• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Suripto: Jejak Senyap Sang Pendiri PKS

fusilat by fusilat
November 7, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Suripto: Jejak Senyap Sang Pendiri PKS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief


Fusilatnews – Di penghujung siang, Kamis 6 November 2025, kabar duka itu datang perlahan—nyaris setenang cara hidupnya selama ini. Suripto, tokoh intelijen legendaris sekaligus salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), berpulang ke rahmatullah di Jakarta, pada usia 89 tahun. Dunia politik kehilangan sosok senyap yang jarang bicara, tapi pemikirannya menembus batas wacana ideologis partai.

Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Tampak Siring No. 24, Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Esoknya, ia dimakamkan di San Diego Hills, Karawang—tempat yang seolah menjadi simbol pertemuan antara dunia lama perjuangan dan realitas baru yang lebih modern. Di rumah duka, sejumlah kader senior PKS tampak larut dalam kesedihan. “Beliau bukan hanya operator senyap, tapi pemikir ulung,” ujar seorang politikus senior PKS dengan mata berkaca-kaca.


Senyap yang Berbicara

Nama Suripto mungkin tak sepopuler para politisi flamboyan di Senayan. Namun di kalangan intelijen dan aktivis politik Islam, ia adalah legenda yang tak lekang oleh waktu. Lahir di Bandung, Suripto mengawali kariernya sebagai anggota Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN)—cikal bakal Badan Intelijen Negara (BIN). Di masa-masa penuh ketegangan politik era Orde Baru, ia dikenal sebagai otak di balik banyak operasi senyap yang menuntut presisi, kesabaran, dan loyalitas mutlak terhadap negara.

Namun, Suripto tak pernah membiarkan dirinya larut dalam dunia kegelapan intelijen semata. Ketika rezim tumbang dan era reformasi membuka pintu, ia melangkah ke dunia baru: politik. Bersama sejumlah aktivis Islam kampus dan cendekiawan muda, ia ikut mendirikan Partai Keadilan pada 1998—yang kelak berubah menjadi PKS. Ia menjadi salah satu penghubung antara dunia aktivisme Islam dan struktur kekuasaan yang baru tumbuh di masa itu.


Jejak Ideolog dan Humanis

Dalam tubuh PKS, Suripto bukan sekadar pendiri. Ia menjadi pengawal ideologis yang membangun karakter partai di atas fondasi moral dan intelektual Islam. Namun yang menarik, meski partai itu tumbuh dengan citra religius, Suripto tidak pernah menutup diri terhadap gagasan modernitas. Ia kerap mengingatkan agar partai tak terjebak dalam politik seragam yang kering dari refleksi moral. “Kekuasaan harus menjadi alat dakwah, bukan tujuan,” katanya dalam sebuah wawancara lama.

Di luar politik, ia juga aktif di berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk dalam Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Dalam setiap orasinya, suara Suripto tak pernah meninggi, tapi pesan yang disampaikan terasa dalam: tentang keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab moral bangsa terhadap penderitaan umat.


Antara Intelijen dan Idealisme

Kehidupan Suripto seperti dua sisi mata uang: senyap tapi berpikir keras, dingin dalam strategi tapi hangat dalam gagasan. Ia membawa etika intelijen ke dalam dunia politik, bukan untuk menyelundupkan intrik, tapi untuk menanamkan kedisiplinan dan kerahasiaan yang efisien.

Namun, di situlah letak paradoksnya. Ketika politik berubah menjadi panggung keterbukaan, gaya “intelijen” yang melekat pada dirinya sering disalahpahami. PKS yang dulu dikenal bersih dan idealis, kini kerap ditarik ke dalam pusaran pragmatisme politik yang ia sendiri mungkin tak lagi kenali. Kepergian Suripto menandai berakhirnya satu babak: generasi perintis PKS yang lahir dari idealisme dan keheningan intelektual kini nyaris habis digantikan oleh generasi politisi yang tumbuh dalam transaksi.


Refleksi untuk PKS dan Negeri

Bagi PKS, wafatnya Suripto bukan sekadar kehilangan seorang pendiri, melainkan kehilangan ruh pembimbing. Ia bukan hanya penganjur moral, tapi juga penjaga arah agar partai tidak kehilangan keseimbangannya antara agama dan kekuasaan.

Dalam konteks politik nasional, Suripto merepresentasikan sosok langka: seorang intel yang beriman, seorang politisi yang berprinsip, dan seorang pemikir yang enggan berteriak. Di tengah politik yang kian gaduh, keberadaannya menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tak selalu datang dari suara lantang, melainkan dari ketenangan dan ketajaman berpikir.


Akhir dari Sebuah Keheningan

Ketika jasadnya diturunkan ke liang lahat, banyak yang mungkin tak sepenuhnya tahu betapa panjang dan rumit jejak perjuangan Suripto. Namun bagi mereka yang pernah mengenalnya, Suripto adalah bukti bahwa kerja senyap bisa mengubah sejarah.

Kini, keheningan itu kembali. Tapi kali ini bukan karena operasi senyap, melainkan karena bangsa kehilangan salah satu putra terbaiknya—yang selama hidup memilih diam, agar kebenaran berbicara lewat perbuatannya.


Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Selamat jalan, Suripto. Di antara hiruk pikuk politik yang makin kehilangan makna, keheninganmu justru terasa paling nyaring.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Petani Terbelenggu di Negeri Subur: Ironi di Tanah yang Kaya

Next Post

Pengadilan Molor, Keadilan Tertunda: Mengurai Akar Lambannya Sidang di Negeri Sendiri

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Pengadilan Molor, Keadilan Tertunda: Mengurai Akar Lambannya Sidang di Negeri Sendiri

Karma Politik Jusuf Kalla: Dari Matutina hingga Lippo, Ketika Tanah dan Kuasa Saling Menyapa

Karma Politik Jusuf Kalla: Dari Matutina hingga Lippo, Ketika Tanah dan Kuasa Saling Menyapa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist