• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Pengadilan Molor, Keadilan Tertunda: Mengurai Akar Lambannya Sidang di Negeri Sendiri

fusilat by fusilat
November 7, 2025
in Feature, Law
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Yus Dharman, SH., MM., M.Kn
Advokat / Ketua Dewan Pengawas FAPRI (Forum Advokat & Pengacara Republik Indonesia)

Jakarta, 7 November 2025 – Sebagai seorang pengacara, hal terberat dalam profesi ini bukan hanya membela klien di ruang sidang, melainkan menunggu. Duduk berjam-jam di ruang sidang atau di luar pengadilan menanti hakim membuka persidangan sering kali menjadi ujian kesabaran. Tak heran ada kelakar di kalangan advokat: “Yang membuat jasa hukum mahal adalah waktu menunggu sidang yang tak kunjung dimulai.”

Fenomena molornya jadwal sidang di Pengadilan Negeri, khususnya di DKI Jakarta, bukan sekadar soal disiplin waktu, tetapi mencerminkan masalah sistemik dalam manajemen peradilan. Ada sejumlah faktor utama yang menyebabkan hal ini terjadi:

1. Ketidakhadiran Para Pihak

Sidang kerap tertunda karena salah satu pihak, baik penggugat, tergugat, maupun kuasa hukumnya, tidak hadir. Ketidakhadiran ini bisa disebabkan oleh pemberitahuan yang terlambat atau tidak efektif, hingga alasan administratif yang seharusnya dapat diantisipasi.

2. Keterlambatan Hakim dan Jaksa

Hakim atau jaksa penuntut umum yang datang tidak tepat waktu turut memperpanjang antrean perkara. Dalam satu hari, seorang hakim bisa menangani beberapa sidang dengan jadwal yang sering tumpang tindih, sehingga keterlambatan menjadi hal “biasa” meski tak seharusnya.

3. Keterbatasan Fasilitas Pengadilan

Minimnya ruang sidang, lahan parkir yang terbatas, hingga kurangnya ruang tunggu yang layak menambah keruwetan. Faktor logistik yang tampak sepele ini berimbas langsung pada molornya jalannya persidangan.

4. Lemahnya Manajemen dan Pengawasan

Koordinasi internal dan manajemen waktu di pengadilan masih jauh dari efisien. Pengawasan dari Mahkamah Agung terhadap pelaksanaan jadwal sidang juga belum berjalan maksimal. Akibatnya, ketidakpastian jadwal menjadi hal yang dianggap lumrah.

Masalah-masalah ini tidak hanya membuang waktu para pengacara dan pihak berperkara, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap efisiensi lembaga peradilan. Di titik ini, keterlambatan bukan sekadar soal waktu, melainkan bentuk penundaan keadilan itu sendiri—karena “justice delayed is justice denied.”


Arah Reformasi: Dari Ketertiban Waktu Menuju Ketertiban Sistem

Untuk mengatasi persoalan kronis ini, dibutuhkan langkah reformasi menyeluruh yang dimulai dari niat baik pimpinan Mahkamah Agung untuk memperbaiki budaya dan sistem di bawahnya. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Peningkatan Manajemen Jadwal dan Sumber Daya
    Menambah jumlah hakim, menata ulang beban kerja, serta mengalokasikan ruang sidang secara proporsional agar tidak terjadi penumpukan perkara.
  2. Penerapan Teknologi Manajemen Jadwal Elektronik
    Sistem aplikasi berbasis digital dengan slot waktu terukur akan memudahkan pengaturan sidang, mencegah bentrok jadwal, serta memungkinkan para pihak memantau jadwal secara transparan.
  3. Perbaikan Administrasi dan Mekanisme Pemberitahuan
    Pemberitahuan jadwal sidang melalui sistem daring, verifikasi dokumen sejak dini, serta penggunaan sistem informasi persidangan terintegrasi akan mempercepat proses administrasi.
  4. Penegakan Disiplin dan Akuntabilitas
    Mahkamah Agung bersama badan pengawas peradilan perlu menegakkan standar pelayanan dan memberikan sanksi proporsional terhadap pelanggaran yang menyebabkan keterlambatan signifikan.
  5. Pemanfaatan Alternatif Penyelesaian Sengketa
    Mendorong mekanisme mediasi dan negosiasi pra-sidang untuk mengurangi jumlah perkara yang harus diproses di pengadilan.

Penutup

Reformasi manajemen waktu bukan sekadar mempercepat sidang, melainkan memulihkan martabat peradilan di mata masyarakat. Ketepatan waktu sidang mencerminkan disiplin, profesionalitas, dan integritas lembaga peradilan.

Penerapan teknologi modern, tata kelola yang efisien, dan komitmen moral dari seluruh aparatur pengadilan adalah kunci untuk memastikan bahwa pengadilan tidak lagi menjadi tempat “menunggu tanpa kepastian”, tetapi ruang di mana keadilan benar-benar ditegakkan tepat waktu.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Suripto: Jejak Senyap Sang Pendiri PKS

Next Post

Karma Politik Jusuf Kalla: Dari Matutina hingga Lippo, Ketika Tanah dan Kuasa Saling Menyapa

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Karma Politik Jusuf Kalla: Dari Matutina hingga Lippo, Ketika Tanah dan Kuasa Saling Menyapa

Karma Politik Jusuf Kalla: Dari Matutina hingga Lippo, Ketika Tanah dan Kuasa Saling Menyapa

Pemerintah Mulai Beli Gabah Petani dengan HPP Rp6.500 per Kg pada 15 Januari

Yang Urgen bagi Prabowo: Memerdekakan Petani dari Kemiskinan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...