• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Petani Terbelenggu di Negeri Subur: Ironi di Tanah yang Kaya

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 7, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
PETANI DI NEGERI SENDIRI: NELANGSA DI LADANG KEMAKMURAN
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Banyak literatur menggambarkan belenggu sebagai bentuk pengekangan—baik fisik maupun psikologis—yang membatasi gerak manusia. Kita membayangkannya sebagai manset logam berat yang membuat seseorang tak berdaya. Dalam konteks kemiskinan petani, istilah ini menggambarkan betapa sulitnya para petani melepaskan diri dari jerat kemiskinan yang menahan langkah mereka untuk hidup layak.

Upaya membebaskan petani dari belenggu kemiskinan sesungguhnya telah digagas sejak lama. Namun jebakan itu tetap saja kokoh. Sebagai anak bangsa, sungguh tidak sepantasnya petani hidup miskin dan terpinggirkan. Mereka berhak hidup sejahtera sebagaimana diamanatkan konstitusi. Pertanyaannya, sejauh mana negara menunaikan kewajiban untuk memuliakan mereka yang memberi makan bangsa?

Di tanah yang konon “merdeka”, petani seharusnya menikmati hasil pembangunan. Tidak ada satu pun aturan yang melarang mereka hidup makmur. Karena itu, sangat keliru bila ada pihak—terutama negara—yang justru membiarkan mereka tetap hidup dalam keterpurukan. Petani tidak boleh terus menjadi korban pembangunan; mereka semestinya menjadi penikmat utama hasil pembangunan itu sendiri.

Namun fakta berkata lain. Mengapa hingga kini mayoritas petani tetap terkungkung dalam kemiskinan yang tak berujung? Data Sensus Pertanian 2023 menunjukkan, dalam kurun waktu satu dekade terakhir (2013–2023), jumlah rumah tangga petani gurem—mereka yang memiliki lahan rata-rata hanya 0,25 hektar—melonjak hingga 2,64 juta rumah tangga. Kenaikan ini menandakan makin banyak rakyat yang rentan jatuh dalam jurang kemiskinan.

Dengan luas lahan sekecil itu, petani gurem hanya bisa bertahan hidup sekadarnya. Mustahil mereka bisa menabung untuk masa depan, apalagi membelikan kendaraan bagi anak-anaknya. Penghasilan mereka hanya cukup untuk menutup kebutuhan harian.

Banyak yang beranggapan bahwa petani gurem masih bisa bertahan berkat bantuan sosial (bansos). Program ini seolah menjadi “dewa penolong” yang menjaga napas kehidupan mereka tetap berhembus. Tanpa bansos beras 10 kilogram per bulan, banyak keluarga petani mungkin tak tahu dari mana harus membeli bahan pangan, apalagi di tengah harga beras yang melonjak tanpa kendali.

Pemerintah mencatat ada sekitar 22 juta rumah tangga penerima bansos beras—sebagian besar di antaranya adalah petani berlahan sempit dan buruh tani. Mereka hidup apa adanya, terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan (the vicious circle of poverty) yang sulit diputus.

Menyebut petani sudah sejahtera adalah kebohongan besar. Sebagian besar masih hidup miskin dan terpinggirkan. Ironinya, di tengah kesulitan itu, kita mendengar kabar ada Menteri Pertanian yang justru ditangkap KPK karena korupsi, pemerasan, dan dugaan pencucian uang.

Bagaimana mungkin kesejahteraan petani meningkat jika anggaran pembangunan yang seharusnya untuk mereka justru digerogoti pejabat yang diberi amanah? Seorang petani pernah berucap lirih: “Kok tega-teganya seorang menteri yang seharusnya memuliakan petani, malah menggasak jatah kami?” Potret inilah yang menjelaskan mengapa petani di negeri ini tetap hidup dalam kemiskinan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kemiskinan petani akan sulit diputus jika di tubuh pemerintahan masih bersarang oknum yang memarginalkan mereka. Lebih buruk lagi bila pejabat negara menjadikan penderitaan petani sebagai ladang keuntungan pribadi. Tak sepantasnya dana pembangunan yang menjadi hak petani dikorupsi oleh mereka yang duduk di kursi kekuasaan.

Sudah saatnya pemerintah membedakan dengan jelas antara pembangunan pertanian dan pembangunan petani. Selama ini, pembangunan petani kerap direduksi menjadi peningkatan produksi semata. Padahal, peningkatan produksi tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan. Apa artinya panen melimpah jika harga anjlok di tangan petani setiap musim raya tiba?

Pemerintah harus berani mengendalikan harga di tingkat petani agar mereka memperoleh keuntungan wajar. Dengan kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki, negara mestinya mampu menekan permainan para tengkulak dan spekulan pasar yang merugikan petani.

Kini waktunya membangun paradigma baru: kesejahteraan petani tidak cukup diukur dari peningkatan produksi, tetapi dari jaminan harga jual yang adil. Kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan menjadi kunci agar petani tak lagi menjadi korban sistem yang timpang.

Akhirnya, kita berharap kesejahteraan petani benar-benar meningkat. Hanya dengan begitu belenggu kemiskinan bisa dipatahkan, dan para petani—tulang punggung bangsa—dapat hidup dengan martabat di tanah yang mereka suburkan sendiri.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fajar Ahmad Wahyuddin, Jurnalis Muda yang Menyalakan Api Literasi Digital di Makassar

Next Post

Suripto: Jejak Senyap Sang Pendiri PKS

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan
Economy

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi
Feature

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026
Feature

SUMPAH JABATAN 2004–2029: ANTARA KONSTITUSI DAN VISI-MISI POLITIK

May 10, 2026
Next Post
Suripto: Jejak Senyap Sang Pendiri PKS

Suripto: Jejak Senyap Sang Pendiri PKS

Pengadilan Molor, Keadilan Tertunda: Mengurai Akar Lambannya Sidang di Negeri Sendiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi
Feature

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

by Karyudi Sutajah Putra
May 10, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Rocky Gerung konon telah pamit dari program...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Mendadak Ayam Sayur

May 10, 2026
LBH Keadilan: Diperlukan Standardisasi “Pemaafan Hakim” dalam Implementasi KUHP Nasional

LBH Keadilan: Diperlukan Standardisasi “Pemaafan Hakim” dalam Implementasi KUHP Nasional

May 8, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026

SUMPAH JABATAN 2004–2029: ANTARA KONSTITUSI DAN VISI-MISI POLITIK

May 10, 2026

Dissecting the Philosophical Roots of Islamic Education: Eliminating Dichotomy, Building Integration

May 10, 2026

Saat Merasa Paling Beriman, Saat Itulah Iblis Mendekat

May 10, 2026
Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

May 10, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...