara untuk melakukan perubahan. Jika mereka masih memiliki nurani, inilah waktunya membuktikan. Dan jika tidak, sejarah akan berjalan dengan caranya sendiri—keras, pahit, dan tak pernah berbelas kasih kepada mereka yang lupa diri.===

Cimahi, 28 Agustus 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PETANI PADI: PROFESI MULIA YANG TERLUPA

Next Post

Brimob Tabrak Ojol di Demo DPR: Kekacauan Pengamanan dan Pelanggaran Hukum yang Menggelisahkan

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Kasus Kematian Brigadir J, IPW Minta Tim dari Kapolri yang Tangani, Bukan Lagi Kapolres Jakarta Selatan, Kenapa?

Brimob Tabrak Ojol di Demo DPR: Kekacauan Pengamanan dan Pelanggaran Hukum yang Menggelisahkan

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...