• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Petani yang Terpinggirkan: Hak yang Dijanjikan, Sejahtera yang Ditinggalkan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 16, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja

Judul “Hak Petani sebagai Anak Bangsa” pada dasarnya diarahkan untuk mempertegas keberadaan petani sekaligus tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan cita-cita nasional sebagaimana tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Petani berhak hidup sejahtera, dan negara berkewajiban penuh untuk mewujudkannya.

Petani memiliki hak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya, sebagaimana diatur dalam Pasal 28A UUD 1945 Amandemen IV. Termasuk di dalamnya adalah hak untuk mendapatkan kesejahteraan melalui kepemilikan dan perlindungan hukum atas varietas lokal sebagai hasil pemuliaan tanaman.

Tugas dan kewajiban utama pemerintah, sesuai amanah konstitusi, adalah mensejahterakan rakyat, termasuk para petani yang kini hidup dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya melalui pelayanan publik yang terjangkau, cepat, efektif, dan efisien.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “sejahtera” berarti aman sentosa dan makmur. W.J.S. Poerwadarminta (2015) menegaskan bahwa kesejahteraan adalah kondisi ketika seseorang hidup aman dan selamat dari berbagai persoalan. Dengan kata lain, manusia dikatakan sejahtera ketika persoalan lahir dan batinnya terselesaikan.

Namun realitas berbicara lain. Bagi sebagian besar petani, kesejahteraan masih sebatas angan. Mereka hidup dalam kesengsaraan yang seolah tidak berkesudahan. Petani padi—terutama petani gurem—menjadi potret paling nyata dari warga bangsa yang terjerat kemiskinan struktural.

Data Sensus Pertanian 2023 memperlihatkan situasi yang kian memburuk. Jumlah petani gurem meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir. Lahan pertanian terus menyempit akibat alih fungsi yang tidak terkendali. Kepemilikan lahan petani makin menyusut, melemahkan kedaulatan mereka atas tanah yang menjadi sumber hidup.

Petani gurem—petani berlahan sempit dengan kepemilikan rata-rata di bawah 0,5 hektare—telah lama dicari jalan keluarnya. Namun hingga kini solusi nyata belum juga hadir. Mereka tetap menjadi potret anak bangsa yang hidup dalam kesusahan dan penderitaan berkepanjangan.

Sensus Pertanian 2023 mencatat 16,89 juta Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) Gurem, naik 18,49% dari 14,25 juta pada 2013. Kenaikan ini jelas bukan prestasi, melainkan alarm keras bahwa pembangunan petani membutuhkan paradigma baru. Pembangunan petani tidak boleh lagi hanya menjadi bagian kecil dari pembangunan pertanian. Pembangunan petani harus berdiri sendiri dan menjadi fokus utama.

Ada dua persoalan besar yang kini menyergap kehidupan petani:

  1. Alih fungsi lahan pertanian yang semakin tak terkendali. Lahan pertanian dengan mudah berubah menjadi kawasan industri atau permukiman. Bersamaan dengan itu, kepemilikan lahan pun berpindah tangan.

  2. Alih generasi petani. Anak-anak muda desa semakin enggan menjadi petani. Bertani tidak lagi dianggap menjanjikan. Mereka lebih memilih eksodus ke kota untuk pekerjaan yang dinilai lebih pasti.

Dua persoalan ini tidak boleh diremehkan. Jika kita salah mengambil kebijakan hari ini, maka yang akan memikul bebannya adalah generasi mendatang. Ruang pertanian yang cukup serta keberadaan petani yang mau bercocok tanam adalah penanda bahwa pertanian masih hidup di negeri ini.

Jika pemerintah mampu menghadirkan solusi cerdas atas persoalan-persoalan tersebut, niscaya kesejahteraan petani bukan lagi mimpi. Kini tinggal satu pertanyaan: adakah kemauan untuk menjalankannya? Jawabannya tegas: harusnya ada!

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat.)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MK Cukur Habis Kepolisian RI

Next Post

Harimau Pramono Anung, Gosip Daging Hilang, dan Drama Lima Kilo Sehari

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Next Post
Pramono Siap Rangkul Semua Pihak

Harimau Pramono Anung, Gosip Daging Hilang, dan Drama Lima Kilo Sehari

PSI Mulai Garap Pesantren: Ketika Umat Hanya Dijadikan Komoditas Politik

PSI Mulai Garap Pesantren: Ketika Umat Hanya Dijadikan Komoditas Politik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

ilihan yang Bukan Pilihan

April 20, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...