• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Politik Pengampunan ala Jokowi: Jalan Pintas Menuju Otoritarianisme

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
August 9, 2025
in Crime, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mulai diperiksa oleh penyidik KPK terkait dugaan korupsi pembagian kuota haji (Jumat, 8/8/2025).

Sejatinya, jauh sebelumnya, pada 2024, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengungkap bahwa pemerintah memberi subsidi lebih dari setengah biaya haji jemaah Indonesia. Menurutnya, normalnya jemaah memerlukan biaya Rp81,7 juta untuk pelaksanaan ibadah haji. Pernyataan ini patut diklarifikasi ulang oleh KPK, karena jika Yaqut terbukti bersalah, ada indikasi kuat Anggito juga bisa terseret sebagai tersangka.

Dari Abolisi hingga Amnesti: Tren Baru Politik Kekuasaan

Fenomena pengampunan politik sudah terlihat sejak Jokowi memberikan abolisi kepada Lembong—orang dekat Anies Baswedan—yang ditahan akibat kebijakan impor gula. Publik memprotes keras, mengingat kebijakan tersebut dijalankan atas perintah Jokowi, tidak menimbulkan kerugian negara, dan justru menteri sebelumnya yang mengimpor gula lebih banyak tidak tersentuh hukum.

Berikutnya, muncul amnesti untuk Hasto Kristiyanto, tokoh PDIP yang kini menjadi lawan politik Jokowi, menyusul keretakan hubungan antara Jokowi dan PDIP. Proses hukum KPK terhadap Hasto dipandang penuh tendensi dan mencerminkan arogansi kekuasaan.

Anehnya, mayoritas pengamat justru menyambut positif langkah pengampunan ini, meski jelas-jelas membuka peluang politisasi hukum.

Pertanyaan Serius yang Tak Boleh Diabaikan

  1. Apakah kebijakan abolisi, amnesti, grasi, bahkan rehabilitasi ini akan diberlakukan juga kepada pejabat pro-Jokowi yang terjerat kasus korupsi luar biasa, seperti Yaqut dan Nadiem Makarim?
  2. Apakah diskresi politik ini akan melindungi tokoh-tokoh Jokowi lain yang pernah tersorot isu korupsi—misalnya Airlangga Hartarto, Tito Karnavian, Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, dan lainnya—dengan “peti es” kasus, tanpa perlu pengampunan formal?

Dengan tren “pengampunan” dan “pembekuan kasus” ini, sangat mungkin pola tersebut suatu saat menyentuh dugaan gratifikasi atau korupsi yang menyerempet Gibran, Kaesang, atau Bobby Nasution.

Otoritarianisme di Balik Hak Prerogatif

Jika pola ini berlanjut, hukum di Indonesia bukan lagi rule of law, melainkan rule of president—di mana kekuasaan prerogatif eksekutif menjadi panglima. Sistem hukum akan terdegradasi, asas dan teori hukum menjadi nirguna, dan perguruan tinggi hukum kehilangan relevansinya.

Ilmu pengetahuan yang seharusnya menjadi penuntun masa depan akan dipinggirkan, digantikan oleh kalkulasi politik kekuasaan. Moral publik akan terkikis, mentalitas bangsa merosot.

Fenomena ini adalah alarm keras. Satu dekade kekuasaan Jokowi telah memperlihatkan betapa mudahnya konstitusi didiskreditkan. Maka, bangsa ini perlu lebih khusyuk memohon perlindungan Tuhan agar hukum tidak sepenuhnya takluk di hadapan kekuasaan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteri Agama: Penjaga Moral yang Tersandung Kriminal

Next Post

Abolisi, Amnesti, Grasi: Jalan Tol Impunitas di Era Jokowi?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?
Feature

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima
Crime

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026
Next Post
Abolisi, Amnesti, Grasi: Jalan Tol Impunitas di Era Jokowi?

Abolisi, Amnesti, Grasi: Jalan Tol Impunitas di Era Jokowi?

Pembantaian Adityawarman Guncang Dunia Pers, PPWI: Jangan Ada Impunitas!

Pembantaian Adityawarman Guncang Dunia Pers, PPWI: Jangan Ada Impunitas!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026
Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

Karisma Mantan Presiden Memudar Menguji Hukum Gravitasi Politik Indonesia

July 4, 2026
Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

Partai Mantan Presiden: Siapa yang Masih Bertahan pada Pemilu 2029?

July 4, 2026
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

Membaca Langkah Catur Raja Juli Kembalikan Amplop Gratifikasi

July 3, 2026

REVISI UU NOMOR 18 TAHUN 2003 TENTANG ADVOKAT: UNTUK SIAPA?

July 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pengacara Rungkad dan Salah Kaprah Memahami Musuh di Ruang Sidang

July 4, 2026
Jokowi Sudah Kehilangan Nalar Sehatnya

Gravitasi Kekuasaan dan Pembusukan Politik: Membaca Indonesia Melalui Francis Fukuyama

July 4, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...